Jenis wanita yang sebaiknya dinikahi pria untuk keharmonisan rumah tangga
Encyclopedic
PRE
NEXT
Secara umum diakui bahwa romansa dan pernikahan adalah hal yang berbeda dalam kehidupan nyata. Pria mungkin mengejar hubungan dengan wanita yang memiliki tubuh proporsional dan menarik, namun tidak selalu menikahinya.Lalu, fitur wajah apa yang diutamakan pria saat memilih istri?
1. Dagu
Ahli fisiognomi tradisional sering menggambarkan wajah yang beruntung sebagai memiliki "kening yang penuh dan rahang yang persegi". Di sini, "kening" merujuk pada daerah alis atas, sementara "rahang" mengacu pada rahang bawah.Sebagai "istana langit" mewakili aspek yang, atau maskulin, sementara "istana bumi" mewakili aspek yin, atau feminin, kualitas "istana bumi" seorang wanita memberikan wawasan tentang nasibnya.
Karena wanita secara alami memiliki energi yin yang lebih kuat dan fitur wajah yang bulat dan lembut, garis rahang yang paling beruntung seharusnya persegi namun penuh, tampak kokoh dan substansial. Wanita dengan struktur wajah seperti ini biasanya memiliki temperamen yang tenang, menikmati kehidupan yang nyaman, dan mengalami masa tua yang menguntungkan, mampu menumbuhkan berkah dan hidup dalam kebahagiaan.
Meskipun wajah oval yang halus dapat memperindah kecantikan seorang wanita, dagu yang terlalu runcing menandakan kekurangan energi yin dan prospek masa tua yang kurang menguntungkan, seringkali menyebabkan kesulitan dalam pernikahan dan masa tua yang kurang beruntung. Seorang wanita dengan dagu runcing dan tulang pipi menonjol, mirip dengan fitur monyet, umumnya tidak dianggap sebagai sosok yang baik hati.Selain itu, wanita dengan tulang pipi yang menonjol cenderung memprioritaskan keuntungan pribadi, sehingga sulit baginya untuk menjaga hubungan harmonis dengan keluarga suami, terutama mertua. Sebaliknya, wanita dengan tulang pipi yang terlalu tipis cenderung negatif dan pesimistis, kurang memiliki dorongan untuk mendukung karier suaminya. Teks kuno menggambarkan individu semacam ini sebagai orang yang kurang beruntung untuk membantu suaminya. Oleh karena itu, kedua ciri wajah ini tidak dianggap sebagai pertanda baik bagi seorang wanita.
II. Pinggang dan Pinggul
Praktik fisiognomi tidak pernah terbatas pada peramal profesional saja. Faktanya, semua orang melakukannya dengan tingkat keahlian yang bervariasi dalam kehidupan sehari-hari.Ambil contoh mengamati fitur seorang wanita: tidak hanya pria yang menikmatinya, tetapi wanita pun demikian. Di masa lalu, ketika seorang pengantin baru masuk ke dalam rumah tangga, ibu mertuanya sering melirik, baik sengaja maupun tidak, ke pinggang dan pinggulnya untuk menilai kesuburannya. Dalam masyarakat agraris, kemakmuran garis keturunan keluarga langsung terkait dengan kelangsungan, perkembangan, dan perluasan klan.Oleh karena itu, penilaian terhadap pinggang dan pinggul seorang wanita bukan hanya soal selera estetika, tetapi memiliki makna biologis yang mendalam.
Oleh karena itu, di Tiongkok kuno, baik ahli fisiognomi maupun orang biasa percaya bahwa semakin besar dan menonjol pinggul seorang wanita, semakin kuat hasrat seksual dan kemampuan reproduksinya; sebaliknya, semakin ramping dan lentur pinggangnya, semakin menarik, menggoda, dan penuh gairah dia dianggap. Akibatnya, bahkan pada masa Dinasti Tang ketika kegemukan dipuja sebagai kecantikan, wanita tetap berusaha mengonsumsi ramuan pelangsing bunga persik untuk mendapatkan pinggang yang ramping.
Demikian pula, meskipun masyarakat modern terus mengejar apa yang disebut "kecantikan kurus," ikon seperti Marilyn Monroe dan Li Wen—simbol "kecantikan sensual" dan "pesona berlekuk"—tetap menjadi objek keinginan pria dan aspirasi wanita. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun manusia telah menjalani perjalanan evolusi yang panjang, insting hewan yang tertanam dalam alam bawah sadar kita tidak dapat dihapus.
Penelitian terbaru oleh para ilmuwan di Universitas Harvard di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa wanita dengan pinggul yang lebih penuh dan pinggang yang lebih sempit memiliki kesuburan yang lebih tinggi dan tingkat hormon seksual yang lebih tinggi daripada wanita rata-rata, terutama selama periode ovulasi mereka.
