Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh lansia yang mengalami stroke?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Bagi lansia yang pernah mengalami infark serebral, risiko kambuh tetap ada. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan terhadap infark serebral lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, lansia harus memperhatikan pencegahan stroke, karena infark serebral adalah pemicu utama stroke. Kelalaian sekecil apa pun dapat menyebabkan kelumpuhan akibat infark serebral kambuh. Lalu, makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh lansia yang pernah mengalami infark serebral?
1. Jamur Telinga Kayu
Rendam 30g jamur telinga kayu putih atau hitam semalaman dalam air. Kukus dalam rice cooker selama 1-2 jam, lalu tambahkan gula batu secukupnya. Konsumsi sebelum tidur. Ramuan ini bermanfaat untuk mengobati hipertensi akibat stroke, perdarahan retina, sklerosis pembuluh darah, dan penyakit jantung koroner.
2. Pare
Mengonsumsi pare dalam makanan memberikan efek terapeutik tambahan bagi pasien stroke dengan kadar gula darah tinggi.
3. Jamur Shiitake
Jamur shiitake menyehatkan energi, memperkuat lambung, memperlancar sirkulasi darah, dan menghilangkan stasis darah. Mereka menurunkan kolesterol darah, menurunkan tekanan darah, mempercepat sirkulasi, dan meningkatkan pasokan darah ke jantung, otak, dan mikrosirkulasi. Nutrisi mereka tetap utuh saat dipanaskan, memberikan manfaat untuk hipertensi dan aterosklerosis.
4. Seledri
Seledri memiliki sifat yang membersihkan panas, menghilangkan kelembapan, menyegarkan pikiran, memperkuat otak, dan mengatur fungsi hati sambil mendinginkan darah. Ia dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan memberikan manfaat terapeutik untuk mencegah dan mengobati hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner. Rebusan dari 5 akar seledri dan 10 kurma merah, dikonsumsi dengan memakan kurma dan minum kaldu, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
5. Lobak
Minum 30ml jus lobak dua kali sehari selama sepuluh hari berturut-turut. Cocok untuk pasien stroke dengan tekanan darah tinggi.
6. Labu Siam
Konsumsi jus yang diekstrak dari 100g labu siam yang dimasak. Bermanfaat untuk pasien stroke dengan gula darah tinggi atau edema.
7. Kiwi
Kiwi mengandung lebih dari tujuh belas asam amino, pektin, asam tanat, asam sitrat, flavonoid, unsur mikro, dan vitamin—terutama kaya akan Vitamin C dan selenium. Konsumsi rutin dapat menurunkan tekanan darah dan lipid darah.Sari buah kiwi dapat mengobati hipertensi, angina pectoris, dan aritmia, serta mencegah penyakit cerebrovaskular iskemik dan aterosklerosis serebral.
8. Stroberi
Kaya akan vitamin dan pektin, stroberi memiliki nilai klinis yang signifikan dalam mencegah aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan pendarahan otak, dengan efektivitas yang menonjol terhadap hipertensi.
9. Apel
Mengonsumsi 300g apel setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah pengerasan pembuluh darah.
10. Buah sitrus
Di antara buah-buahan, buah sitrus mengandung kadar antioksidan tertinggi, membantu mencegah pembentukan gumpalan darah. Konsumsi rutin membantu mencegah penyakit kardiovaskular.
11. Hawthorn
Hawthorn meningkatkan sirkulasi darah, melarutkan stasis darah, melembutkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi lipid darah. Dapat diseduh sebagai teh, dimasak menjadi bubur, atau direbus menjadi jus, menjadikannya makanan yang sangat baik bagi penderita penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.
Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh lansia dengan infark serebral? Poin-poin di atas menggambarkan pilihan diet yang sesuai untuk kondisi ini, memberikan pemahaman dasar. Semoga semua dalam keadaan sehat.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved