Konsumsi teh dapat meningkatkan memori pada lansia Empat tahap ketika teh sebaiknya dihindari
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bagi orang tua, minum secangkir teh setelah makan sambil membaca koran merupakan cara yang menyenangkan untuk menghabiskan masa tua. Selain itu, konsumsi teh dapat menyegarkan pikiran dan mengurangi kelelahan. Namun, orang tua sebaiknya menghindari minum teh yang terlalu kental atau teh yang disimpan semalaman. Selain itu, mereka yang memiliki gangguan pencernaan sebaiknya menghindari teh, karena tanin yang terkandung dapat mengiritasi lambung.
Manfaat Konsumsi Teh bagi Orang Tua
1. Meningkatkan memori.Polifenol teh membantu regulasi otak lokal, meningkatkan daya ingat dan efisiensi belajar. Penelitian internasional membuktikan peran teh dalam mencegah dan mengobati gangguan neurologis, terutama penurunan kognitif terkait usia. Selain itu, kafein merangsang sistem saraf pusat, memberikan kesegaran, kejernihan mental, dan efek menyegarkan.Bahkan teh hitam, yang memiliki kandungan kafein relatif tinggi, hanya mengandung 30–45 miligram per cangkir. Faktanya, daun teh mengandung lebih banyak zat yang membantu mengurangi kehilangan kalsium, termasuk fluorida, fitoestrogen, dan kalium. Penelitian di Taiwan menemukan bahwa peminum teh rutin memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah.
3. Meningkatkan kewaspadaan mental. Kafein dalam teh merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan eksitabilitas korteks untuk menyegarkan pikiran dan mempertajam fungsi kognitif dan memori.
4. Membantu pencernaan dan pengurangan lemak. Kafein, vitamin B1, dan vitamin C dalam teh meningkatkan sekresi lambung, memudahkan pencernaan dan mempercepat pemecahan lemak.Senyawa aromatik dalam teh juga dapat melarutkan lemak, mencegah penumpukan lemak dalam tubuh.
5. Menjaga keseimbangan asam-basa darah. Teh diserap dan dioksidasi dengan cepat dalam tubuh, menghasilkan produk metabolik alkali yang sangat terkonsentrasi. Ini segera menetralkan produk metabolik asam dalam darah. Mengandung alkaloid seperti kafein, teofilin, teobromin, dan xantin, teh merupakan minuman alkali yang sangat baik.
Orang lanjut usia sebaiknya menghindari konsumsi teh berlebihan. Pemilihan teh untuk orang lanjut usia memerlukan kehati-hatian: mereka yang menderita penyakit jantung atau ginjal parah, tukak lambung, atau gangguan pencernaan sebaiknya membatasi konsumsi teh dan tidak mengonsumsi semua jenis teh secara sembarangan. Teh hijau direkomendasikan untuk penderita anemia dan serangan jantung, sementara teh hitam tidak cocok untuk orang lanjut usia yang mengalami diare atau sembelit. Orang lanjut usia dengan konstitusi perut dingin atau fisik yang lemah mungkin mendapat manfaat dari teh hitam.
Lansia sebaiknya menghindari teh yang kuat: Kafein dalam daun teh dapat menyebabkan stimulasi berlebihan, sehingga teh yang kuat cenderung menyebabkan insomnia, takikardia, dan aritmia. Mereka yang menderita penyakit jantung koroner, penyakit jantung paru, atau hipertensi sebaiknya memilih teh yang lebih lemah dan mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Selain itu, teh yang kuat dapat menyebabkan sembelit, hal ini memerlukan perhatian khusus pada lansia. Bagi lansia hipertensi, sembelit dapat dengan mudah memicu pendarahan otak.
Orang lanjut usia sebaiknya menghindari konsumsi teh berlebihan: Mereka yang memiliki kebiasaan minum teh sebaiknya membatasi setiap porsi tidak lebih dari 30 mililiter. Seiring bertambahnya usia, fungsi jantung dan paru-paru menurun. Mengonsumsi jumlah besar teh dalam waktu singkat dapat memperkenalkan cairan berlebihan ke dalam aliran darah, meningkatkan volume darah, dan menambah beban pada jantung. Hal ini dapat menyebabkan palpitasi, sesak napas, atau rasa sesak di dada.Dengan penurunan fungsi ginjal, lansia sering mengalami inkontinensia urin. Konsumsi teh berlebihan, akibat senyawa diuretik seperti teofilin, dapat memperburuk beban ginjal dan gejala inkontinensia, menyebabkan ketidaknyamanan.
Empat situasi di mana konsumsi teh tidak dianjurkan bagi lansia
1. Saat perut kosong
Teh mengandung alkaloid seperti kafein. Minum teh sebelum makan dapat menyebabkan penyerapan kafein yang berlebihan di usus, berpotensi menimbulkan gejala hiperaktivitas pada beberapa individu, termasuk detak jantung tidak teratur, pusing, kelemahan pada anggota tubuh, dan kebingungan mental. Mereka yang tidak terbiasa minum teh, terutama saat minum teh di pagi hari dengan perut kosong, lebih rentan terhadap efek ini.Hal ini disebut 'keracunan teh'. Jika terjadi, mengisap permen atau minum air manis dapat meredakan efeknya. Dibandingkan dengan orang muda, orang tua memiliki sistem pencernaan yang lebih sensitif. Orang dewasa dan lansia yang menderita tukak lambung atau duodenum sebaiknya menghindari minum teh saat perut kosong, terutama teh yang kuat. Asam tanat yang berlebihan dapat mengiritasi mukosa gastrointestinal, berpotensi memperburuk kondisi dan kadang-kadang menyebabkan gangguan pencernaan atau sembelit.
2. Saat mabuk
Daun teh merangsang sistem saraf pusat. Mengonsumsi teh yang kuat setelah minum alkohol dapat meningkatkan beban jantung. Orang lanjut usia dengan fungsi jantung atau ginjal yang terganggu sebaiknya menghindari mengonsumsi teh yang kuat dalam jumlah besar setelah minum alkohol. Sebaiknya konsumsi buah yang cukup atau minum cuka dalam tegukan kecil untuk mempercepat metabolisme dan meredakan mabuk.
3. Sebelum tidur
Zat seperti teofilin dalam teh, setelah diserap, secara signifikan merangsang sistem saraf pusat. Konsumsi teh dapat menyebabkan kewaspadaan mental, mengganggu tidur, dan bahkan menyebabkan insomnia, dengan teh hijau segar menunjukkan efek yang lebih kuat. Selain itu, sifat diuretik teh dapat menyebabkan buang air kecil yang sering pada malam hari pada lansia, yang dapat mengganggu kualitas tidur.
4. Saat mengonsumsi obat
Lansia dengan kondisi kronis sering memerlukan pengobatan jangka panjang, dan banyak obat tidak boleh dikonsumsi bersama teh. Contohnya termasuk obat penenang, obat tidur, dan obat antiaritmia. Teofilin dapat mengurangi efek analgesik obat tertentu, jadi teh juga harus dihindari saat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.
PRE
NEXT