Tidur Siang Secara Ilmiah untuk Mengurangi Kelelahan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Terutama setelah makan siang, aliran darah ke saluran pencernaan meningkat secara signifikan sementara pasokan darah ke otak berkurang secara drastis. Hal ini mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke otak, memicu ritme tidur alami dalam jam biologis tubuh. Akibatnya, individu mengalami kelelahan dan kantuk.
Pada tahap ini, pria sebaiknya mengambil tidur siang singkat untuk meredakan keadaan lesu ini. Jadi, bagaimana cara tidur siang secara ilmiah?
1.Durasi tidur siang tidak boleh berlebihan, idealnya kurang dari satu jam.
Penelitian fisiologis menunjukkan bahwa tidur manusia terdiri dari dua tahap: tidur ringan dan tidur dalam. Biasanya, seseorang beralih dari tidur ringan ke tidur dalam sekitar 80 hingga 100 menit setelah tertidur. Selama tidur dalam, proses penghambatan di daerah pusat otak meningkat secara signifikan. Jaringan kapiler di jaringan otak sementara menyempit, mengurangi aliran darah ke otak dan menurunkan laju metabolisme tubuh secara signifikan.Jika seseorang terbangun secara tiba-tiba selama tidur dalam, proses penghambatan yang mendalam di korteks serebral tidak dapat segera dibalikkan, dan jaringan kapiler yang tertutup tidak dapat langsung terbuka kembali. Hal ini secara tidak terhindarkan menyebabkan hipoperfusi serebral sementara dan disfungsi sistem saraf otonom sementara, yang menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Sensasi tidak nyaman ini biasanya bertahan sekitar 30 menit sebelum perlahan-lahan menghilang.Jelas, tidur siang yang lebih lama tidak selalu lebih baik; satu jam adalah durasi optimal. Durasi ini secara efektif meredakan kelelahan tanpa memicu tidur dalam yang membuat bangun menjadi sulit. 2. Hindari tidur siang segera setelah makan. Setelah makan, hindari duduk atau berbaring langsung. Tetap berdiri selama 30 menit, selama itu Anda mungkin mencuci piring atau merawat tanaman.Selanjutnya, lakukan jalan kaki selama 30 menit di luar ruangan untuk membantu pencernaan. Baru setelah itu berbaringlah, idealnya tidak lebih dari 30 menit. Banyak orang mengalami sakit kepala setelah tidur siang, namun merasa mengantuk setelahnya. Hal ini terjadi ketika tidur siang terlalu lama, menyebabkan hipoksia otak. Setelah makan siang, perut masih penuh dengan makanan yang belum tercerna; berbaring segera setelahnya menimbulkan rasa penuh.Pendekatan yang benar adalah melakukan aktivitas ringan setelah makan siang, seperti berjalan-jalan atau pijat perut, sebelum tidur siang. Hal ini membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi.Saat tidur, otot-otot rileks, detak jantung melambat, pembuluh darah melebar, tekanan darah menurun, dan aliran darah ke otak relatif berkurang. Terutama setelah makan siang, ketika lebih banyak darah dialihkan ke saluran pencernaan, duduk terlalu lama saat tidur dapat menyebabkan hipoksia otak seiring waktu, menimbulkan ketidaknyamanan seperti kepala berat, kelelahan, dan kaki lemah. Tidur dengan kepala di atas meja menekan dada, menghalangi pernapasan, dan menambah beban pada jantung dan paru-paru.Secara umum, tidur dengan posisi miring ke kanan dianggap lebih baik, karena hal ini mengurangi beban pada jantung dan meningkatkan aliran darah ke hati, yang membantu pencernaan dan metabolisme. Namun, mengingat singkatnya tidur siang, tidak perlu memaksakan posisi tidur tertentu seperti miring ke kiri, miring ke kanan, atau berbaring telentang. Tujuan utama adalah untuk tertidur dengan cepat.
PRE
NEXT