Apa saja jenis-jenis veneer porselen yang berbeda?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Banyak orang memiliki gigi yang tidak sejajar sejak kecil. Beberapa orang tua memilih kawat gigi untuk anak-anak mereka pada usia dini, karena kawat gigi merupakan salah satu metode koreksi gigi. Namun, jika gigi perlu diganti karena alasan apa pun, kawat gigi menjadi tidak efektif. Industri kedokteran gigi kosmetik modern telah memperkenalkan mahkota porselen yang dilapisi logam, bahan yang mirip dengan gigi alami. Ada berbagai jenis mahkota porselen yang dilapisi logam, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1. Mahkota Porselen Terikat Logam dari Paduan Logam Mulia: Mahkota ini memiliki dasar logam yang terbuat dari logam mulia, memberikan ketahanan kimia yang excellent dan resistensi terhadap oksidasi dan korosi. Logam mulia yang umum digunakan dalam kedokteran gigi meliputi emas, platinum, dan palladium.
2. Mahkota porselen fusi logam dengan logam non-precious: Mahkota ini memiliki struktur logam dasar yang terbuat dari logam non-precious. Logam non-precious mudah teroksidasi pada suhu tinggi dan memiliki ketahanan korosi yang relatif lemah. Terutama dalam lingkungan mulut yang lembap, mereka dapat melepaskan ion logam, yang berpotensi menyebabkan perubahan warna abu-abu pada gusi. Beberapa logam juga memiliki sifat alergenik.Logam non-precious yang paling umum digunakan dalam kedokteran gigi meliputi: nikel, kromium, kobalt, aluminium, dll.Titanium menawarkan biokompatibilitas yang excellent, ketahanan korosi, dan konduktivitas termal yang rendah. Namun, titik lelehnya yang tinggi, proses pengecoran yang menantang, kerentanan terhadap oksidasi, ikatan yang relatif lemah antara dasar logam dan lapisan porselen (yang dapat menyebabkan retak porselen), serta kebutuhan akan bubuk porselen khusus membatasi penggunaannya secara luas.
Mahkota gigi yang terbuat dari porselen yang dilapisi logam tersedia dalam berbagai jenis. Pasien dapat memilih opsi yang paling sesuai berdasarkan kebutuhan individu. Jenis yang berbeda bervariasi dalam hal biaya dan hasil estetika. Saat memilih klinik restorasi gigi, pasien disarankan untuk berhati-hati dan memilih praktik kedokteran gigi kosmetik yang spesialis.
PRE
NEXT