Apa bahaya lensa kontak berwarna?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Lensa kontak berwarna dapat membuat mata terlihat lebih besar. Kepopulerannya terlihat jelas saat melihat aktris seperti Tang Yan mengenakannya dalam drama periode. Namun, apa risiko penggunaan yang sering? Di bawah ini kami uraikan potensi bahaya penggunaan lensa kontak berwarna secara rutin.Apa risiko penggunaan lensa kontak secara rutin? Semua lensa kosmetik berisiko bagi mata, dan menghindari penggunaannya sepenuhnya adalah yang terbaik. Penggunaan rutin membawa beberapa bahaya:
1. Pewarnaan kornea: Untuk menghemat biaya, beberapa produsen memproduksi lensa dengan hanya dua lapisan alih-alih tiga lapisan standar. Mereka mengaplikasikan pewarna langsung ke permukaan dalam lensa dan mengeringkannya. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pewarnaan kornea.
2. Kemerahan dan peradangan mata: Lensa kontak berwarna yang mengandung bahan kimia tambahan berlebihan dapat menyebabkan kemerahan dan peradangan mata akibat kebiasaan penggunaan yang buruk, sensitivitas mata individu, atau faktor lingkungan.
3. Kebutaan permanen: Penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang dapat menyebabkan hipoksia kornea, deformasi, dan infeksi mata, yang dapat menyebabkan kondisi serius seperti perforasi kornea dan berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
4. Risiko peradangan kornea: Pengguna lensa kontak dan lensa berwarna mungkin mengalami tingkat peradangan kornea yang bervariasi, karena lensa ini mengganggu metabolisme kornea normal dan produksi air mata.
Apa masalah yang ditimbulkan oleh lensa kontak berwarna?
1. Ketidakmampuan beradaptasi: Lensa berwarna menghalangi kornea untuk mendapatkan udara, menyebabkan kekurangan oksigen yang mengganggu fungsi metabolik normal dan melemahkan daya tahan. Bahkan merek premium dan lensa berkualitas tinggi tetap berisiko, karena tidak ada lensa—terlepas dari permeabilitas oksigen atau kandungan airnya yang tinggi—yang dapat sepenuhnya memenuhi tuntutan fisiologis bola mata.
2. Kualitas yang bervariasi: Kualitas lensa kontak berwarna yang dijual di pasaran sangat bervariasi. Beberapa penjual memperoleh produk melalui saluran yang tidak jelas, dan lensa bekas bahkan mungkin dicampur. Namun, karena lensa kontak berwarna tidak memerlukan "resep" dan hanya berfungsi sebagai aksesori dekoratif, mereka tidak tunduk pada peraturan akses pasar yang ketat dan pengawasan seperti kacamata. Selain itu, bahkan ketika penjual ditemukan menjual lensa bekas, tidak ada ketentuan "denda" yang relevan.
3. Ketidakhadiran protokol sterilisasi. Selain perbedaan kualitas, banyak penjual gagal menerapkan prosedur sterilisasi yang ketat saat menyediakan lensa uji coba, memfasilitasi penularan bakteri dan menyebabkan infeksi.
Pencegahan saat menggunakan lensa kontak berwarna:
1. Jika penggunaan lensa berwarna sangat diperlukan, sterilkan dan bersihkan lensa secara menyeluruh terlebih dahulu. Sebelum memasang, cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir setidaknya dua kali.
2. Berhati-hatilah saat memasang dan melepas lensa untuk mencegah cedera pada bola mata atau kornea.
3. Segera lepaskan lensa jika merasa tidak nyaman. Konsultasikan dengan dokter mata spesialis untuk pemeriksaan jika ketidaknyamanan mata berlanjut, pastikan tidak ada kondisi mata yang mendasar sebelum mengenakan lensa.
4. Jika terjadi kekeringan setelah pemasangan, hindari penggunaan tetes mata biasa. Beli tetes pelumas khusus lensa kontak dari optik.
5. Jangan memasang lensa yang baru dibeli secara langsung. Rendam terlebih dahulu dalam larutan yang dianjurkan selama empat jam.
6. Potong kuku yang terlalu panjang untuk mencegah goresan pada permukaan lensa.
7. Karena lensa berwarna menempel erat pada mata, hindari menggosok mata saat mengenakannya untuk mencegah kerusakan kornea dan masalah mata. Perlu diingat bahwa lensa berwarna tersedia secara luas, tetapi hindari membeli dari toko kecil di mana kualitas tidak dapat dijamin.
Disarankan untuk membeli dari optik terpercaya, memeriksa kualitas, detail produsen, dan membaca petunjuk dengan cermat.
PRE
NEXT