Buah-buahan Apa yang Bermanfaat untuk Lansia? Sepuluh Jenis Buah dengan Manfaat Kesehatan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Banyak orang menyukai buah-buahan, terutama lansia. Buah-buahan tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Di masyarakat yang sejahtera saat ini, rumah tangga dapat dengan mudah membeli berbagai jenis buah untuk dikonsumsi. Jadi, buah apa yang cocok untuk lansia? Apa saja hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi buah? Berikut ini memberikan panduan detail untuk referensi.
Buah apa yang bermanfaat bagi lansia?
1. Jambu biji
Jambu biji memiliki rasa manis dan juicy dengan daging yang halus dan sedikit serat atau biji. Konsumsi rutin dapat mengisi kembali nutrisi esensial, memperkuat tubuh, dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Dibandingkan dengan apel, jambu biji mengandung 38% lemak lebih sedikit dan 42% kalori lebih sedikit.
2. Anggur
Hipertensi umum terjadi pada lansia dan sulit diatasi setelah berkembang. Pengawasan diet sangat penting. Selain mengurangi asupan garam, mengonsumsi anggur dalam makanan dapat bermanfaat. Anggur mengandung kalium, unsur mikro yang membantu menghilangkan natrium dari tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
3. Stroberi
Seiring bertambahnya usia, kemampuan pencernaan menurun, seringkali menyebabkan gangguan pencernaan. Mengonsumsi stroberi dan kiwi dapat membantu mengatur sekresi asam lambung, menghilangkan berbagai patogen di saluran pencernaan, dan merangsang peristaltik usus. Konsumsi rutin dapat secara signifikan meredakan gejala gangguan pencernaan.
4. Mangosteen
Buah tropis ini memiliki daging yang lembut dan nilai gizi tinggi, mengisi tubuh dengan berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, ia membantu membersihkan kolesterol dari aliran darah, mencegah penumpukannya pada dinding arteri. Konsumsi rutin oleh lansia dapat secara efektif mengurangi insiden aterosklerosis dan hiperlipidemia.
5. Kiwi
Kiwi merangsang sel-sel pulau pankreas untuk mengeluarkan insulin, sehingga menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Ketika bubuk kiwi dicampur dengan bubuk pare, ia membantu mengatur kadar glukosa darah.Kiwifruit mengandung jumlah signifikan alkohol gula alami inositol, yang secara efektif mengatur metabolisme glukosa dan memodulasi transmisi hormonal dan saraf di dalam sel. Buah ini memiliki efektivitas unik dalam mencegah diabetes dan depresi.
6. Jicama
Jicama kaya akan kalsium, magnesium, besi, seng, kalium, selenium, dan unsur-unsur trace lainnya.Buah ini membantu mengatur komposisi darah, menurunkan gula darah, lipid, dan kolesterol, serta mencegah atau mengobati hipertensi dan diabetes. Buah ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi lansia dengan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Jicama juga mengandung 20 asam amino dan mineral termasuk kalsium, besi, kalium, dan selenium. Konsumsi rutin dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
7. Loquat
Buah loquat matang memiliki rasa manis dan profil nutrisi yang kaya, mengandung berbagai fruktosa, glukosa, kalium, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin A, B, dan C. Kandungan karotennya menempati peringkat ketiga di antara buah-buahan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, buah loquat diyakini memiliki sifat untuk melembapkan paru-paru, meredakan batuk, dan menghilangkan dahaga.Buah loquat harus dikupas sebelum dikonsumsi. Selain dimakan segar, daging buahnya dapat diawetkan dalam sirup atau digunakan untuk pembuatan anggur. Semua bagian—daun, buah, dan biji—mengandung amygdalin.
8. Buah sitrus
Buah sitrus memiliki kandungan vitamin B1 tertinggi, rendah lemak, kaya serat, dan menyediakan vitamin esensial harian.Daging buah jeruk segar kaya akan vitamin C, yang meningkatkan kekebalan tubuh. Jeruk juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes. Studi hewan awal menemukan bahwa ekstrak jeruk dapat menunda penyerapan glukosa sambil menghambat pergerakannya di usus kecil dan hati.
9. Buah sitrus
10. Pomelo
Pomelo tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi tetapi juga memberikan manfaat seperti membantu pencernaan, melembapkan paru-paru, memperbanyak darah, membersihkan usus, dan memperlancar buang air besar. Ia dapat mempercepat penyembuhan luka dan memberikan pengobatan tambahan yang efektif untuk kondisi seperti sepsis.Selain itu, karena kandungan senyawa bioaktif bernama flavonoid, jeruk bali dapat mengurangi viskositas darah dan meminimalkan pembentukan bekuan darah, sehingga memberikan pencegahan efektif terhadap penyakit serebrovaskular seperti trombosis serebral dan stroke. Daging jeruk bali segar, yang mengandung komponen serupa insulin, sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.
Tujuh Perhatian Konsumsi Buah untuk Lansia
1. Lansia dengan Refluks Asam yang Sering
Ahli menyarankan agar lansia yang mengalami refluks asam secara teratur mengurangi konsumsi makanan asam dalam kehidupan sehari-hari. Contoh umum termasuk plum, buah hawthorn, dan lemon, karena buah-buahan ini dapat menyebabkan tinja kering, yang dapat menyebabkan sembelit.Sebagai gantinya, mereka dapat meningkatkan konsumsi pisang dan jeruk secara moderat, tetapi harus menghindari buah persik untuk mencegah sembelit yang memburuk.Namun, lansia dapat memperoleh manfaat dari mengonsumsi lebih banyak apel, karena apel memiliki sifat astringen yang baik dan dapat secara efektif mengobati diare.
3. Lansia dengan penyakit jantung atau edema
Mereka disarankan untuk mengurangi konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi, karena hal ini dapat mengurangi beban jantung dan mencegah perburukan edema. Buah-buahan dengan kandungan air tinggi yang umum termasuk semangka dan kelapa.
4. Lansia dengan diabetes
Mereka yang menderita kondisi ini disarankan untuk meminimalkan asupan gula dalam kehidupan sehari-hari dan membatasi makanan tinggi gula seperti apel, pisang, dan pir.
5. Lansia dengan hepatitis
Pada tahap ini, lansia disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak buah yang kaya vitamin C dan mengurangi konsumsi buah dengan kandungan vitamin yang lebih rendah, seperti jeruk dan kurma merah. Pendekatan ini memudahkan pemulihan yang efektif.
6. Lansia dengan hipertensi
Kelompok ini harus menghindari konsumsi pisang berlebihan. Pisang memiliki sifat mendinginkan dan mengandung kadar kalium tinggi, yang berbahaya bagi kesehatan.
7. Lansia dengan sembelit
Sembelit adalah keluhan umum di kalangan lansia. Saat mengalami gejala ini, banyak yang memilih mengonsumsi lebih banyak pir dan pisang, menganggap hal ini akan efektif memulihkan kesehatan. Namun, apakah benar demikian? Ahli menyarankan bahwa tidak semua kasus sembelit mendapat manfaat dari buah-buahan ini. Bagi lansia, lebih bijak untuk mengurangi konsumsi buah-buahan yang bersifat mendinginkan. Jika tidak, daripada membantu pemulihan, buah-buahan ini berpotensi merugikan tubuh.
PRE
NEXT