Perkiraan menunjukkan bahwa dalam kondisi apa pun, wanita semacam ini sekitar tiga kali lebih mungkin hamil dibandingkan dengan mereka yang memiliki tipe tubuh lain. Hal ini menunjukkan bahwa praktik kuno menilai kemampuan seksual dan reproduksi seorang wanita dengan mengamati pinggang dan pinggulnya bukanlah spekulasi tanpa dasar, tetapi memiliki dasar ilmiah tertentu.
III. Kaki dan Kaki
Konsensus di antara para ahli internasional menunjukkan bahwa kaki dan kaki adalah bagian tubuh manusia yang paling dipenuhi dengan kesadaran seksual dan daya tarik. Khususnya bagi pria, kaki dan kaki wanita mewakili senjata daya tarik yang paling sensual, tak tertahankan, dan kuat.Dari "sepatu kaca" dalam dongeng Cinderella Barat, hingga kaki terikat wanita Tiongkok kuno, dan bahkan istilah slang menghina "pelacur" dalam cerita rakyat dan bahasa sehari-hari, dapat dilihat daya tarik dan imajinasi yang tak terlukiskan yang dipicu oleh kaki dan kaki.
Oleh karena itu, seorang pria yang melewati wajah, pinggang ramping, dan pinggul yang penuh untuk langsung memusatkan pandangannya pada kaki dan kaki wanita adalah seorang ahli dalam membaca fisiognomi wanita—seorang pakar yang memahami wanita lebih baik daripada wanita itu sendiri.
Sebab dalam fisiognomi, wanita diklasifikasikan sebagai yin, dan kaki adalah yin di dalam yin. Untuk memahami dan mempelajari seorang wanita—yang posisinya sebagai makhluk yin—apa yang lebih tepat daripada mengamati kakinya?
Mengamati penampilan dan bentuk kaki serta jari kaki seorang wanita mengungkapkan kekuatan energi yin internalnya, kelembutan atau kekasaran sifatnya, dan intensitas temperamennya. Ini jelas merupakan tugas yang menarik yang memerlukan pengamatan yang teliti.Dalam kamus estetika, standar ideal untuk kaki dan kaki wanita adalah "kecil, ramping, runcing, dan melengkung." Namun, menurut pandangan fisiognomi, bentuk kaki dan kaki wanita yang paling diinginkan haruslah halus dan lembut. Karena kekecilan melambangkan kecantikan yin, sementara kebesaran melambangkan vitalitas yang. Oleh karena itu, tidak ada orang di dunia ini yang akan terpikat oleh wanita yang kasar dan kuat, melainkan mendambakan wanita yang mungil dan berbentuk indah.
Demikian pula, kaki wanita yang ramping menimbulkan kesan kelembutan dan kerentanan, kebutuhan akan perawatan dan dukungan. Kaki yang runcing dan melengkung melambangkan lekuk feminin yang esensial dari alam; konturnya yang anggun dan bergelombang seolah-olah mengekspresikan kesedihan dan kesuraman yang tersembunyi dalam hati wanita, yang secara tak terelakkan memicu keinginan untuk memelihara dan melindungi.
Sebaliknya, wanita dengan kaki dan pergelangan kaki yang terlalu besar seringkali memiliki kelebihan energi yang dan kekurangan energi yin. Mereka cenderung kasar secara emosional, kurang lembut, dan berperilaku kasar dan vulgar.Wanita dengan kaki dan kaki yang berlebihan daging, sebaliknya, cenderung memiliki kelebihan energi yin, perhitungan, kritis, dan sombong; Wanita dengan urat (pembuluh darah) yang menonjol di kaki dan kaki mereka sering menderita hiperaktif hati yang, membuat mereka mudah marah, sensitif, mudah tersinggung, dan emosional;Wanita dengan rambut kaki yang tebal seringkali memiliki tingkat androgen (hormon laki-laki) yang tinggi dan tingkat estrogen yang rendah. Mereka sering menunjukkan kecenderungan maskulin yang tidak disengaja, seperti suara yang keras, bicara cepat, dan kecenderungan untuk memberikan perintah. Wanita semacam ini memiliki keinginan yang kuat untuk menaklukkan dan mengendalikan, sehingga mereka mendapat julukan lucu "tomboy".
Hal di atas hanya mencerminkan beberapa ciri psikologis pria dan tidak mewakili standar universal. Pada akhirnya, pria juga menginginkan istri yang membawa kemakmuran bagi suami dan anak-anaknya, sehingga memperkuat stabilitas dan kekayaan keluarga.
PRE
NEXT