Kerutan Wajah Membuat Anda Tua Lebih Cepat: Metode Efektif untuk Mengurangi 4 Jenis Ini!
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Seiring bertambahnya usia, banyak kerutan muncul di wajah. Beberapa hanya muncul saat tersenyum atau tertawa, disebut kerutan dinamis, sementara yang lain tetap ada bahkan saat wajah tidak berekspresi, dikenal sebagai kerutan statis. Seiring waktu, semua kerutan dinamis akhirnya menjadi statis. Dapat dikatakan bahwa kerutan adalah bagian tak terhindarkan dari penuaan, sehingga pengurangan kerutan wajah menjadi fokus utama upaya anti-penuaan.
Bagaimana cara mengatasi kerutan wajah?
1. Garis dahi
Kerutan di dahi ini terutama disebabkan oleh gerakan mengangkat alis atau memicingkan mata secara berulang, atau kontraksi otot yang berkepanjangan yang menyebabkan kompresi kulit.Selain itu, jika otot kelopak mata atas tidak berfungsi dengan baik dan tidak dapat melakukan gerakan mengernyit secara mandiri, otot dahi harus menggantikannya, mempercepat pembentukan garis kerutan. Untuk memperbaiki garis kerutan, minimalkan ekspresi wajah yang melibatkan mengangkat alis dan mengernyit. Suntikan Botox ke dahi dapat merelaksasi otot hingga batas tertentu, mengurangi kemungkinan terbentuknya kerutan.Jika masalah disebabkan oleh otot kelopak mata atas yang kendur, suntikan toksin botulinum tidak cocok; intervensi bedah diperlukan untuk koreksi kerutan.
2. Kerutan di Sudut Mata
Kerutan di sudut mata merupakan salah satu jenis kerutan yang paling mengkhawatirkan, terutama muncul di sudut luar mata. Kerutan ini disebabkan oleh ekspresi wajah yang sering, seperti senyum lebar atau mengernyitkan mata.Secara umum, menyuntikkan toksin botulinum ke area kerutan di sekitar mata dapat merelaksasi otot, sehingga membantu menunda munculnya kerutan statis. 3. Garis glabellar Garis glabellar adalah kerutan yang terbentuk di antara alis. Kemunculannya terutama disebabkan oleh kekhawatiran yang terus-menerus dan sering mengerutkan dahi.Untuk memperbaiki garis-garis kerutan, pertama-tama perlu mengembangkan sikap yang lebih ceria dan menghindari mengerutkan kening secara terus-menerus, sehingga otot corrugator supercilii dan procerus menjadi rileks. Selain itu, suntikan toksin botulinum dapat merilekskan otot-otot ini, mencegah kerutan terbentuk meskipun ada kebiasaan mengerutkan kening.
4. Kerutan hidung
Saat seseorang tertawa berlebihan atau mengerutkan hidung, otot-otot hidung dan otot depressor supercilii berkontraksi, menekan kulit di jembatan hidung dan membentuk kerutan. Kondisi ini juga dapat diatasi dengan menyuntikkan Botox untuk merelaksasi otot-otot tersebut. Akibatnya, bahkan saat membuat ekspresi wajah yang lebih berlebihan, kerutan tidak akan muncul.
Kesimpulan
Selain empat kerutan wajah ini, masalah umum lainnya meliputi lipatan nasolabial dan garis marionette. Solusi standar umumnya melibatkan suntikan toksin botulinum, meskipun filler asam hialuronat atau thread lift juga dapat digunakan. Metode yang tepat tergantung pada tingkat keparahan kerutan, serta meminimalkan gerakan yang menyebabkan kerutan secara rutin.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved