Apakah Mendaki Tangga Merusak Sendi? Bagaimana Berolahraga dengan Bijak?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Sendi lutut adalah sendi yang krusial namun kompleks dalam tubuh manusia. Karena menanggung sebagian besar berat badan saat berdiri tegak, penggunaan yang berkepanjangan menyebabkan keausan, menjadikannya sendi dengan insiden penyakit tertinggi. Gangguan lutut timbul dari berbagai penyebab, termasuk kelemahan internal sendi dan faktor eksternal. Keyakinan umum bahwa menaiki tangga merusak lutut memiliki dasar kebenaran.
Secara anatomis, otot dan kartilago di sekitar sendi lutut termasuk area paling rentan di tubuh. Tulang di atas dan di bawah sendi lutut menanggung sekitar sembilan puluh persen berat badan, sehingga sendi lutut paling rentan terhadap cedera selama aktivitas fisik. Meskipun menaiki tangga, sebagai bentuk latihan yang umum, menawarkan banyak manfaat—seperti meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan memperbaiki koordinasi otot—ia juga memiliki potensi kerugian.
Beberapa dokter menggambarkan berjalan di bukit sebagai bentuk olahraga yang paling tidak disarankan, karena memiliki karakteristik yang sama dengan naik tangga sebagai aktivitas yang menahan beban. Dari pinggang hingga telapak kaki, seluruh berat badan ditanggung, sementara sendi lutut harus terus-menerus membengkok selama berjalan di bukit dan naik tangga. Kerusakan yang dihasilkan cukup signifikan, dan jenis kerusakan ini tidak dapat diperbaiki oleh kekuatan eksternal. Inilah salah satu alasan mengapa orang tua sering mengalami nyeri sendi, sehingga disarankan bagi mereka untuk menghindari partisipasi berlebihan dalam aktivitas semacam itu.
Banyak orang mengenal pepatah bahwa naik itu mudah, turun itu sulit. Naik hanya melibatkan beban berat badan sendiri, sedangkan turun menambahkan gaya gravitasi yang mempercepat gerakan. Menjaga keseimbangan memerlukan penyeimbangan gaya ke bawah ini, yang menimbulkan beban lebih besar pada sendi lutut. Kontrol yang buruk terhadap gaya ini juga dapat menyebabkan situasi berbahaya.
Tentu saja, mendaki bukit dan mendaki tangga tidak dapat dipertukarkan. Mendaki tangga melibatkan pendakian dan penurunan vertikal yang cepat, yang menimbulkan beban fisik yang lebih besar karena kemiringan yang hampir vertikal. Mendaki bukit, di sisi lain, berlangsung secara bertahap ke atas, sehingga menimbulkan beban yang relatif lebih rendah.
Bagaimana cara mendekati pendakian tangga dan berjalan di bukit dengan bijak?
Pertama, selalu lakukan pemanasan secara menyeluruh. Regangkan dan pijat otot kaki dan lutut untuk merangsang produksi cairan sinovial. Pertimbangkan penggunaan penyangga lutut dan sepatu yang sesuai.
Selama aktivitas, jaga moderasi. Atur kecepatan dengan tepat, kelola tingkat usaha, tetap rileks, istirahat saat merasa nyeri, dan nikmati kesenangan bergerak.
Pilihlah jalan tanah jika memungkinkan, karena jalan tanah dan jalan pegunungan yang berkelok-kelok lebih lembut bagi lutut dibandingkan jalan beton atau tangga.
Setelah berolahraga, lakukan gerakan ringan untuk memungkinkan lutut Anda rileks secara alami, yang membantu melindunginya hingga batas tertentu.
Dibandingkan dengan aktivitas seperti mendaki bukit atau menaiki tangga, berenang dan bersepeda paling cocok untuk mereka yang memiliki lutut lemah. Bagi orang tua, berjalan perlahan di bukit lebih disarankan daripada menaiki tangga.
PRE
NEXT