Apakah benar kacang pinang menyebabkan kanker?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Apakah Anda masih mengonsumsi buah pinang? Para ahli menunjukkan bahwa 60% kasus kanker mulut terkait dengan konsumsi buah pinang. Selain itu, sejak tahun 2003, Badan Riset Kanker Internasional (IARC) mengklasifikasikan buah pinang sebagai karsinogen Grup 1, sejajar dengan tembakau, alkohol, dan arsenik.
Apa sebenarnya buah pinang? Saat ini, tiga jenis mendominasi pasar: buah pinang hijau, buah pinang asap, dan buah pinang Taiwan. Buah pinang hijau lebih lembut dengan aroma manis, belum diolah dengan asap, sehingga rasanya lebih enak;Kacang pinang yang diasap dikeringkan melalui proses pengasapan, mendominasi pasar Hunan; kacang pinang Taiwan, yang terbuat dari biji segar yang lembut, umum di Taiwan tetapi jarang ditemukan di daratan Tiongkok.
Kacang pinang yang mengandung tembakau dapat menyebabkan kanker mulut, tenggorokan, dan kerongkongan, sementara kacang pinang tanpa tembakau juga dapat menyebabkan kanker mulut. Kacang areca yang terdapat dalam berbagai produk kacang pinang dapat menyebabkan kondisi prakanker pada mulut (fibrosis submukosa mulut), yang dapat berkembang menjadi kanker kapan saja.Bahan kimia dalam buah pinang membentuk nitrosamin saat dikunyah, yang merupakan senyawa karsinogenik yang telah dikonfirmasi. Selain itu, tekstur keras buah pinang dengan mudah menyebabkan trauma mekanis pada mukosa mulut saat dikunyah.
Penyebab karsinogenisitas sirih:
Kerusakan fisik: Gesekan serat sirih saat dikunyah menyebabkan trauma lokal dan kerusakan mukosa pada lapisan mulut. Pengunyahan yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan kronis yang persisten, memicu peradangan kronis, peningkatan stres oksidatif, dan proliferasi sel.Studi menunjukkan tingkat pelepasan sel mukosa mulut yang signifikan lebih tinggi pada pengunyah biji pinang.
Biotoksisitas: Biji pinang mengandung polifenol yang signifikan dan berbagai alkaloid, dengan arekolin sebagai komponen utama, yang menyumbang sekitar 1% dari berat kering bersih.Arekolin secara signifikan mempromosikan apoptosis sel epitel dan mengganggu proses deposisi dan degradasi makromolekul matriks ekstraseluler (kolagen, elastin, dll.). Selain itu, buah pinang sering dikunyah bersama biji pinang dan kapur, yang juga memiliki sifat genotoksik tertentu.Hal ini terutama disebabkan oleh efek gabungan nitrosamin, polifenol eugenol, dan spesies oksigen reaktif yang terdapat di dalamnya. Promosi kanker secara sinergis dengan tembakau: Mengunyah buah pinang saja secara signifikan meningkatkan insiden kanker mulut, sementara pengunyah buah pinang yang juga merokok memiliki risiko yang lebih tinggi. Merokok sendiri merupakan faktor risiko independen untuk kanker mulut.Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah biji pinang yang mengandung tembakau secara signifikan meningkatkan zat beracun dalam air liur, menyebabkan gangguan signifikan pada proses seluler seperti sintesis DNA.
Mengingat sifat karsinogenik buah pinang, apa saja efek samping lain yang ditimbulkan oleh mengunyahnya?
1. Merusak gigi: Mengunyah dalam jangka panjang menyebabkan abrasi gigi yang parah.
2. Merusak kesehatan periodontal: Campuran air sirih dan kapur mudah membentuk karang gigi, mengganggu estetika dan kesehatan periodontal. Serat kasar juga dapat menusuk gusi atau terjebak di antara gigi, menyebabkan peradangan akibat tekanan pada gusi.
3. Berbahaya bagi mukosa mulut: Kasus ringan dapat menyebabkan luka pada mukosa, sementara kasus parah dapat berkembang menjadi kanker mulut.
4. Berbahaya bagi sendi temporomandibular: Mengunyah dalam jangka panjang meningkatkan tekanan pada sendi, menyebabkan gejala seperti bunyi klik, nyeri, dan dalam kasus parah, perforasi diskus artikular.
5. Dampak pada sistem pencernaan: Beberapa komponen buah pinang dapat merusak saraf rasa dan sekresi air liur, mengganggu fungsi pencernaan. Selain itu, sisa buah pinang dapat mengiritasi lapisan lambung, berpotensi menyebabkan peradangan atau bahkan perforasi mukosa lambung.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved