Bayi yang Gelisah Belum Tentu Hiperaktif
Encyclopedic
PRE
NEXT
Meskipun orang tua mungkin tidak menyukai anak yang terlalu diam atau introvert, mereka juga dapat kesulitan ketika anak terlalu gelisah dan tidak bisa tenang. Sebenarnya, ada alasan di balik hiperaktivitas anak. Mari kita telusuri penyebab ketidakmampuan anak untuk duduk tenang.
Anak-anak secara alami bergantian antara periode aktif dan tenang. Namun, mereka yang selalu gelisah tidak bisa berhenti. Mari kita lihat alasan di balik gerakan konstan ini.
Rasa Ingin Tahu yang Berlebihan
Meskipun usianya masih muda, anak-anak mendekati banyak hal dengan rasa ingin tahu yang besar. Misalnya, mereka mungkin bertanya kepada orang tua mereka: "Mengapa ada orang di televisi? Mengapa ada orang sama sekali?" Setelah mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, anak mungkin berlari-lari di sekitar rumah, hanya untuk dimarahi oleh orang tua mereka, setelah itu mereka mungkin mulai melempar barang-barang. Mereka merasa terdorong untuk menyelidiki dan mempertanyakan segala sesuatu di mana pun mereka pergi. Ini adalah rasa ingin tahu mereka yang bekerja.Orang tua harus menjelaskan jawaban dengan sabar. Hanya ketika orang tua serius menanggapi pertanyaan mereka, sifat gelisah anak-anak akan mulai mereda.
Perilaku nakal
Jangan remehkan anak-anak; mereka bisa menyimpan dendam. Jika orang tua melakukan sesuatu yang membuat mereka kesal, anak-anak mungkin mengingatnya. Mereka lalu mengekspresikan protes mereka melalui serangkaian tindakan yang tidak masuk akal.Misalnya, mereka mungkin melempar barang, mengabaikan orang tua, menangis keras, atau berlari-lari tanpa tujuan. Ketika orang tua bertindak tidak masuk akal, anak-anak tidak bisa berhenti. Sebenarnya, orang tua harus menghormati anak-anak mereka. Begitu anak-anak merasa dihormati, mereka secara alami berhenti melempar tantrum dan tenang.Anak-anak dengan ADHD mungkin berlari-lari tanpa henti, gelisah, dan tidak bisa diam, serta sulit didisiplinkan. Mereka sering gagal menyelesaikan tugas dan bahkan mungkin tidak menyadari tindakan mereka sendiri.
Gangguan Integrasi Sensorik
Jika otak anak gagal mengintegrasikan kontrol motorik dan pemrosesan sensorik secara efektif, perilaku mereka mungkin menjadi tidak terkendali. Mereka mungkin bertindak tanpa kesadaran sadar.Mereka mungkin menyebar mainan, terlibat dalam perundungan, atau meluapkan amarah tanpa memahami perbedaan antara benar dan salah. Tantangan perilaku semacam ini sering membaik seiring pertumbuhan anak, jadi orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Sebagian besar anak secara alami menyukai aktivitas fisik; jika perilaku di atas muncul, orang tua sebaiknya berusaha memahami. Tentu saja, jika ADHD dicurigai, konsultasi medis segera disarankan.
PRE
NEXT