Apakah berjalan lambat dapat membantu penurunan berat badan?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Sebagian besar orang percaya bahwa semakin cepat seseorang berolahraga, semakin banyak energi yang terbakar, sehingga membantu penurunan berat badan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bagi orang yang sangat obesitas, berjalan lambat lebih efektif untuk penurunan berat badan daripada berjalan cepat, karena membakar lebih banyak kalori dalam jarak yang sama. Oleh karena itu, berjalan lambat dapat dianggap sebagai harta karun penurunan berat badan bagi mereka yang berjuang dengan obesitas.
Berjalan lambat: senjata rahasia penurunan berat badan bagi penderita obesitas
Berjalan lambat adalah program latihan yang direkomendasikan oleh para ahli bagi penderita obesitas morbid.Tidak hanya membakar kalori yang signifikan, tetapi juga mengurangi beban pada sendi lutut yang disebabkan oleh berat badan berlebih. Selain itu, berjalan lambat menghindari peningkatan detak jantung yang berlebihan, membantu individu yang kelebihan berat badan membakar lemak tubuh berlebih sambil meredakan beban kardiovaskular. Hal ini membantu mencegah kondisi seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, penyakit jantung, dan hati berlemak.
Tentu saja, mencapai penurunan berat badan melalui berjalan lambat memerlukan kepatuhan pada rencana yang ketat.
1. Program Dasar
Fase ini berfokus pada koreksi postur berjalan yang buruk, menyesuaikan tubuh dengan berjalan, dan menetapkan rutinitas berjalan yang teratur.
Cocok untuk: Individu dengan BMI di atas 35.
Kecepatan: 2,5–3,0 kilometer per jam.
Langkah: 60–70 langkah per menit.
Durasi: 3 sesi per minggu, 20 menit per sesi.
2. Rencana Progres
Setelah tubuh Anda sepenuhnya beradaptasi dengan rutinitas latihan di atas dan Anda telah mencapai penurunan berat badan awal, lanjutkan ke rencana ini.
Cocok untuk: Individu dengan BMI antara 30 dan 35.
Kecepatan: 3,0–4,0 kilometer per jam.
Kecepatan: 70–90 langkah per menit.
Durasi: 3 sesi per minggu, 30–40 menit per sesi.
Catatan: Jika program ini terasa mudah, tambahkan berjalan menanjak dengan frekuensi yang sama. Bagi yang tidak menyukai treadmill dingin di gym, lereng lembut di taman lokal menawarkan alternatif yang bagus.
3. Program Lanjutan
PRE
NEXT