Kapan dan berapa banyak air yang harus diminum setiap hari untuk kesehatan optimal
Encyclopedic
PRE
NEXT
Air menyusun tujuh puluh persen permukaan Bumi dan tujuh puluh persen tubuh manusia. Kesamaan yang menakjubkan ini menyoroti pentingnya air bagi kesehatan kita. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin bingung memilih makanan sambil jarang memikirkan air minum.Sebagian besar orang menganggap minum air adalah hal yang paling sederhana di dunia – cukup ambil gelas dan minum, bukan? Faktanya, ilmu hidrasi jauh lebih kompleks dari itu. Baik waktu maupun jumlah air yang dikonsumsi memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan.
Pendekatan Berbeda untuk Kelompok Berbeda
Bagi yang sedang pilek: Minum lebih banyak air.Sebuah artikel di The New York Times pada 21 Januari 2011 mencatat bahwa minum air yang cukup atau jus buah murni saat pilek dapat mempercepat pemulihan dengan membantu membersihkan lendir dari saluran pernapasan, sehingga pernapasan menjadi lebih mudah. Selain itu, saat demam, mekanisme perlindungan tubuh memicu respons pendinginan, yang menyebabkan metabolisme meningkat melalui keringat, pernapasan cepat, dan evaporasi kulit yang lebih tinggi. Hal ini memerlukan penggantian cairan yang cukup.Minum lebih banyak air tidak hanya merangsang keringat dan buang air kecil tetapi juga membantu regulasi suhu, memfasilitasi pengusiran patogen dari tubuh secara cepat.
Bagi yang mengalami sembelit: minum air dalam tegukan besar. Penyebab sembelit dapat dirangkum sebagai berikut: pertama, adanya penumpukan feses di tubuh akibat dehidrasi; kedua, penurunan kemampuan pengeluaran pada organ seperti usus.Minum air dalam tegukan besar dan menelan lebih cepat memungkinkan air mencapai usus lebih cepat, merangsang peristaltik, dan memperlancar buang air besar. Kedokteran tradisional Tiongkok mengaitkan sembelit sebagian dengan kekurangan cairan tubuh; meneguk air dengan cepat mengembalikan cairan tersebut, sehingga merangsang gerakan usus dan memperlancar buang air besar.Chen Xiafei, Ahli Gizi Utama di Departemen Gizi Rumah Sakit Shanghai East, merekomendasikan agar individu yang mengalami sembelit menambah asupan air dengan serat makanan untuk hasil optimal. Mengonsumsi segelas jus sayuran tinggi serat setiap hari sangat dianjurkan.
Bagi yang kelebihan berat badan: minum segelas air sebelum dan setelah makan. Banyak reaksi kimia dalam tubuh manusia terjadi dalam lingkungan air.Hidrasi yang cukup memastikan sistem metabolisme tubuh berfungsi dengan baik. Bagi yang kelebihan berat badan, minum segelas kecil air sekitar setengah jam sebelum makan dapat meningkatkan rasa kenyang. Segelas kecil air lagi setengah jam setelah makan membantu pencernaan dan mendukung pengelolaan berat badan.Untuk mencegah dehidrasi setelah muntah parah atau diare, mengonsumsi sedikit air garam ringan dapat mengembalikan energi dan meredakan kelemahan. Cara pekerja kantor menjaga hidrasi Detoksifikasi: Segelas air di pagi hari. Banyak orang menyadari manfaat minum air setelah bangun tidur. Setelah aktivitas metabolik semalaman, limbah tubuh memerlukan bantuan eksternal untuk dibuang, dengan air sebagai agen pembersih optimal.Pada saat ini, sel-sel tubuh menyerupai spons yang kering, menyerap air yang diminum dan mengeluarkan limbah dalam waktu sekitar 40 menit. Ini merupakan proses detoksifikasi yang vital. Air garam encer, air madu, atau air mendidih biasa semuanya merupakan pilihan yang cocok untuk dikonsumsi di pagi hari. Ahli menyarankan untuk tidak minum air yang terlalu dingin atau terlalu panas di pagi hari; suhu sekitar 40 derajat Celsius adalah yang ideal.
Kekesalan: Minum Banyak Air.Otak memproduksi endorfin, yang dikenal sebagai "hormon kebahagiaan," sementara adrenalin sering disebut sebagai "hormon stres." Saat stres atau mudah marah, adrenalin meningkat. Seperti racun lainnya, adrenalin dapat dikeluarkan dari tubuh, dan peningkatan asupan air adalah salah satu caranya. Aktivitas fisik membantu proses ini, karena adrenalin dikeluarkan melalui keringat. Alternatifnya, menangis dengan baik memfasilitasi pengeluaran adrenalin melalui air mata.
Pengurangan stres: Minum air sebelum mengambil keputusan. Penelitian dari Universitas East London menemukan bahwa mahasiswa yang minum air sebelum ujian mengalami peningkatan fungsi kognitif, yang mengarah pada kinerja yang lebih baik. Bagi pekerja kantoran, minum air sebelum menghadapi tekanan berlebihan atau mengambil keputusan dapat membantu membersihkan pikiran.
Tidak haus? Minum air tetaplah.Survei Departemen Kesehatan Hong Kong menunjukkan bahwa sepertiga orang dewasa mengonsumsi kurang dari enam gelas air per hari. Profesional sibuk seringkali tidak minum air selama setengah hari. Situs web US Water Health mencatat bahwa saat rasa haus dirasakan, tubuh telah kehilangan setidaknya 1% cairannya. Oleh karena itu, pekerja kantoran sebaiknya membiasakan diri dengan kebiasaan hidrasi dan buang air kecil yang sehat: minum air setiap jam dan buang air kecil setiap dua hingga tiga jam.
Bagaimana lansia sebaiknya mengonsumsi air
Sebelum tidur: Minum beberapa teguk. Selama tidur nyenyak, kehilangan cairan tubuh mengurangi volume darah, sehingga meningkatkan viskositas darah.Sebuah jumlah kecil air sebelum tidur dapat mengurangi viskositas darah, sehingga menurunkan risiko trombosis serebral. Selain itu, selama musim gugur dan musim dingin yang kering, air membantu melembapkan saluran pernapasan, memudahkan tidur yang lebih baik. Namun, perlu berhati-hati agar tidak minum berlebihan sebelum tidur. Orang tua sering memiliki kebiasaan bangun di malam hari, dan jika minum air mengganggu tidur, hal itu dapat kontraproduktif.
Setelah mandi: Minum air secara perlahan.Banyak orang merasa haus setelah mandi dan mungkin minum segelas penuh sekaligus. Ahli menekankan bahwa orang tua memiliki kondisi fisik yang lebih lemah dan kapasitas jantung yang kurang kuat dibandingkan orang muda. Terutama setelah mandi air panas, ketika pembuluh darah yang panas melebar dan aliran darah meningkat, detak jantung secara alami meningkat. Oleh karena itu, minum air memerlukan kehati-hatian khusus. Sebaiknya minum secangkir air hangat secara perlahan dalam tegukan kecil, karena minum terlalu cepat dapat menambah beban pada jantung.
Setelah berolahraga: Minumlah sesuai dengan detak jantung Anda. Orang lanjut usia juga sebaiknya menghindari mengonsumsi air dalam jumlah besar segera setelah beraktivitas fisik. Hal ini karena pembuluh darah di saluran pencernaan dalam keadaan berkontraksi pada tahap ini dan memerlukan waktu untuk pulih. Mengonsumsi air dalam jumlah besar secara langsung dapat menyebabkan penumpukan cairan di sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan.Disarankan untuk menunggu beberapa menit hingga detak jantung stabil sebelum meminum air hangat dalam tegukan kecil dan bertahap. Minumlah dengan kecepatan yang stabil, idealnya menyesuaikan frekuensi tegukan dengan ritme detak jantung, dan konsumsi air secara bertahap dalam beberapa sesi. Pendekatan ini memungkinkan jantung menyerap cairan ke dalam tubuh secara teratur dan stabil.
PRE
NEXT