Hindari enam mitos umum tentang pembesaran payudara
Encyclopedic
PRE
NEXT
Dalam upaya mengejar kecantikan atau kesempurnaan, wanita sering bersedia berinvestasi pada diri mereka sendiri. Pembesaran payudara adalah salah satu metode yang banyak digunakan wanita untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih berlekuk. Meskipun semakin umum, orang masih cenderung terjebak dalam kesalahpahaman berikut.
Kesalahpahaman 1: Pembesaran payudara mempengaruhi menyusui
Ada beberapa teknik bedah untuk pembesaran payudara, termasuk penempatan implan di belakang otot pectoralis major, di belakang kelenjar mamaria, atau menggunakan metode dual-plane di mana sebagian implan berada di belakang otot dan sisanya di belakang kelenjar. Jika dilakukan dengan benar, tidak ada teknik yang memengaruhi kelenjar mamaria atau saluran susu, sehingga fungsi menyusui tetap terjaga.Secara klinis, banyak pasien menjalani kehamilan yang aman dan berhasil menyusui setiap tahun.
Kesalahpahaman 2: Pembesaran payudara memiliki "efek samping"
Istilah "efek samping" umumnya merujuk pada dampak kesehatan yang merugikan.Semua implan payudara yang digunakan di China saat ini adalah implan gel silikon. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah melakukan studi besar-besaran tentang implan gel silikon, yang menegaskan bahwa implan ini tidak meningkatkan insiden kanker payudara, memengaruhi tingkat kekambuhan, atau mengganggu diagnosis dan pengobatan tumor payudara. Oleh karena itu, dari perspektif onkologi payudara, operasi implan gel silikon aman. Demikian pula, implan payudara tidak menyebabkan penyakit payudara lainnya.
Kesalahpahaman Ketiga: Pembesaran payudara lebih baik dilakukan di luar negeri
Banyak orang saat ini meyakini bahwa menjalani bedah kosmetik di luar negeri, terutama di Korea Selatan, menjamin hasil yang lebih baik. Kenyataannya, bedah plastik China telah mencapai posisi terdepan secara global dalam teknik pembesaran payudara. Misalnya, teknik pembesaran payudara dual-plane melalui sayatan ketiak dengan bantuan endoskopi yang saat ini populer, diciptakan dan dipelopori oleh ahli bedah plastik China.Spesialis pembesaran payudara Tiongkok yang terkenal sering diundang ke Korea Selatan untuk memberikan ceramah dan mengadakan lokakarya pelatihan bagi praktisi lokal. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi wanita yang ingin melakukan pembesaran payudara untuk bepergian ke luar negeri. Selain itu, jika hasil yang tidak memuaskan atau komplikasi terjadi, hambatan bahasa dan kendala lain dapat menghambat kemampuan untuk mencari ganti rugi.
Kesalahpahaman Keempat: Implan yang Lebih Besar Menawarkan Nilai yang Lebih Baik
Beberapa pasien berpendapat bahwa karena mereka menjalani operasi dan menahan ketidaknyamanan, memilih implan yang lebih besar akan lebih hemat biaya.Namun, kontur tubuh yang ideal memerlukan proporsi yang harmonis di semua area. Ukuran payudara harus melengkapi bagian tubuh lainnya dan sesuai dengan standar estetika Asia. Hanya ketika bentuk pasca operasi terlihat alami, prosedur tersebut dapat dianggap sebagai pembesaran payudara yang sukses. Mengejar payudara yang lebih besar, yang menghasilkan penampilan yang tidak alami dan berlebihan, sama sekali tidak tepat.
Kesalahpahaman Kelima: Mengandalkan Klaim Promosi Tanpa Kritis
Hasil ideal dari operasi pembesaran payudara bergantung pada dua faktor utama: implan dan dokter bedah. Dokter bedah, sebagai dokter yang melakukan operasi, memainkan peran krusial dalam hasil bedah. Mulai dari pemilihan implan, teknik bedah, hingga panduan perawatan pasca operasi, dokter bedah biasanya mengawasi seluruh proses.Dengan banjir informasi seputar pembesaran payudara saat ini, tak terhindarkan bahwa klaim palsu dan berlebihan beredar luas, seringkali membuat pasien merasa kewalahan. Hal ini mengharuskan mereka untuk "berburu" saat memilih institusi medis dan dokter bedah, memilih fasilitas besar dan terkemuka dengan reputasi baik daripada mempercayai iklan secara buta. Biasanya, dokter bedah yang sangat terampil di rumah sakit besar tidak terlibat dalam aktivitas iklan atau promosi.
Kesalahpahaman Enam: Apakah Implan Akan 'Meledak' Selama Penerbangan?
Keyakinan bahwa implan dapat meledak selama perjalanan udara sepenuhnya tidak berdasar.Implan gel silikon modern telah berkembang hingga generasi kelima, dengan kualitas dan kekuatan yang sangat andal. Di permukaan datar, implan ini dapat menahan tekanan dari mobil yang melintas tanpa pecah. Tidak ada kemungkinan sama sekali implan 'meledak' selama penerbangan setelah operasi pembesaran payudara.Namun, implan paling rentan terhadap tusukan benda tajam, seperti tusukan pisau, tusukan jarum, atau patah tulang rusuk. Dalam skenario tersebut, kemungkinan implan pecah meningkat secara signifikan. Bahkan jika pecah, gel silikon tetap terkurung dalam kantong kapsuler dan dapat diangkat sepenuhnya tanpa berpindah ke bagian tubuh lain.
PRE
NEXT