Apa saja gejala yang terlihat pada menopause pria?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Ketika membicarakan "menopause," kita biasanya mengasosiasikannya dengan wanita paruh baya. Namun, menopause tidak eksklusif bagi wanita; pria juga mengalami bentuknya sendiri. Setelah berusia lima puluh tahun, fungsi androgen pria secara bertahap menurun, terutama dengan berkurangnya sekresi testosteron. Tantangan fisik dan psikologis yang mereka hadapi selama periode ini langsung disebabkan oleh perubahan hormonal ini. Menopause pria dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak fase ini, pria harus terlebih dahulu mengenali gejala utamanya untuk deteksi dini dan intervensi. Apa saja indikator utama menopause pria?
1. Kulit kendur dan gatal
Pria yang mengalami menopause sering mengalami kulit yang kendur dan penurunan tonus otot dibandingkan saat muda. Hal ini terkait dengan kebiasaan di usia paruh baya seperti peningkatan asupan kalori, penurunan aktivitas fisik, dan ketidakseimbangan metabolik.Meningkatkan asupan makanan laut kaya yodium dan asam lemak tak jenuh, seperti rumput laut dan laver, dapat meningkatkan metabolisme dan melindungi kulit, membantu mencegah gatal pada kulit akibat penuaan.
2. Gejala Sistem Kemih
Banyak pria menopause mengalami buang air kecil yang sering, urgensi, kesulitan buang air kecil, dan peningkatan buang air kecil di malam hari. Gejala ini terkait dengan pembesaran prostat akibat ketidakseimbangan androgen. Pengobatan untuk pembesaran prostat diperlukan, disertai dengan pola makan ringan, berhenti merokok, membatasi alkohol, dan mengurangi makanan pedas. Cystitis akut, urethritis, atau pyelonephritis juga dapat menimbulkan gejala serupa, sehingga memerlukan diagnosis medis.
3. Penurunan Fungsi Seksual
Penurunan kadar androgen dapat menyebabkan penurunan libido, penurunan aktivitas seksual, dan penurunan kekakuan ereksi. Mengonsumsi makanan yang mendukung fungsi gonad—seperti daging domba, udang, kacang walnut, dan biji wijen—dapat bermanfaat. Disarankan untuk menghindari aktivitas seksual berlebihan, memastikan tidak merasa lelah.
4.Gangguan endokrin
Penurunan kadar androgen selama menopause pria menyebabkan ketidakseimbangan endokrin, yang ditandai dengan kehilangan memori, kelelahan, pusing, detak jantung tidak teratur, dan rasa tidak nyaman secara umum. Pastikan istirahat yang cukup, kelola stres, jaga pola makan teratur, dan lakukan olahraga fisik secara konsisten. Gejala yang persisten disertai pembesaran kelenjar tiroid bilateral, mata menonjol, atau pandangan yang kaku dapat menandakan hipertiroidisme.
5.Kerentanan Psikologis
Pria dalam fase andropause sering mengalami sensitivitas yang meningkat, mudah marah, dan emosi yang tidak stabil; suasana hati yang rendah disertai kecemasan, ketakutan, atau kesepian; serta penurunan kepercayaan diri dalam kemampuan mereka. Ahli psikologi menyarankan pria dalam fase ini untuk menghindari menyalahkan diri sendiri, berbagi perasaan dengan keluarga atau teman terpercaya, dan terlibat dalam aktivitas yang menumbuhkan rasa pencapaian. Jika aktivitas yang sebelumnya dinikmati kehilangan daya tariknya, pertimbangkan kemungkinan depresi dan konsultasikan dengan psikiater.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved