Mengatasi Ketidakmauan Bayi untuk Berjalan dengan Mudah
Encyclopedic
PRE
NEXT
Atasi dengan Mudah Ketidakmauan Bayi Anda untuk Berjalan (Jaringan Kesehatan Masyarakat)
Bayi Anda jelas dapat berjalan tanpa bantuan, namun sering menolak melakukannya, terus-menerus merengek agar orang dewasa menggendongnya.Untuk bayi yang lebih ringan, menggendongnya mungkin masih bisa ditangani pada hari-hari yang lebih sejuk. Namun, saat cuaca panas terik, menggendong anak seberat 20-30 kg menjadi ujian yang melelahkan bagi stamina dan kesabaran orang tua.
I. Alasan Bayi Menghindari Berjalan
1. Malas: Mereka terbiasa digendong, sehingga membentuk kebiasaan ketergantungan.
2. Bayi mungkin kekurangan kalsium, sehingga enggan berjalan jauh.
3. Bayi mungkin pemalu dan takut jatuh.
4. Bayi mungkin malu di sekitar orang asing dan lebih suka menempel erat pada pengasuh terdekatnya.
5. Otot kaki bayi mungkin belum cukup kuat, sehingga kaki mereka mudah lelah setelah berjalan sebentar.
II. Metode untuk Mendorong Berjalan
1. Lakukan kompetisi berjalan. Bayi mungkin menganggap berjalan sebagai hal yang melelahkan, atau anak yang secara alami malas mungkin lebih suka kenyamanan digendong. Orang tua dapat mengubah berjalan menjadi permainan dengan bersaing untuk melihat siapa yang bisa berjalan lebih cepat atau lebih jauh, asalkan lingkungan sekitar aman.
2. Hitung langkah bersama. Hindari memaksa anak Anda secara tiba-tiba untuk berhenti dari kebiasaan digendong; sebaliknya, gunakan pendekatan bertahap untuk mendukung perkembangan psikologisnya. Sarankan kepada anak Anda bahwa setelah berjalan 50 langkah, Anda akan menggendongnya sebentar sebelum melanjutkan berjalan. Ini membuat usaha terasa kurang memberatkan.
3. Gunakan analogi hewan untuk menjelaskan. Katakan: "Ikan berenang di air, burung terbang di langit – jadi kamu harus berjalan sendiri."
4. Jelaskan bahwa menggendong dalam waktu lama melelahkan orang tua. Anak-anak secara alami baik hati; melihat orang yang mereka cintai kelelahan seringkali membuat mereka menawarkan untuk berjalan agar orang dewasa bisa istirahat.
5. Berikan perbandingan. Misalnya, Anda bisa berkata, "Lihatlah gadis kecil di sana – dia bahkan lebih muda darimu dan dia berjalan sendiri. Bukankah dia anak yang baik? Apakah kita mau mencoba sebaik dia?"
III. Menumbuhkan Kemandirian Sejak Dini
Orang tua tidak bisa selalu berada di sisi anak mereka selamanya. Pada usia dua atau tiga tahun, anak-anak biasanya masuk ke taman kanak-kanak, jadi penting untuk menumbuhkan kemandirian sejak dini.Jika tidak, ketergantungan berlebihan pada orang tua tidak hanya membebani pengasuh tetapi juga menghambat perkembangan anak. Jangan menahan kesempatan untuk pengalaman baru karena takut anak akan "menderita"; sebaliknya, dorong mereka untuk berani mencoba hal-hal sendiri. Selain itu, tanamkan kebiasaan membantu pekerjaan rumah tangga sejak dini, yang juga menumbuhkan rasa tanggung jawab.
PRE
NEXT