Merasa sangat lelah tapi tidak bisa tidur? Itu adalah penundaan tidur
Encyclopedic
PRE
NEXT
Setiap malam, meskipun lelah sekali, seseorang tetap menolak untuk tidur. Berbaring di tempat tidur sambil menggulir feed media sosial atau menjelajahi microblog, sebelum disadari sudah jam satu atau dua pagi. Lalu harus bangun pagi untuk bekerja keesokan harinya – tak heran lingkaran hitam di bawah mata terbentuk. Ini adalah penundaan tidur klasik, terutama umum di kalangan muda.
Apa itu penundaan tidur?
"Penundaan tidur" adalah konsep baru yang diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir oleh peneliti Belanda yang mempelajari penundaan dan kesehatan. Mereka mengusulkan bahwa kekurangan tidur yang meluas di masyarakat modern kemungkinan besar disebabkan oleh individu yang sengaja menunda waktu tidur, bukan faktor eksternal yang traditionally dikaitkan dengan insomnia atau shift malam.
Bahaya penundaan tidur
1. Sistem kekebalan tubuh melemah. Malam-malam yang terus-menerus larut, kelelahan, dan lesu secara bertahap melemahkan pertahanan tubuh, membuat Anda rentan terhadap pilek, infeksi saluran pencernaan, alergi, dan gangguan sistem saraf otonom lainnya.Orang yang tidur larut malam sering merasa lelah, dan "makanan ringan malam hari" menjadi sumber energi penting bagi mereka yang bekerja hingga larut malam. Namun, mengonsumsi makanan tersebut dapat menimbulkan risiko serius bagi lambung. Hal ini karena sel epitel yang melapisi lambung memiliki umur yang sangat pendek, biasanya beregenerasi setiap 2-3 hari. Proses regenerasi ini umumnya terjadi pada malam hari saat saluran pencernaan beristirahat.Makanan malam yang sering mengganggu istirahat penting saluran pencernaan, menghambat perbaikan mukosa. Hal ini dapat memicu sekresi asam lambung berlebihan, mengiritasi lapisan lambung. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan erosi mukosa dan tukak lambung.Kafein merangsang kewaspadaan mental dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Meskipun memberikan energi sementara, kafein menguras vitamin B yang esensial untuk koordinasi saraf dan otot. Individu yang kekurangan vitamin B sudah rentan terhadap kelelahan, berpotensi menciptakan siklus berbahaya di mana ketergantungan pada teh atau kopi berkembang. Seiring meningkatnya toleransi, jumlah yang lebih besar diperlukan, secara bertahap mengurangi kualitas tidur.Mengapa penundaan tidur terjadi? 1. Kita secara tidak sadar "sengaja" menunda tidur, merampas diri sendiri. Kita semua tahu bahwa kurang tidur mengganggu fungsi endokrin, menyebabkan jerawat di wajah, memicu kecemasan dan depresi, mengganggu konsentrasi, dan secara drastis mengurangi efisiensi kerja. Kita berjanji pada diri sendiri setiap hari untuk tidur delapan jam, namun seringkali kenyataan tidak sesuai harapan. 2.Kita sering terjebak dalam lingkaran setan tidak ingin tidur di malam hari dan tidak ingin bangun di pagi hari. Bagi kebanyakan orang, kita bangun hanya untuk bekerja, dan bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tugas yang kita lakukan setiap hari tidak selalu sesuai dengan apa yang kita cintai. Menunda tidur pun menjadi hal yang wajar.
3. Setelah pekerjaan, studi, atau tugas rumah tangga selesai, hal paling menyenangkan adalah akhirnya memiliki waktu luang pribadi. Momen-momen seperti itu seringkali lebih dihargai, dan kita tidak ingin melewatkannya.Tentu saja, kita menunda-nunda.
4. Kita hidup di era komersial di mana banyak orang menjalani rutinitas kerja dari jam sembilan hingga lima. Saat malam tiba, kita berusaha memanfaatkan waktu luang ini untuk mengejar passion, mengubah hobi menjadi karier sampingan. Hal ini membawa penghasilan tambahan dan kebahagiaan yang lebih besar.
5. Rendahnya kendali diri adalah penyebab lain yang signifikan dari penundaan. Kita kesulitan menahan diri untuk tidak memeriksa ponsel, menggulir feed media sosial, atau menghapus riwayat obrolan secara berulang saat bosan. Dengan perangkat elektronik yang semakin canggih, kita secara bertahap menjadi terpesona—dan mungkin bahkan dikendalikan—olehnya.
Cara Menghindari Penundaan Tidur
Pertama, kemalasan adalah kebiasaan yang dibentuk. Ia dimulai sebagai kelambanan fisik dan berkembang menjadi kelambanan mental. Setelah pikiran menjadi malas, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membalikkan pola tersebut. Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan semangat menjadi malas.
Buatlah rencana harian untuk diri sendiri, pastikan tugas-tugas diselesaikan dalam satu hari. Jaga tingkat energi yang cukup dan hindari membiarkan tubuh menjadi lesu dan tidak termotivasi.
PRE
NEXT