Hilangnya Nafsu Makan di Musim Panas? Tiga Prinsip Diet untuk Menjaga Kesehatan Lambung dan Usus
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Selama musim panas, suhu tinggi sering menyebabkan penurunan nafsu makan, kehilangan minat pada makanan, kelelahan fisik, tingkat energi rendah, penurunan efisiensi kerja, dan penurunan berat badan. Kondisi ini dikenal sebagai "kelelahan musim panas".Meskipun jauh kurang dikenal dibandingkan heatstroke, summer malaise dapat sangat melemahkan. Cuaca yang pengap seringkali mengurangi nafsu makan, membuat banyak orang merasa "sedikit tidak sehat tanpa benar-benar sakit". Fungsi pencernaan yang berkurang dapat menyebabkan kelelahan mental, kembung di dada dan perut, serta penurunan berat badan.
Mengapa Gangguan Pencernaan Umum Terjadi di Musim Panas
Statistik menunjukkan bahwa di antara pasien gangguan pencernaan musim panas, sepertiga mengalami kembung, sepertiga mengalami diare, sementara sepertiga sisanya terutama mengalami nyeri perut dan sembelit. Faktor-faktor utama yang berkontribusi meliputi:
Pertama, suhu yang meningkat mempercepat pertumbuhan bakteri dalam makanan, meningkatkan pembusukan dan kerusakan.Mengonsumsi makanan yang tidak bersih atau basi dapat dengan mudah memicu gastritis akut, yang ditandai dengan nyeri perut, kembung, dan muntah.
Kedua, untuk mendinginkan panas tubuh, pembuluh darah kulit melebar, meningkatkan aliran darah ke ekstremitas. Hal ini mengurangi pasokan darah ke saluran pencernaan, sehingga daya tahan saluran pencernaan menurun. Keringat berlebihan menyebabkan kehilangan elektrolit, unsur mikro, dan vitamin. Konsumsi air berlebihan mengencerkan cairan pencernaan di saluran pencernaan, mengganggu proses pencernaan dan penyerapan. Hal ini menyebabkan gejala seperti hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, dan malnutrisi.
Akhirnya, mengonsumsi minuman dingin atau makanan pedas berlebihan, ditambah paparan pendingin udara, secara signifikan berkontribusi pada ketidaknyamanan saluran pencernaan.
Tiga Prinsip Diet untuk Musim Panas
Musim panas menandai periode ketika limpa dan lambung paling rentan. Namun, panas seringkali menggoda orang untuk mencari kesejukan, begadang, dan istirahat yang buruk, yang semakin menguras energi yang dan merusak sistem pencernaan – sehingga muncul kelelahan musim panas.Huang Qihui menekankan tiga pertimbangan diet selama kelelahan musim panas:
1. Mengganti kalium
Keringat berlebihan di musim panas menyebabkan kehilangan kalium yang signifikan melalui keringat. Hipokalemia yang dihasilkan dapat menyebabkan kelelahan, pusing, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan heatstroke.Cara paling efektif untuk mencegah kekurangan kalium di cuaca panas adalah mengonsumsi makanan kaya kalium. Sayuran dan buah-buahan segar (seperti seledri, edamame, dan pisang) mengandung jumlah kalium yang signifikan. Teh juga mengandung kalium yang cukup; minum lebih banyak teh di cuaca panas tidak hanya membantu meredakan panas tetapi juga menggantikan kalium, sehingga mendapatkan dua manfaat sekaligus.
2. Batasi minuman dingin
Cuaca panas melemahkan fungsi pencernaan, jadi sebaiknya prioritaskan makanan yang dapat mendinginkan tubuh dan menghilangkan kelembapan, seperti semangka, labu pahit, plum hitam, stroberi, tomat, kacang hijau, mentimun, dan asparagus.Secara bersamaan, fokuslah pada pemulihan energi yang dan peningkatan produksi cairan untuk mengembalikan yin. Bahan-bahan seperti buah schisandra, akar solomon's seal, biji jujube, daging merpati, kacang hitam, jamur wood ear, dan kacang pinus semuanya cocok untuk terapi diet. Selama musim panas, hindari konsumsi berlebihan minuman dingin dan makanan dingin untuk mencegah kerusakan energi yang.
3. Pilih nutrisi yang lembut
Labu pahit yang dikonsumsi pada musim panas dapat membersihkan panas dan merangsang nafsu makan. Namun, sebaiknya direbus dalam air panas dan disajikan dengan bawang putih, sesuai dengan prinsip TCM "pedas membuka, pahit turun". Kombinasi rasa pedas dan pahit ini memfasilitasi sirkulasi qi, mengusir kotoran, dan meningkatkan nafsu makan.
Bagi yang memiliki kelemahan pada limpa dan lambung, prinsip diet harus mengikuti "pemberian nutrisi yang lembut" – menguntungkan qi dan menutrisi yin, memperkuat limpa dan lambung, membersihkan panas musim panas, dan mengubah kelembapan.Pendekatan ini melibatkan konsumsi makanan manis, sejuk, dan melembapkan untuk mengisi kembali qi dan yin yang terkuras. Pendekatan ini menghindari kekeringan hangat dari herbal penguat qi dan kepahitan yang merusak lambung dari agen pembersih panas, sehingga mencapai nutrisi tanpa kekeringan dan pembersihan tanpa rasa dingin. Pendekatan ini mengusir panas musim panas sambil memperkuat konstitusi.
Herbal umum untuk penguatan ringan meliputi ginseng Amerika, dendrobium, dan ophiopogon, yang dapat diseduh sebagai teh atau direbus dalam sup.Bagi yang mengalami gejala panas yang lebih parah, seperti urine gelap dan mulut kering yang signifikan, menambahkan daun bambu, daun teratai, atau kulit semangka ke air mendidih sebagai pengganti teh dapat memperkuat efek pembersihan panas. Selain itu, makanan seperti ubi jalar Cina, kurma merah, teripang, telur, susu, madu, akar teratai, jamur kuping kayu, kura-kura cangkang lunak, susu kedelai, bubur bawang putih, dan bubur krisan semuanya merupakan pilihan yang sangat baik untuk nutrisi musim panas.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved