Mengungkap manfaat dan penggunaan biji strychnos
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bijih Strychnos nux-vomica merupakan herbal tradisional Tiongkok yang sangat kuat dengan berbagai efek terapeutik, termasuk menyebarkan panas darah, mengurangi pembengkakan, dan meredakan nyeri. Meskipun sangat efektif, toksisitasnya juga signifikan. Herbal ini harus diberikan sesuai petunjuk medis untuk memastikan penggunaan yang aman. Di bawah ini kami uraikan fungsi dan aplikasi spesifik bijih Strychnos nux-vomica.
I. Komponen Strychnos nux-vomica:
Bijinya mengandung alkaloid indol, dengan kandungan alkaloid total 3%–5%. Komponen aktif utama adalah strychnine (strychnosine), diikuti oleh brucine. Mereka juga mengandung berbagai alkaloid trace, seperti α- dan β--columbine, heterostylbamine, pseudostylbamine, pseudomaconin, strychnosine, neomaconine, eculizumab, dll.
II. Khasiat biji Strychnos:
Biji Strychnos memiliki rasa pahit, sifat dingin, dan beracun.Ia masuk ke meridian Hati dan Limpa. Ia memiliki sifat untuk melancarkan kolateral, meredakan nyeri dengan melancarkan meridian, menghilangkan dahak dan melarutkan benjolan, mengurangi pembengkakan, dan mendetoksifikasi. Ia terutama digunakan untuk kelumpuhan rematik yang membandel, kebas pada kulit, kelumpuhan anggota tubuh, sakit tenggorokan, dan epilepsi; cedera akibat jatuh atau pukulan termasuk patah tulang, abses, dan nyeri bengkak; sisa-sisa kelumpuhan pada anak-anak, dan artritis rematoid.
III. Fungsi Strychnos Nux-vomica:
1. Membuka Meridian dan Meredakan Nyeri
Strychnos Nux-vomica melemaskan otot, memperlancar sirkulasi darah, mengusir dingin, dan membuka meridian. Obat ini menunjukkan efektivitas yang baik untuk cedera traumatis dan abses dengan pembengkakan dan nyeri. Digunakan untuk mengobati kelumpuhan rematik yang membandel atau kekakuan dan kebas.
2. Mengurangi Pembengkakan dan Melarutkan Benjolan
Benih ini mengobati memar traumatis, pembengkakan, dan nyeri, serta abses dan pembengkakan. Benih ini menunjukkan efektivitas tertentu dalam mengobati berbagai jenis tumor kanker.
3. Menghilangkan Angin dan Kelembapan
Benih Strychnos juga memiliki efektivitas dalam menghilangkan angin-kelembapan dan angin-dingin. Benih ini sangat efektif untuk rematik dan artritis reumatoid.Digunakan untuk mengobati komplikasi polio, herniasi diskus lumbal, neuralgia trigeminal, artritis reumatoid, cedera traumatis dengan nyeri akibat stasis darah, nyeri sendi akibat angin-dingin-kelembapan, kekakuan dan kebas sendi secara umum, serta kondisi neoplastik.
4. Anti-inflamasi dan Antibakteri
Biji Strychnos memiliki sifat anti-inflamasi, terbukti efektif dalam mengobati kondisi inflamasi non-spesifik seperti abses dan pembengkakan.
5. Analgesik
Biji Strychnos termasuk di antara analgesik tradisional Tiongkok yang paling kuat, terutama efektif untuk nyeri tulang rematik dan ketidaknyamanan akibat cedera otot.
6. Meningkatkan Sirkulasi Darah dan Regenerasi Jaringan
Biji Strychnos juga menunjukkan efektivitas tertentu dalam mengobati kelumpuhan infantil, kebas pada anggota tubuh, dan pencegahan kanker.
IV. Efek Farmakologis Biji Strychnos:
1. Stimulasi Sistem Saraf
Brindolamine memiliki efek stimulan pada sistem saraf pusat secara keseluruhan, meningkatkan kapasitas fungsional pusat sensorik di korteks serebral.
2. Efek analgesik
Eksperimen menunjukkan bahwa hipakonit yang terkandung memiliki sifat analgesik dan sedatif, sedangkan strychnine tidak memiliki efek analgesik. Dalam uji perut berputar yang diinduksi asam asetat pada tikus melalui injeksi intraperitoneal, ED50 untuk efek analgesik hipakonit melalui injeksi intramuskular adalah 12,68 mg/kg. Uji papan panas pada tikus mengonfirmasi efektivitas analgesik hipakonit.Efek analgesik ini terkait dengan reseptor M-kolinergik.
3. Induksi Asfiksia
Baik strychnine maupun brucine dalam Strychnos nux-vomica bersifat toksik. Konsumsi 5–10 mg strychnine pada dewasa menyebabkan keracunan, sedangkan 30 mg bersifat fatal. Kematian terjadi akibat kelelahan dan asfiksia akibat kejang tonik berulang.
4. Efek pada sistem pencernaan
Uji langsung melalui fistula usus pada pasien menunjukkan bahwa strychnine tidak merangsang otot polos gastrointestinal manusia. Namun, rasa pahitnya yang intens merangsang reseptor rasa, secara refleks meningkatkan sekresi lambung, dan dengan demikian meningkatkan fungsi pencernaan dan nafsu makan.Studi pada hewan (domba) menunjukkan bahwa dosis oral moderat bubuk strychnos merangsang aktivitas rumen, mengobati atoni rumen; sebaliknya, dosis berlebihan menghambat motilitas rumen, memperburuk atoni.Laporan menunjukkan bahwa alkaloid strychnine memiliki efek antitussif yang kuat terhadap batuk yang diinduksi oleh amonia dan dioksida belerang pada tikus, melebihi efektivitas kodein. Pemberian oral menunjukkan potensi yang jauh lebih besar daripada injeksi intraperitoneal. Metode ekskresi fenol merah pada tikus mengonfirmasi bahwa alkaloid strychnine pada dosis 40 mg/kg memiliki sifat ekspektoran yang signifikan, sebanding dengan klorida amonium, meskipun efek bronkodilatornya relatif lemah.Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa pemberian jangka panjang atau peningkatan dosis meningkatkan efek antihistamin pada kelinci. 6. Efek pada Mikroorganisme Patogen Dekoksi Strychnos nux-vomica (1:2) menunjukkan aktivitas penghambatan yang bervariasi terhadap dermatofita seperti Trichophyton rubrum dan Microsporum audouinii in vitro.
V. Peringatan Penggunaan Biji Strychnos Nux-vomica:
Biji Strychnos nux-vomica sangat beracun; overdosis dapat dengan mudah menyebabkan keracunan. Gejala awal meliputi sakit kepala, pusing, dan gelisah, diikuti oleh kekakuan leher, kekakuan seluruh tubuh, dan bahkan opisthotonos (melengkungnya punggung). Tangan mengepal erat, rahang terkunci, dan senyuman kejang muncul di wajah.Kasus yang parah dapat menyebabkan pingsan, pernapasan cepat, pupil melebar, aritmia, dan akhirnya kegagalan sirkulasi yang berujung pada kematian. Oleh karena itu, pengolahan yang teliti dan pengendalian dosis yang ketat sangat penting.
PRE
NEXT