Apa yang harus dilakukan lansia saat mengalami sembelit? Coba metode pencahar ini
Encyclopedic
PRE
NEXT
Mengingat lansia mengalami penurunan fungsi gastrointestinal dan aktivitas fisik akibat penurunan stamina, ditambah dengan penurunan indra perasa yang seringkali menyebabkan preferensi terhadap makanan berbumbu kuat atau berlemak, konsumsi berlebihan makanan semacam itu dapat menghambat pencernaan dan penyerapan. Mengatasi sembelit sangat penting untuk menjaga kesehatan. Lalu, apa yang harus dilakukan lansia saat mengalami sembelit? Berikut beberapa metode untuk memperbaiki sembelit – baca terus untuk mengetahuinya.
Mengatasi Sembelit pada Lansia
1. Tangani Kondisi Dasar
Beberapa kondisi medis dapat memicu sembelit. Misalnya, penderita diabetes memerlukan pengelolaan gula darah yang ketat, sementara mereka yang mengalami obstruksi usus harus segera mencari pertolongan medis.
Oleh karena itu, ketika sembelit menjadi parah, pemeriksaan medis menyeluruh sangat penting untuk mengidentifikasi penyakit dasar. Hanya setelah itu pengobatan yang tepat dapat diberikan.
2. Tingkatkan asupan cairan
Hidrasi yang cukup mendukung peristaltik usus. Gerakan yang lebih cepat memudahkan pengeluaran tinja. Oleh karena itu, konsumsi air secara teratur membantu melumasi usus dan melunakkan tinja yang mengeras, mempercepat proses pengeluaran.
Oleh karena itu, lansia yang mengalami sembelit harus meningkatkan asupan air. Bagi yang enggan minum air putih, air madu dapat menjadi alternatif yang cocok. Konsumsi moderat susu, yogurt, dan produk susu sejenis juga dapat membantu meredakan sembelit pada lansia.
3. Lakukan olahraga ringan
Penderita sembelit lansia disarankan untuk melakukan aktivitas fisik yang sesuai, karena peningkatan gerakan dapat memperkuat otot perut dan mengatur fungsi usus secara efektif.
Namun, penting untuk diingat bahwa lansia sering memiliki stamina yang berkurang dan tulang yang rapuh, sehingga olahraga berat tidak disarankan. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau berlatih Tai Chi lebih disarankan. Intensitas olahraga tidak boleh berlebihan, karena hal ini dapat menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan dan dehidrasi. Dehidrasi di usus dapat menyebabkan tinja menjadi kering dan mengeras.
4. Meningkatkan Asupan Serat Makanan
Mengonsumsi serat makanan yang cukup membantu memperbesar volume tinja, sehingga merangsang peristaltik kolon dan memudahkan gerakan usus yang lancar. Oleh karena itu, penderita sembelit disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran segar, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.
Sumber serat makanan yang umum meliputi biji-bijian utuh seperti jagung, millet, dan oat; buah-buahan seperti pir, pisang, dan apel; serta sayuran seperti seledri, bayam, dan bawang prei. Penderita sembelit lanjut usia disarankan untuk memasukkan makanan-makanan ini ke dalam diet harian mereka, dengan memprioritaskan asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi.
Ramuan Diet untuk Sembelit pada Lansia
1. Bubur Kurma Merah dan Akar Polygonum Multiflorum
Siapkan 100g beras, sekitar 30g akar Polygonum multiflorum, dan 10 kurma merah. Pertama, cuci akar Polygonum multiflorum dengan bersih, lalu rebus dalam panci dengan air hingga cairan obatnya terlarut. Saring cairan ini ke dalam panci lain.Tambahkan beras yang sudah dicuci dan kurma merah, lalu didihkan dengan api besar. Jika terjadi penguapan berlebihan selama memasak, tambahkan air mendidih sesuai kebutuhan untuk mencegah lengket. Setelah bubur matang, siap disajikan.
Manfaat: Bubur ini sangat cocok untuk lansia dengan kekurangan darah dan kekeringan usus, membantu meredakan sembelit kronis.
2. Bubur Kacang Almond Manis
Siapkan 50g beras dan 15g kacang almond manis. Cuci dan kupas kacang almond, lalu haluskan bijinya dalam mangkuk. Rebus air dalam panci, tambahkan beras dan masak hingga butiran beras pecah. Aduk kacang almond yang telah dihaluskan dan rebus bersama.Akhirnya, ketika bubur menjadi kental dan lengket, tambahkan sedikit gula batu untuk rasa sebelum disajikan.
Manfaat: Bubur ini cocok untuk orang tua yang menderita sembelit. Kacang almond manis mengandung minyak lemak yang meningkatkan efek pelumas isi usus pada membran mukosa. Konsumsi moderat dapat membantu melembapkan usus dan merangsang gerakan usus, sehingga meredakan sembelit.
PRE
NEXT