Kapan waktu terbaik untuk minum susu? Apa yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi susu?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Susu memainkan peran penting dalam diet harian kita, terutama untuk suplementasi kalsium. Namun, mengonsumsinya pada waktu yang salah dapat mengurangi manfaat nutrisinya atau menyebabkan panas dalam. Hari ini, mari kita jelajahi waktu optimal untuk minum susu.
Para ahli menyarankan tiga waktu optimal untuk mengonsumsi susu: Sarapan sebaiknya memenuhi 25-30% kebutuhan kalori harian. Mengonsumsi segelas susu bersama telur atau roti memberikan nutrisi yang cukup. Sekitar pukul 4 sore, susu yang dikonsumsi sebelum makan malam bermanfaat. Segelas susu sebelum tidur membantu tidur, dengan biskuit memperkuat efeknya.
Tidak disarankan untuk mengonsumsi jeruk dalam satu jam sebelum atau setelah minum susu. Hal ini karena protein dalam susu akan menggumpal saat bertemu dengan asam buah dalam jeruk, sehingga mengganggu pencernaan dan penyerapan. Buah-buahan asam lainnya juga sebaiknya dihindari pada waktu tersebut.
Lalu, apa saja pertimbangan lain dalam minum susu?
Pertimbangan utama dalam mengonsumsi susu
Hindari susu mentah; pastikan susu segar dipanaskan dengan baik untuk mencegah penyakit.
Minum susu saat perut kosong tidak disarankan, karena puasa mempercepat peristaltik usus. Protein dalam susu yang dikonsumsi akan cepat diubah menjadi energi dan habis sebelum nutrisi dapat dicerna dan diserap dengan baik, sehingga menyebabkan pemborosan.Disarankan untuk mengonsumsi camilan ringan sebelum minum susu atau meminumnya bersama makanan.
Sekitar 80% protein dalam susu adalah kasein. Ketika pH susu turun di bawah 4,6, jumlah besar kasein mengental dan mengendap, menjadi sulit dicerna dan diserap. Dalam kasus parah, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau diare. Oleh karena itu, minuman asam seperti jus buah tidak boleh dicampur dengan susu.
Beberapa orang lebih suka mengonsumsi obat dengan susu daripada air putih. Namun, susu secara signifikan mengganggu penyerapan obat oleh tubuh. Susu membentuk lapisan pada permukaan obat, menyebabkan mineral seperti kalsium dan magnesium dalam susu bereaksi kimia dengan obat. Reaksi ini menghasilkan senyawa yang tidak larut dalam air, yang menghambat pelepasan dan penyerapan bahan aktif obat. Susu juga sebaiknya dihindari satu jam sebelum dan setelah mengonsumsi obat.
Konsumsi susu dingin secara berlebihan tidak dianjurkan, karena dapat mengganggu motilitas gastrointestinal, berpotensi menyebabkan diare ringan, dan mencegah tubuh menyerap sebagian besar nutrisi susu.
PRE
NEXT