Haruskah Tutup Toilet Dibiarkan Terbuka atau Tertutup?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Dr. Philippe Terniau dari New York University mencatat bahwa jika tutup toilet dibiarkan terbuka saat flush, pusaran air yang terbentuk secara instan di dalam mangkuk toilet dapat mendorong bakteri atau mikroorganisme hingga enam meter ke udara. Partikel-partikel ini dapat tetap mengambang di udara selama beberapa jam sebelum akhirnya menempel pada dinding, sikat gigi, cangkir bilas, dan handuk.Di sebagian besar rumah tangga modern, penggunaan toilet, mencuci, dan mandi terjadi di dalam kamar mandi yang sama. Dengan sikat gigi, cangkir obat kumur, dan handuk berbagi ruang yang sama dengan toilet, kontaminasi oleh bakteri tidak dapat dihindari. Oleh karena itu: tutup toilet harus ditutup saat flushing.
Tidak semua mikroorganisme memiliki kemampuan untuk naik
Mikroorganisme yang berbeda menunjukkan rentang penularan yang bervariasi.Menggunakan toilet tipe siphon sebagai model eksperimental, penelitian menunjukkan: E. coli terkonsentrasi dalam radius satu meter dari mangkuk toilet dalam dua jam setelah flushing; Salmonella menyebar ke area yang sama dalam 30 menit; sementara Clostridium difficile terutama terakumulasi dalam 60 menit di zona dari dudukan toilet hingga 25 sentimeter di atas mangkuk.
Waspadai tanpa panik
Dalam kondisi ekstrem tertentu, mikroorganisme yang ditularkan melalui pusaran toilet dapat berdampak pada kesehatan manusia. Mycobacterium tuberculosis, yang kaya akan lipid, dengan mudah menumpuk di lapisan atas air sisa toilet. Infeksi gastrointestinal akibat bakteri ini dapat menyebabkan diare, memudahkan penularan ulang. Namun, perkiraan menunjukkan hal ini hanya menyumbang kurang dari 5% dari semua kasus infeksi.Risiko potensial dari pusaran toilet dalam kehidupan sehari-hari mungkin kurang signifikan. Setiap mikroorganisme memerlukan "dosis infeksius" tertentu untuk menyebabkan penyakit. Dalam kondisi normal, buang air besar dan kecil lebih lanjut membatasi penularan mikroorganisme, mengurangi konsentrasi di udara. Namun, konsentrasi mikroorganisme di udara yang terangkat oleh pusaran dapat bervariasi hingga ratusan kali lipat tergantung pada spesiesnya. Oleh karena itu, apakah mikroorganisme tertentu yang dibawa oleh pusaran toilet dapat menyebabkan penyakit masih perlu diteliti lebih lanjut.
Langkah-langkah untuk mengurangi penularan mikroorganisme melalui pusaran
Tutup tutup toilet saat membilas. Praktik sederhana ini mengurangi percikan mikroorganisme menjadi seperdua belas dari tingkat yang diamati saat tutup terbuka. Selain itu, membersihkan mangkuk dan tangki toilet secara teratur dengan disinfektan membatasi sisa mikroorganisme di dalam toilet.
Mikroorganisme tertentu cenderung menumpuk lebih mudah di sekitar mangkuk toilet. Vortex yang terbentuk saat pembilasan memang memfasilitasi penyebaran mikroba. Meskipun jangkauan dan durasi penyebaran ini masih belum diketahui secara pasti, menutup tutup toilet saat pembilasan dan membersihkan mangkuk serta tangki secara teratur dengan disinfektan dapat benar-benar membantu mengurangi risiko kesehatan potensial.
PRE
NEXT