Mengapa pria menikah karena kesepian?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Faktor fisiologis atau psikologis dapat menimbulkan rasa kesepian pada pria. Ditambah dengan pengaruh sosial, hal ini seringkali membuat mereka mencari pernikahan sebagai cara untuk meredakan rasa isolasi tersebut.
Penyebab Fisiologis
Pria berasal dari rahim wanita dan dibesarkan oleh mereka.Persahabatan dengan wanita memberikan kehidupan mereka ikatan yang mendalam, sehingga bahkan tanpa cinta, mereka mendambakan pernikahan dan keluarga. Namun, ketika terlalu dekat dengan wanita, mereka mengembangkan rasa takut bahwa martabat dan kekuatan maskulin mereka mungkin lenyap oleh kelembutan feminin.Mereka merindukan keintiman namun takut ketidakdewasaan mereka akan terombang-ambing oleh kasih sayang orang lain, sehingga mereka menjadi reserved, waspada, dan lebih memilih kualitas daripada kuantitas.
Pria mungkin mendalam, menjulang, dan berkuasa seperti pohon besar, namun mereka tidak dapat mengubah satu pohon menjadi hutan. Pohon secara alami soliter; roh mereka menuntut jarak yang cukup dari yang lain.
Alasan sosiologis
Sejak kecil, mereka menginternalisasi keyakinan bahwa "pria harus kuat," dan bayang-bayang "takut akan kelemahan mereka sendiri" mengikuti mereka sepanjang hidup. Ketika dibandingkan dengan wanita, mereka masih dapat melihat kekuatan mereka sendiri; namun sendirian, mereka kekurangan kepercayaan diri untuk mengukuhkan "kekuatan" ini, sehingga merasa cemas, bahkan takut.
Ketika seorang pria kehilangan kewaspadaan atau ketidaksukaannya terhadap seorang wanita yang mendekat, hal itu menandakan ia menaruh harapan untuk meredakan kesepiannya pada hubungan intim—baik fisik maupun psikologis.
Oleh karena itu, pada masa damai, ketika pria dan wanita berperang, rumah menjadi medan perang utama. Strategi mereka tidak melibatkan tinju, melainkan kemauan; tidak ada pihak yang menyerah, menciptakan dinamika menarik dalam hubungan gender.
PRE
NEXT