Berdiri dalam posisi tetap selama 10 menit setiap hari: mengisi ulang energi ginjal, meningkatkan vitalitas, dan memperkuat tubuh
Encyclopedic
PRE
NEXT
Di ruang terbuka taman, Pak Wang berdiri dengan tangan menggantung longgar di sisi tubuhnya, tampak sedang melamun. Namun, posturnya tetap anggun dan tenang, membedakannya dari pejalan kaki biasa.
Banyak orang penasaran mendekat dengan berbagai alasan untuk bertanya: "Pak Wang, jenis bela diri apa yang Anda latih?"
"Berdiri tegak! Saya telah berlatih metode ini dengan tekun selama sepuluh tahun tanpa henti, dan hasilnya sangat efektif." Meskipun sudah berusia di atas enam puluh tahun, Kakek Wang tetap sangat bugar. Latihan berdiri tegak setiap pagi yang konsisten telah mempertahankan kondisi fisiknya yang prima.
Seperti pepatah mengatakan, "Semua penyakit berasal dari dingin, dan dingin berasal dari kaki." Kaki sering disebut sebagai "jantung kedua".Setelah usia empat puluh, otot gluteal sering mulai atrofi dan kendur, menyebabkan tubuh bagian bawah semakin lemah. Berdiri桩, bagaimanapun, menancapkan tubuh dengan kokoh melalui kaki, menghubungkan langit dan bumi sambil mengatur energi vital. Latihan ini membersihkan yin dan memperkuat yang dengan usaha fisik minimal, menjadikannya sangat penting bagi mereka yang memiliki konstitusi lemah dan kekurangan energi ginjal.
Posisi berdiri adalah metode paling sederhana untuk menjaga kesehatan bagi individu modern.
Praktik posisi berdiri memiliki sejarah panjang, menjadi teknik menjaga kesehatan tertua yang tercatat.
Sejak lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Kitab Dalam Kaisar Kuning mencatat: "Angkat langit dan bumi, pegang yin dan yang, hirup energi vital, berdiri sendiri menjaga roh, otot sebagai satu."
"Berdiri seperti pinus, duduk seperti lonceng" merangkum metode menjaga kesehatan yang dianjurkan oleh praktisi Tiongkok kuno. Dibandingkan dengan duduk, beban pada cakram lumbar berkurang saat berdiri tegak. Sirkulasi darah 30% lebih cepat saat berdiri daripada saat duduk, sehingga lebih efektif dalam menguatkan roh.
Praktik menunjukkan bahwa latihan berdiri桩 mengatur pernapasan, melancarkan aliran qi dan darah, merilekskan tendon dan ligamen, menutrisi otot, dan membersihkan meridian. Hal ini memungkinkan sistem saraf beristirahat dan berolahraga secara penuh, meningkatkan aktivitas metabolisme di seluruh tubuh. Ini memperkuat kekuatan dan fleksibilitas kaki, meningkatkan fungsi organ dalam, sehingga mencapai pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, penguatan fisik, dan kecerdasan mental.
Dalam latihan harian, orang sering secara kebiasaan melakukan "latihan fisik yang berat". Ahli Kedokteran Tradisional Tiongkok Lü Jingshan menyarankan: "Tenangkan pikiran, ambil postur yang benar, dan hanya diam saja."Olahraga harus dilakukan dengan moderasi; moderasi memperkuat tubuh, sedangkan berlebihan mengganggu keseimbangan yin-yang dan merusak kesehatan. Meskipun postur berdiri tampak statis, sebenarnya melibatkan gerakan konstan – pikiran tenang dengan energi yang bergerak, di mana kekakuan dan kelenturan berharmoni untuk memastikan aliran qi dan darah yang lancar serta jiwa yang tenang.
Prinsip utama postur berdiri yang benar:
1.Relaksasi
Dasar dari latihan postur berdiri terletak pada pencapaian relaksasi total baik secara rohani maupun fisik. Pertama, ini melibatkan relaksasi mental dan sadar: selama latihan, seseorang harus melepaskan semua pikiran aktif dan membuang gagasan yang mengganggu. Kedua, ini mencakup relaksasi fisik—dari kepala hingga ujung kaki, meliputi organ, tulang, otot, kulit, rambut, dan seluruh permukaan tubuh. Setiap bagian harus benar-benar rileks.
2. Ketenangan
Pilih lingkungan yang relatif tenang untuk postur berdiri. Jaga kejernihan pikiran dan tubuh, fokus sepenuhnya pada aktivitas saat ini. Hindari pikiran yang melayang, gangguan visual eksternal, atau rangsangan pendengaran eksternal.
3. Kealamian
Biarkan segala sesuatu berlangsung secara alami selama postur berdiri: kesadaran, pernapasan, dan bentuk fisik. Pembinaan terjadi secara alami tanpa niat sengaja; jangan memaksakannya.
Postur sangat penting dalam latihan berdiri桩 untuk menjaga kesehatan
Wang Jun, Associate Professor Fisiologi Olahraga di Universitas Olahraga Beijing, menjelaskan bahwa latihan berdiri桩 menjaga ketegangan otot dan tendon. Latihan ini secara efektif melatih otot gluteal dan paha, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah jatuh. Selain itu, latihan ini sangat cocok untuk individu yang tidak memiliki pengalaman berolahraga sebelumnya dan sesuai untuk semua kelompok usia.
Posisi paling umum melibatkan kaki selebar bahu dengan lutut sedikit ditekuk. Tangan ditempatkan di perut atau dada, jari-jari saling bertautan dengan telapak tangan menghadap satu sama lain, menjaga jarak sekitar 10 sentimeter di antara keduanya.
Sesuaikan postur dengan menyelaraskan kepala, rilekskan rahang sedikit, dan pastikan bahu dan pinggul sejajar. Mengaktifkan jari kaki dan telapak kaki memberikan latihan efektif untuk kaki dan lutut, memperkuat otot-otot bagian bawah tubuh.
Selama postur berdiri, bahu harus tetap rileks sebisa mungkin, dengan perasaan meregang, disertai dengan menurunkan siku.Pertahankan konsentrasi yang terfokus sepanjang latihan, bebaskan pikiran dari gangguan sambil rileks seluruh tubuh dan bernapas secara alami.
Sebelum latihan postur berdiri, pastikan pemanasan yang cukup. Setiap sesi idealnya berlangsung 10 hingga 20 menit, umumnya tidak melebihi satu jam. Pemula mungkin merasakan kehangatan atau getaran di sendi lutut setelah 3 hingga 5 menit; jika hal ini menjadi tidak nyaman, berhentilah sebentar sebelum melanjutkan.
Hindari berlatih dalam keadaan perut kosong atau segera setelah makan berat. Karena postur berdiri memerlukan waktu yang lama dalam posisi yang benar, bentuk yang salah dapat menyebabkan ketegangan tulang. Segera sesuaikan postur jika salah, dan hentikan segera jika merasa tidak nyaman selama latihan.
Pose berdiri tidak dapat dikuasai dalam semalam; mereka membutuhkan kesabaran. Prinsip paling penting dapat diringkas dalam empat kata: relaksasi dan ketekunan. Hanya melalui pendekatan ini seseorang dapat benar-benar merasakan manfaat dari pose berdiri.
PRE
NEXT