Bahan apa saja yang tersedia untuk rhinoplasty?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bagi dewasa, alat pengangkat hidung yang tersedia di pasaran umumnya memberikan hasil yang terbatas. Rhinoplasty bedah menawarkan hasil tercepat dan paling efektif. Namun, prosedur rhinoplasty saat ini sangat bervariasi—mulai dari solusi sementara seperti suntikan asam hialuronat hingga intervensi bedah permanen. Pilihan tergantung pada preferensi individu dan kondisi anatomis bawaan.Jadi, bahan apa yang paling aman untuk rhinoplasty?
Sebagian besar sayatan rhinoplasty dibuat di dalam lubang hidung, sehingga tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat setelah operasi. Bahan implan, seperti karet silikon atau polytetrafluoroethylene, memiliki kompatibilitas biologis yang sangat baik dengan jaringan manusia. Reaksi penolakan sangat jarang terjadi, dan bahan-bahan ini mudah dibentuk untuk mencapai bentuk yang diinginkan.Teknik rhinoplasty modern umumnya melibatkan pembuatan sayatan sepanjang 1 sentimeter di sepanjang tepi dalam lubang hidung, di mana columella bertemu dengan dasar alar. Melalui sayatan ini, kantong ruang yang luas dibedah di bawah fascia hidung dan/atau periosteum tulang hidung. Implan kemudian dibentuk sesuai dengan kebutuhan pasien dan teknik bedah, atau implan yang sudah dibentuk sebelumnya langsung dimasukkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.Kulit kemudian dijahit kembali ke tempatnya. Prosedur yang lebih kompleks mungkin memerlukan sayatan pada kolumela, yang mengakibatkan bekas luka yang tidak mencolok di area tersebut setelah operasi.
Pengantar bahan rhinoplasty yang relatif aman saat ini:
1. Kartilago tulang rusuk autologus, kartilago telinga;
2. Politetrafluoroetilen yang diperluas (ePTFE);
4. Implan karet silikon;
5. Asam hialuronat (untuk augmentasi minor pada akar hidung).
PRE
NEXT