Buang air besar yang terlalu lama memiliki efek yang signifikan pada tubuh
Encyclopedic
PRE
NEXT
Banyak orang kini menghabiskan waktu lama di toilet, seringkali lebih dari setengah jam. Perhatikan: buang air besar yang terlalu lama tidak bermanfaat dan berisiko bagi kesehatan. Disarankan untuk membiasakan kebiasaan buang air besar yang sehat dan segera memperbaiki kebiasaan buruk demi kesehatan. Jadi, apa bahaya buang air besar yang terlalu lama? Bagi yang ingin tahu, bacalah dengan seksama.
Risiko Durasi Buang Air Besar yang Terlalu Lama
1. Pemicu Peradangan
Selama musim dingin, banyak orang menutup rapat jendela dan pintu kamar mandi. Berada dalam ruang tertutup dan kurang ventilasi dalam waktu lama meningkatkan paparan bakteri. Setelah bakteri menginfeksi permukaan kulit yang sensitif, mereka dapat berkembang biak dan berpotensi masuk ke dalam tubuh, memicu kondisi peradangan.
2. Risiko sembelit yang meningkat
Dalam kondisi normal, buang air besar seharusnya selesai dalam 5 hingga 10 menit. Jika waktu di toilet melebihi 10 menit, sembelit kemungkinan besar akan terjadi. Sembelit sangat tidak nyaman, seringkali menyebabkan beberapa hari tanpa dorongan untuk buang air besar. Bahkan ketika dorongan muncul, hanya sedikit feses yang dikeluarkan, meninggalkan ketidaknyamanan perut yang persisten.
Selain itu, sembelit yang berkepanjangan menyebabkan penumpukan feses yang signifikan di dalam usus, berkontribusi pada obesitas perut. Hal ini juga memicu proliferasi toksin, merusak kesehatan usus. Oleh karena itu, kebiasaan duduk terlalu lama di toilet perlu segera diperbaiki.
3. Kerusakan sendi
Banyak orang lebih suka duduk jongkok di toilet, menganggap posisi ini memudahkan buang air besar.Namun, jongkok dalam waktu lama dapat merusak sendi lutut. Menjaga posisi ini meningkatkan tekanan pada lutut, dan seiring waktu, kerusakan ini semakin parah, seringkali menyebabkan nyeri. 4. Penurunan Aliran Darah ke Otak Jongkok dalam waktu lama mengalihkan sejumlah besar darah ke kaki dan tubuh bagian bawah. Akibatnya, darah yang mencapai otak berkurang.Ketika otak menerima darah yang tidak cukup, seseorang mungkin mengalami pusing saat berdiri, yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh. Cara mengembangkan kebiasaan buang air besar yang sehat 1. Minum air mendidih yang dingin setelah bangun tidur Setelah bangun di pagi hari, sebelum menyikat gigi atau makan, disarankan untuk minum dua atau tiga gelas air mendidih yang dingin. Saat masuk ke perut, air dingin memicu refleks yang merangsang peristaltik usus besar.Secara bersamaan, hal ini memungkinkan kotoran yang terakumulasi di usus menyerap kelembapan, sehingga tinja menjadi lebih lunak. Hal ini memudahkan pengeluaran tinja selama peristaltik usus besar. 2. Konsumsi susu dingin setelah bangun Bagi yang tidak menyukai air dingin, susu dingin memiliki fungsi serupa.Hal ini karena susu mengandung laktosa, yang merangsang usus besar. Konsumsi moderat dapat mempercepat peristaltik usus besar, sehingga mempermudah pengeluaran tinja.
3. Tetapkan rutinitas buang air besar yang teratur
Untuk menghindari sembelit, biasakan buang air besar pada waktu yang tetap. Misalnya, luangkan beberapa menit di toilet setiap pagi setelah bangun tidur, dan jaga jadwal harian ini.Setelah konsisten melakukannya dan membentuk rutinitas, Anda akan secara alami merasa ingin buang air besar pada waktu yang telah ditentukan. Penting untuk segera melakukannya pada saat itu. Jangan menahan keinginan, karena hal ini mengganggu ritme usus dan memperparah sembelit. 4. Konsumsi makanan kaya serat individu yang mengalami buang air besar yang lama atau sulit disarankan untuk meningkatkan asupan makanan yang kaya serat. Setelah masuk ke dalam tubuh, komponen ini membantu meningkatkan volume feses.Serat juga merangsang peristaltik usus, mempercepat pengeluaran feses untuk mengurangi beban tubuh. Selain itu, serat membantu membersihkan usus, mencegah penumpukan feses lama dalam usus. Hal ini menghindari penumpukan toksin dalam usus, sehingga mengurangi risiko gangguan usus. Oleh karena itu, disarankan untuk secara teratur mengonsumsi sayuran segar, buah-buahan, dan oatmeal.
PRE
NEXT