Mengalami mabuk perjalanan? Berikut cara mengatasinya
Encyclopedic
PRE
NEXT
Saat bepergian, perubahan geografis yang signifikan seringkali menyebabkan perubahan iklim, yang seringkali mengakibatkan kondisi yang dikenal sebagai 'mabuk perjalanan'. Apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?
Mabuk perjalanan disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba
Para ahli mencatat bahwa mabuk perjalanan adalah penyakit paling umum yang dialami saat bepergian, dengan anak-anak dan orang tua mengalami gejala yang lebih parah daripada dewasa muda.Ketika seseorang berpindah dari lingkungan tempat tinggal jangka panjangnya ke lingkungan lain, perubahan kondisi iklim dan geografis, serta perubahan rutinitas harian dan kebiasaan makan, dapat memicu kondisi ini. Para pelancong rentan terhadap dysbiosis usus dan penurunan kekebalan tubuh. Paparan terhadap makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit berbahaya selama periode ini dapat dengan mudah menyebabkan diare.
Pada dasarnya, penyakit perjalanan manifestasi sebagai ketidakseimbangan mikroba, dengan delapan puluh persen kasus disebabkan oleh bakteri enteropatogenik. Patogen ini menyerang jejunum atau ileum, menghasilkan toksin yang memicu edema inflamasi di usus. Hal ini menyebabkan eksudasi mukosa berlebihan, yang mengakibatkan diare.
Medis tradisional Tiongkok mengidentifikasi regulasi limpa dan lambung sebagai kunci untuk mengatasi mabuk perjalanan.
Kebijaksanaan kuno menyatakan: "Lima jenis biji-bijian menyehatkan, tetapi tanpa kacang-kacangan, mereka menjadi berbahaya." Meskipun biji-bijian menopang kehidupan, ketidakhadiran mereka dalam diet dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan bahkan efek samping.
Istilah "mabuk perjalanan" tidak hanya merujuk pada ketidakcocokan iklim, tetapi terutama pada ketidakcocokan diet. Ketika limpa dan lambung tidak dapat beradaptasi dengan air lokal atau makanan yang ditanam di tanah lokal, hal ini disebut mabuk perjalanan. Tubuh gagal menerima nutrisi dan energi yang cukup, menyebabkan berbagai masalah—biasanya ketidaknyamanan gastrointestinal, mual, muntah, tinja abnormal, atau ruam. Terlepas dari gejala spesifiknya, semuanya berasal dari mabuk perjalanan.Oleh karena itu, mengatasi kondisi ini bergantung pada regulasi limpa dan lambung. Apa yang harus dilakukan saat mengalami mabuk perjalanan? 1. Konsumsi probiotik aktif Para ahli menyarankan bahwa karena mabuk perjalanan disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba, asupan probiotik aktif yang cukup dapat mencegah ketidaknyamanan tersebut dan memperbaiki gangguan flora usus.
2. Pastikan tidur yang cukup untuk mencegah mabuk perjalanan
Prioritaskan istirahat yang cukup baik sebelum maupun selama perjalanan. Para pelancong mengalami penurunan kekebalan tubuh akibat kelelahan, perubahan pola makan, stres, dan pergeseran iklim/zona waktu, sehingga rentan terhadap mabuk perjalanan. Tidur yang cukup secara signifikan mengurangi insidensinya.II. Jaga kebersihan makanan, terutama terkait air minum. Hindari mengonsumsi air yang tidak diolah atau minuman berkualitas rendah, dan hindari konsumsi berlebihan makanan khas lokal. Penyakit yang masuk melalui mulut secara signifikan berkontribusi pada diare yang terkait dengan mabuk perjalanan. 3. Konsumsi makanan lokal yang ringan. Setelah tiba di setiap destinasi, mulailah dengan tahu lokal dan sayuran hijau untuk mengurangi mabuk perjalanan dan mencegah diare.4. Kunyah irisan ginseng Amerika Ginseng Amerika adalah herbal tonik yang meningkatkan kekebalan tubuh. Mereka yang memiliki kondisi fisik lemah dapat membawa irisan ginseng saat bepergian. Merendamnya dalam air setiap hari atau mengunyahnya dapat memberikan perlindungan terhadap mabuk perjalanan.
PRE
NEXT