Jenis lemak perut ini bisa berbahaya bagi pria! Apa yang harus dilakukan jika Anda kurus tapi memiliki perut buncit?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Seorang pria berusia 51 tahun di luar negeri, bertubuh kurus namun memiliki perut sebesar perut wanita hamil, menjalani kolonoskopi yang tidak menunjukkan masalah patologis. Apa penyebabnya? Ia mencari saran medis.
Dokter menjelaskan bahwa kolonoskopi memeriksa usus besar; mengesampingkan penyakit organik hanya menyisakan satu penjelasan: penumpukan lemak visceral yang parah.
Meskipun 'perut buncit' umum terjadi pada pria paruh baya, perut yang tidak proporsional besar disertai dengan anggota tubuh yang kurus merupakan kondisi abnormal yang memerlukan perhatian medis serius.Perut yang menonjol secara komikal mungkin merupakan hasil dari penumpukan lemak visceral di dalam perut.
Kehadirannya menandakan kelebihan nutrisi dalam tubuh, dengan lemak terus menumpuk di sekitar organ vital seperti hati, pankreas, dan usus kecil. Gejala klinis meliputi penyakit hati berlemak, pankreatitis, penyakit jantung, dan stroke.
Karena lemak visceral kurang terlihat dibandingkan lemak subkutan, lemak ini sering diabaikan!
Perut buncit yang berpotensi mematikan ini terkenal sulit untuk dihilangkan!
Apa bahaya yang ditimbulkan oleh penumpukan lemak visceral berlebihan di perut? Dokter menggambarkannya sebagai berikut: sementara perut besar wanita menumbuhkan janin selama sepuluh bulan, perut besar pria menumbuhkan "penyakit"!
1. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2, demensia, dan kanker kolorektal.
2. Pinggang tebal juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner.
3. Banyak pecinta makanan tahu bahwa usus babi penuh lemak; hal yang sama berlaku pada manusia. Jika lemak menumpuk di usus kecil, dapat menyebabkan kesulitan buang air besar.
4. Dapat menyebabkan diabetes. Meskipun penyebab pastinya belum jelas, penelitian menunjukkan bahwa lemak visceral memengaruhi hormon tubuh.Misalnya, lemak visceral dapat menyebabkan resistensi insulin, yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproses gula secara efektif dan pada akhirnya menyebabkan diabetes.
Oleh karena itu, dokter menyarankan orang dengan anggota tubuh yang ramping tetapi perut buncit untuk segera menurunkan berat badan. Ini bukan lagi sekadar soal penampilan—ini soal hidup dan mati!
Bagi banyak orang, penurunan berat badan hanyalah slogan yang sering diucapkan namun jarang terwujud.
Kita semua tahu betapa sulitnya menurunkan berat badan. Sayangnya, dokter menekankan bahwa menurunkan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak visceral sangatlah sulit—hal ini membutuhkan lebih dari sekadar mengurangi asupan makanan.
Bentuk obesitas ini bukan hanya masalah gaya hidup; genetika dan bakteri usus juga mungkin berperan signifikan.
Akibatnya, individu dengan kondisi ini mungkin merasa lebih lapar saat diet, karena pembatasan kalori meningkatkan ghrelin—hormon yang merangsang nafsu makan. Menurunkan berat badan memerlukan persiapan untuk perjuangan panjang melawan rasa lapar.
Bagaimana pria dapat menghilangkan perut buncit?
Karena pengaruh hormonal, pria lebih rentan mengembangkan lemak perut dibandingkan wanita. Namun, olahraga teratur dan pola makan seimbang dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan hasil.
1. Dokter merekomendasikan aktivitas fisik harian. Berjalan kaki sudah cukup, idealnya menargetkan 10.000 langkah per hari.
2. Pertahankan pola makan seimbang dengan banyak sayuran. Ini meminimalkan asupan lemak hewani, menghindari kalori berlebihan sambil memastikan cukup vitamin dan mineral. Studi menunjukkan mengonsumsi hanya 600 kalori per hari selama enam minggu secara signifikan mengurangi lemak perut.
3. Minimalkan konsumsi alkohol dan pertahankan hal ini dalam jangka panjang.
PRE
NEXT