Makanan apa yang membantu menjaga kehangatan bagi mereka yang mudah kedinginan?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Meskipun musim dingin disukai banyak orang, beberapa individu mengalami sensitivitas yang lebih tinggi terhadap dingin. Selain olahraga fisik dan pakaian berlapis, memasukkan makanan yang menghangatkan ke dalam diet dapat memperkuat ketahanan tubuh terhadap dingin. Makanan apa yang dapat memberikan kehangatan lebih bagi mereka yang mudah merasa dingin?
Daging: Daging anjing, domba, sapi, dan rusa sangat efektif untuk menghangatkan tubuh. Kaya akan protein, karbohidrat, dan lemak, daging-daging ini bermanfaat untuk fungsi ginjal, menguatkan energi yang, menghangatkan bagian tengah dan bawah tubuh, serta mengisi kembali qi sambil meningkatkan sirkulasi darah. Mengonsumsi daging-daging ini mempercepat metabolisme pada konstitusi yang kekurangan yang dan meningkatkan fungsi endokrin, sehingga memberikan perlindungan terhadap dingin.Akar teratai, wortel, umbi lili, ubi jalar, sayuran berdaun hijau, dan kubis Cina kaya akan garam anorganik. Mengonsumsi makanan-makanan ini disarankan. Makanan pedas: Cabai mengandung capsaicin, jahe mengandung minyak aromatik volatil, dan lada hitam mengandung piperine. Mengonsumsi makanan pedas ini mengusir angin dan dingin, meningkatkan sirkulasi darah, dan menaikkan suhu tubuh.
Makanan kaya yodium: Rumput laut, laver, garam laut, lumut rambut, ubur-ubur, kerang, kubis Cina, bayam, dan jagung merangsang sekresi hormon tiroid.
Makanan kaya zat besi: Peneliti dari Pennsylvania State University menemukan bahwa kekurangan zat besi dalam darah juga berkontribusi pada sensitivitas terhadap dingin.
Wanita dengan anemia memiliki suhu tubuh 0,7°C lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar hemoglobin normal, disertai dengan penurunan produksi panas sebesar 13%. Meningkatkan asupan besi secara signifikan meningkatkan toleransi terhadap dingin. Oleh karena itu, wanita yang mudah merasa dingin dapat secara sadar meningkatkan konsumsi makanan kaya besi seperti hati hewan, daging tanpa lemak, bayam, dan kuning telur.
Hormon tiroid memiliki efek termogenik, mempercepat proses oksidatif di sebagian besar jaringan tubuh (kecuali otak, kelenjar, dan rahim). Hal ini meningkatkan produksi panas, menaikkan laju metabolisme basal, memperbaiki sirkulasi darah kulit, dan meningkatkan ketahanan terhadap dingin.
PRE
NEXT