Membiarkan Anak Memiliki Uang Sendiri
Encyclopedic
PRE
NEXT
Para ahli menyarankan tiga prinsip untuk membantu anak-anak mengelola uang: pertama, pastikan anak-anak benar-benar memiliki dana mereka sendiri; kedua, berikan mereka kendali atas uang mereka sementara orang dewasa hanya memberikan saran; ketiga, anak-anak cenderung lebih menghargai uang mereka sendiri saat menggunakannya. Memang, di banyak negara Barat, pembinaan literasi keuangan anak-anak dimulai sejak usia sangat dini.Di bawah ini adalah diagram perkembangan literasi keuangan di negara-negara Barat, yang mungkin bermanfaat bagi orang tua:
Usia 3: Mengenali koin dan uang kertas, memahami denominasi, dan mengidentifikasi nilai;
Usia 4: Belajar membeli barang-barang sederhana sehari-hari seperti mainan kecil atau camilan dengan pengawasan orang tua;
Usia 5 tahun: Memahami bahwa uang diperoleh melalui kerja dan berpartisipasi dengan benar dalam pertukaran uang dengan barang;
Usia 6 tahun: Menghitung jumlah uang yang lebih besar, mulai belajar menabung, dan mengembangkan kesadaran tentang "uang saya sendiri";
Usia 7 tahun: Membaca label harga barang dan membandingkannya dengan uang mereka sendiri untuk menentukan keterjangkauan;
Usia 8 tahun: Memahami cara membuka rekening bank dan menyetor uang.
9 tahun: Dapat merumuskan rencana pengeluaran pribadi, menawar harga dengan toko, dan belajar melakukan transaksi;
10 tahun: Memahami menabung uang receh untuk membeli barang bernilai tinggi saat diperlukan, seperti sepatu skating atau skuter;
11 tahun: Belajar mengevaluasi iklan komersial, mengidentifikasi nilai uang yang baik, dan mengembangkan konsep diskon dan promosi;
12 tahun:Mengembangkan apresiasi terhadap uang dan rasa hemat; dapat berpartisipasi secara tepat dalam aktivitas komersial dewasa, pengelolaan keuangan, dan transaksi.
Selain itu, para ahli memperingatkan bahwa anak-anak sering memiliki persepsi yang salah tentang pengelolaan uang, seperti: "Selama orang tua saya ada, saya akan selalu punya uang," "Saya ingin menghabiskan setiap sen yang saya miliki dan tidak pernah menabung," "Saya belanja tanpa tujuan atau rencana, membeli barang berulang kali," dan "Saya tidak tahu cara memilih produk dengan bijak saat berbelanja."Orang tua harus segera memperbaiki kesalahpahaman ini. Untuk memastikan anak-anak dapat hidup bahagia dan sejahtera di masa depan, sangat penting untuk menanamkan literasi keuangan sejak dini.
PRE
NEXT