Pertimbangan diet untuk lansia
Encyclopedic
PRE
NEXT
Apa saja pertimbangan diet yang perlu diperhatikan untuk lansia? Kami menyadari bahwa perawatan kesehatan lansia dimulai dari nutrisi. Jadi, apa saja langkah pencegahan diet yang perlu diambil untuk lansia? Berikut adalah pertimbangan diet utama untuk orang tua.
Suhu hangat diutamakan
Makanan dicerna dan diserap dengan baik pada suhu mendekati suhu tubuh.Lansia memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap suhu dingin. Mengonsumsi makanan mentah, dingin, atau keras dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan, berpotensi menyebabkan gangguan gastrointestinal. Oleh karena itu, makanan untuk lansia sebaiknya disajikan hangat atau panas. Prioritaskan kualitas gizi Kualitas gizi yang tinggi tidak selalu berarti biaya yang tinggi. Makanan seperti produk tahu, telur, dan produk susu merupakan pilihan yang baik untuk lansia dan sebaiknya dikonsumsi secara teratur. Penekanan juga harus diberikan pada konsumsi ikan yang lebih banyak dan daging yang lebih sedikit.Sumber utama gula sebaiknya berasal dari makanan pokok dan buah/sayuran, dengan meminimalkan konsumsi gula olahan seperti gula putih, gula merah, dan gula pasir. Penyajian yang menarik sangat penting Dengan nafsu makan yang berkurang, persiapan makanan memerlukan perhatian ekstra, fokus pada harmoni warna, aroma, rasa, dan penyajian. Selain itu, lingkungan makan yang elegan, tenang, dan rapi, serta makan bersama atau berbagi makanan, dapat meningkatkan kenikmatan makan lansia.
Minum Air Cukup
Orang lanjut usia kurang sensitif terhadap rasa haus dibandingkan orang muda. Oleh karena itu, mereka harus secara sadar minum lebih banyak air, memilih teh ringan atau air mendidih biasa. Jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum, karena hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan sembelit dan ketidakseimbangan metabolik pada orang lanjut usia.
Pilih Rasa Ringan
Makanan harus disiapkan dengan rasa ringan, menghindari bumbu yang kuat.Asupan garam harian tidak boleh melebihi 6 gram. Komposisi makanan harian yang dianjurkan untuk lansia: 150-250 gram biji-bijian, 100 gram ikan, seafood, dan daging tanpa lemak, 50 gram kacang-kacangan dan produk kacang, sekitar 300 gram sayuran segar, sekitar 250 gram buah segar, 250 gram susu, 30 gram minyak goreng, 6 gram garam, 25 gram gula, konsumsi alkohol minimal, dan hidrasi yang cukup.
Keragaman adalah kunci
Tidak ada satu pun makanan yang menyediakan semua nutrisi esensial. Makanan sehari-hari harus mencakup sereal, sayuran, buah-buahan, jamur, dan rumput laut. Keseimbangan sangat penting: gabungkan daging dan sayuran, biji-bijian olahan dan utuh, warna yang kontras, rasa yang saling melengkapi, dan tekstur yang beragam.
Produk segar lebih diutamakan
Buah dan sayuran segar yang berwarna-warni kaya akan vitamin, mineral, dan serat makanan. Buah juga mengandung asam organik yang melimpah, yang merangsang nafsu makan dan membantu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh.
Pilih tekstur lembut
Karena lansia mungkin memiliki kapasitas pencernaan yang berkurang, makanan sebaiknya lembut dan mudah dikunyah. Pilih metode memasak seperti mengukus, merebus, menumis, atau menggoreng. Hindari makanan dengan serat kasar atau yang sulit dikunyah. Untuk daging, pilih ikan dengan serat pendek dan daging yang lembut. Susu, telur, dan produk kedelai juga merupakan pilihan yang sangat baik.
Poin-poin di atas merangkum pertimbangan diet penting untuk lansia, yang memerlukan perhatian khusus. Selain itu, hidrasi sangat penting selama musim panas, dengan air hangat atau teh yang diseduh ringan sebagai pilihan yang lebih baik. Minuman buatan sendiri seperti sup kacang hijau, sup plum hitam, air hawthorn, atau teh krisan juga bermanfaat. Minuman bersoda dan manis sebaiknya dihindari.
PRE
NEXT