Buah-buahan apa yang bermanfaat bagi lansia?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, makanan dapat menimbulkan efek dingin, panas, hangat, atau sejuk.Orang lanjut usia sebaiknya memilih buah-buahan dengan bijak sesuai dengan tipe konstitusi mereka. Mereka yang memiliki konstitusi dingin biasanya memiliki kulit yang lebih pucat dari rata-rata, jarang merasa haus, dan tidak menyukai kontak dengan benda-benda dingin. Orang-orang seperti ini sebaiknya memilih buah-buahan yang bersifat hangat, seperti jeruk, kiwi, leci, delima, kastanye, ceri, dan air kelapa.
Sebaliknya, lansia dengan konstitusi dominan panas cenderung menghasilkan panas berlebih, sering kali ditandai dengan wajah kemerahan, haus, lidah kering, dan sembelit. Individu semacam ini sebaiknya mengonsumsi lebih banyak buah-buahan yang mendinginkan, seperti pir, semangka, pisang, mangga, tomat, melon, dan pomelo. Selain itu, buah-buahan dengan sifat netral seperti apel, anggur, nanas, pepaya, dan zaitun cocok untuk semua lansia.Saran medis memperingatkan bahwa lansia dengan diabetes atau nefritis sebaiknya membatasi konsumsi buah-buahan tinggi fruktosa, seperti apel, pir, dan pisang. Mereka yang rentan terhadap asam lambung sebaiknya menghindari buah-buahan kaya asam organik, seperti hawthorn dan lemon. Lansia dengan kondisi jantung atau edema sebaiknya menghindari buah-buahan kaya air seperti semangka dan kelapa, untuk mencegah peningkatan beban jantung dan memperburuk edema.Lansia dengan nefritis atau edema sebaiknya menghindari buah-buahan yang kaya akan kalium, seperti pisang dan melon.
Selain itu, nanas mengandung bromelain, yang dapat memicu alergi pada beberapa lansia. Persik mengandung jumlah tanin persik yang signifikan, dan konsumsi berlebihan dapat memperburuk sembelit.
Seiring penuaan organ dalam dan penurunan fungsi fisiologis pada lansia, disarankan untuk mengonsumsi buah dalam porsi kecil secara bertahap daripada dalam jumlah besar sekaligus. Waktu optimal adalah satu jam sebelum makan dan dua hingga tiga jam setelahnya.
Pemilihan buah yang sesuai untuk lansia memerlukan pertimbangan yang cermat. Pilihan yang direkomendasikan meliputi: plum hijau, semangka, melon, susu kelapa, jeruk, lemon, anggur, persik, plum, aprikot, loquat, nanas, stroberi, tebu, kelapa, ceri, dan zaitun. Buah-buahan ini juga cocok untuk penderita diabetes.Buah-buahan yang mengandung 11–20 gram gula per 100 gram meliputi pisang, delima, pomelo, jeruk mandarin, apel, pir, leci, dan mangga; buah-buahan ini harus dipilih dengan hati-hati. Buah-buahan yang mengandung lebih dari 20 gram gula meliputi kurma dan kurma merah, terutama varietas kering seperti kurma madu, kurma kering, kismis, aprikot kering, dan longan, yang sangat manis dan sebaiknya dihindari.
Banyak sayuran dapat dijadikan pengganti buah, seperti tomat, mentimun, dan zucchini. Dengan kandungan gula kurang dari 5 gram per 100 gram dan kaya akan vitamin, sayuran ini sepenuhnya cocok untuk konsumsi penderita diabetes.
Penelitian medis modern menunjukkan bahwa pir juga memiliki sifat menurunkan tekanan darah dan dapat mendinginkan tubuh serta menenangkan pikiran. Pasien hipertensi yang mengalami pusing, detak jantung tidak teratur, atau tinitus mungkin menemukan bahwa konsumsi pir secara teratur dapat meredakan gejala-gejala tersebut. Kaya akan gula dan vitamin, pir mendukung kesehatan hati dan membantu pencernaan.
Tebu terdiri utama dari air dan karbohidrat.Gula dalam tebu terdiri dari tiga komponen: sukrosa segar, fruktosa, dan glukosa, yang mudah diserap oleh tubuh manusia. Sisanya terdiri dari nutrisi seperti protein, lemak, vitamin B1, kalsium, fosfor, dan besi. Selain itu, tebu mengandung berbagai asam amino seperti asam glutamat, serin, asam aspartat, dan lisin, serta asam organik seperti asam malat, asam sitrat, dan asam sukcinat.
Bagi yang mengalami pusing akibat kelelahan berlebihan atau lapar, mengonsumsi dua potong tebu dapat mengembalikan vitalitas. Namun, karena tebu memiliki sifat mendinginkan, tebu tidak cocok untuk orang dengan kekurangan dingin pada limpa-perut atau nyeri perut.
Buah-buahan lain yang cocok untuk dikonsumsi di musim dingin meliputi apel, jeruk, pisang, dan buah hawthorn.Apel menghilangkan dahaga dan menyeimbangkan limpa untuk menghentikan diare; jeruk mengatur qi, merangsang nafsu makan, membantu pencernaan, dan menghilangkan dahak; pisang membersihkan panas, melembapkan usus, menurunkan tekanan darah, dan mencegah wasir; hawthorn melebarkan pembuluh darah, menurunkan lipid darah, memperkuat dan mengatur fungsi miokardium, serta membantu mencegah pengerasan arteri koroner.Oleh karena itu, saat memilih buah untuk lansia, kita harus mempertimbangkan hal-hal ini. Lansia tidak boleh mengonsumsi buah secara sembarangan!
PRE
NEXT