Tiga Sup Manis untuk Mengembalikan Energi dan Darah Selama Kehilangan Darah Menstruasi yang Berat
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Selama menstruasi, daya tahan menurun dan suasana hati menjadi lebih tidak stabil. Beberapa individu mungkin mengalami gejala seperti nafsu makan menurun, nyeri punggung bawah, dan kelelahan. Akibat kehilangan darah menstruasi, terutama dalam kasus menorrhagia, setiap siklus menstruasi menguras komponen darah penting seperti protein plasma, kalium, besi, kalsium, dan unsur-unsur esensial lainnya.Kehilangan darah menstruasi, terutama pada kasus menorrhagia, menguras komponen darah penting seperti protein plasma, kalium, besi, kalsium, dan magnesium pada setiap siklus. Oleh karena itu, dalam 1–5 hari setelah menstruasi berhenti, disarankan untuk mengonsumsi protein, mineral, dan makanan yang menutrisi darah. Pilih makanan dan obat herbal Tiongkok yang tidak hanya mempercantik tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah.
Selama menstruasi, konsumsi makanan yang membantu memperlancar aliran menstruasi, seperti daging domba, ayam, kurma merah, kulit tahu, apel, biji coix, susu, gula merah, dan longan – semua dianggap hangat dan menyehatkan.
Untuk gejala seperti nafsu makan menurun atau nyeri punggung bawah, pilihlah makanan yang kaya nutrisi, menyehatkan limpa, dan mudah dicerna seperti kurma, mie, atau bubur biji coix. Jaga keseimbangan nutrisi dengan menyertakan sayuran segar dan buah-buahan. Prioritaskan produk segar, yang tidak hanya lebih enak dan mudah diserap tetapi juga mempertahankan nilai gizi yang lebih tinggi.
Tiga prinsip untuk penambahan darah pada wanita selama menstruasi
1. Kebiasaan makan yang moderat
Selama menstruasi, pilihlah makanan yang ringan namun bergizi, hindari konsumsi berlebihan makanan yang bersifat pedas-panas atau dingin. Makanan yang terlalu panas dapat menyebabkan pendarahan berlebihan, sementara makanan dingin dapat menghambat aliran darah di meridian, menyebabkan dismenore dan aliran menstruasi yang tidak teratur. Konsumsi alkohol berlebihan juga harus dihindari untuk mencegah stimulasi rahim dan gangguan menstruasi.
2. Rutinitas Harian yang Teratur
Wanita sebaiknya menghindari lingkungan lembap dan dingin serta pekerjaan berat. Jaga keseimbangan antara bekerja dan istirahat, terutama selama menstruasi. Minimalkan paparan terhadap stimulus dingin, hujan, air, olahraga berat, dan stres emosional yang intens.
3. Aktivitas Seksual yang Moderat
Jaga kebersihan genital dan praktikkan pengendalian diri dalam hubungan seksual untuk mencegah invasi bakteri dan mengurangi risiko gangguan ginekologi.
Beberapa sup manis sederhana untuk menghangatkan meridian dan menutrisi darah:
Sup Jahe, Jujube, dan Gula Merah
Bahan: 30g jahe kering, 30g jujube, 30g gula merah.
Cara membuat: Cuci dua bahan pertama. Iris halus jahe kering. Buang biji jujube. Rebus bersama gula merah. Minum kaldu dan makan jujube.
Manfaat: Menghangatkan meridian dan mengusir dingin. Cocok untuk dismenore tipe dingin dan melasma.
Rebusan Gula Merah Hawthorn dan Kayu Manis
Bahan: 15g daging buah hawthorn, 5g batang kayu manis, 30g gula merah.
Cara membuat: Masukkan daging buah hawthorn dan kayu manis ke dalam panci tanah liat. Tambahkan dua mangkuk air dan rebus dengan api kecil hingga berkurang menjadi satu mangkuk. Aduk gula merah, aduk rata, dan didihkan.
Manfaat: Menghangatkan meridian, melancarkan saluran, mengubah stagnasi, dan meredakan nyeri. Cocok untuk wanita dengan dismenore tipe dingin dan kulit kusam.
Minuman Jus Bawang Daun dan Gula Merah
Bahan: 300g bawang daun segar, 100g gula merah.
Cara membuat: Cuci bawang daun segar, tiriskan hingga kering, cincang halus, lalu tumbuk untuk mengekstrak jus. Sisihkan.Masukkan gula merah ke dalam panci aluminium dengan sedikit air. Rebus hingga gula larut, lalu campurkan dengan jus bawang prei. Sajikan segera.
Manfaat: Menghangatkan meridian dan mengisi kembali qi. Cocok untuk nyeri menstruasi akibat kekurangan qi dan darah, serta memperbaiki kulit yang kusam dan tidak merata.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved