Harta karun yang terbuang untuk pencegahan penyakit: kulit jeruk melindungi limpa dan lambung
Encyclopedic
PRE
NEXT
Medicine Tradisional Cina (TCM) menggunakan berbagai bahan untuk tujuan terapeutik, bahkan menganggap limbah yang tampaknya tidak penting sebagai harta karun untuk penyembuhan. Contohnya meliputi:
1. Kulit Jeruk Mandarin untuk Kesehatan Pencernaan
Kita sering membuang kulit jeruk mandarin setelah dikonsumsi.Sebenarnya, Anda membuang bahan obat yang berharga. Potong kulit jeruk segar menjadi irisan tipis, keringkan di tempat yang berventilasi baik dan teduh, dan setelah setahun, menjadi kulit jeruk mandarin kering yang matang (Chen Pi).
Chen Wenbo menjelaskan bahwa kulit jeruk mandarin kering yang matang mengatur qi dan menyeimbangkan limpa dan lambung. Di rumahnya, sejumput kulit jeruk mandarin kering ditambahkan ke setiap hidangan daging. Konsumsi daging berlebihan dapat menyebabkan stagnasi, menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan – masalah yang dapat diatasi dengan menambahkan kulit jeruk mandarin kering.Hidangan daging yang diinfuskan dengan kulit jeruk mandarin yang telah matang juga memperoleh aroma segar yang khas. Berapa banyak yang harus digunakan? Untuk seporsi daging sapi iris tumis, 3–5 gram sudah cukup. Saat ini, banyak orang yang sibuk dengan kegiatan sosial mengonsumsi makanan berlemak dan kaya kalori dalam jumlah besar, seringkali menyebabkan gangguan pencernaan dan kembung pada saluran pencernaan – kondisi yang dalam pengobatan tradisional Tiongkok disebut "penuh dan tertekan di dada dan epigastrium".Apa yang dapat dilakukan? Chen Wenbo menjelaskan bahwa kulit jeruk mandarin kering dan zhi shi (fructus aurantii immaturus) merupakan "pasangan ideal". Rebus 10 gram kulit jeruk mandarin kering dengan 6 gram zhi shi dalam air dapat mengobati rasa penuh dan tertekan di dada dan perut bagian atas. Beberapa mungkin bertanya: karena kulit jeruk mandarin kering adalah kulit jeruk, apakah kulit jeruk segar dapat digunakan sebagai pengganti? Chen Wenbo menjelaskan bahwa kulit jeruk segar mengandung minyak volatil yang melimpah dan tidak cocok untuk penggunaan medis; kulit jeruk mandarin kering yang diolah dengan benar tetap esensial.
II. Batang Terong untuk Menghilangkan Panas
Saat mengonsumsi terong, orang sering membuang batangnya. Namun, dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok, batang terong merupakan bahan obat yang berharga.
Chen Wenbo menjelaskan bahwa terong sendiri memiliki sifat dingin, sedangkan batangnya memiliki sifat pendinginan yang lebih kuat.Pengobatan tradisional Tiongkok menyatakan bahwa herbal berwatak dingin memiliki sifat membersihkan panas dan menghilangkan racun. Kondisi seperti pendarahan usus (pendarahan hemoroid), sakit gigi, atau luka kulit menunjukkan adanya panas internal, yang dapat diatasi dengan menggunakan batang terong untuk membersihkan panas dan menghilangkan racun. Jika mengalami gejala penumpukan panas, seseorang dapat memotong batang terong segar dan mengolahnya menjadi masakan untuk meredakan gejala.Rebusan atau infus batang terong segar yang dikombinasikan dengan Coptis, kulit Phellodendron, atau biji teratai dapat mengobati sariawan. III. Kulit Kacang Tanah Menutrisi Darah Sebuah teka-teki berbunyi: "Sebuah rumah bercak-bercak, kanopi merah, menampung seorang pria putih gemuk di dalamnya"—jawabannya adalah kacang tanah yang kita konsumsi sehari-hari.Kacang tanah memiliki nilai gizi yang luar biasa, menjadikannya "kacang paling ekonomis". Namun, banyak orang saat makan kacang tanah panggang, secara rutin menggosok dan menghilangkan "kulit merah"—kulit merah yang melapisi biji—dan hanya mengonsumsi bijinya. Praktik ini sebenarnya sangat merugikan, karena kulit merah tersebut memiliki manfaat kesehatan yang signifikan dan bahkan digunakan sebagai herbal obat.
Chen Wenbo menjelaskan bahwa kacang tanah dapat menyeimbangkan fungsi limpa dan lambung, menutrisi darah, menghentikan pendarahan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi lemak. Efek "menutrisi darah dan menghentikan pendarahan" terutama berasal dari kulit merah yang mengelilingi biji kacang, yang dalam pengobatan Tiongkok dikenal sebagai "kulit kacang tanah". Teori pengobatan tradisional Tiongkok menyatakan bahwa "limpa mengendalikan darah"; orang dengan kekurangan energi (qi) cenderung mengalami pendarahan. Kulit kacang tanah, tepatnya karena dapat mengisi kembali energi limpa dan lambung, mencapai efek menutrisi darah dan menghentikan pendarahan.
Kulit kacang tanah sangat bermanfaat bagi wanita. Mereka yang mengalami menstruasi, kehamilan, pemulihan pasca melahirkan, atau menyusui sering mengalami kehilangan darah dan kekurangan nutrisi yang signifikan. Konsumsi rutin kulit kacang tanah membantu menutrisi dan mengembalikan darah. Selain itu, kulit ini juga merangsang pertumbuhan dan penggelapan rambut, meningkatkan kadar platelet, menaikkan jumlah sel darah merah dan putih, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
PRE
NEXT