Pertumbuhan lambat pada bayi dapat menandakan sindrom pendek badan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Pertumbuhan Lambat pada Bayi Dapat Menandakan Dwarfisme (Jaringan Kesehatan Masyarakat)
Kegagalan seorang anak untuk tumbuh lebih tinggi merupakan kekhawatiran yang terus-menerus bagi banyak orang tua, dengan berbagai penyebab potensial.Prevalensi stature pendek di kalangan anak-anak Tiongkok sekitar 3%. Lalu, di mana tepatnya letak masalahnya?
Apa yang menyebabkan anak-anak berhenti tumbuh?
Banyak orang tua, yang putus asa ingin melihat anak mereka tumbuh lebih tinggi, beralih ke obat-obatan yang belum teruji. Pasar dibanjiri dengan produk peninggi badan, dan orang tua secara buta menambahkan suplemen ke diet anak-anak mereka. Tidak hanya gagal membantu pertumbuhan, hal ini sebenarnya dapat merugikan kesehatan anak.
1. Kesalahpahaman Orang Tua
Orang tua seringkali kurang memahami rentang tinggi badan normal pada anak, dan hanya mengandalkan usia kronologis untuk menilai pertumbuhan. Namun, perkembangan harus dievaluasi berdasarkan usia tulang, bukan hanya usia kalender. Beberapa orang salah percaya bahwa nutrisi yang cukup menjamin pertambahan tinggi badan, atau mengabaikan masalah tinggi badan sebagai penundaan perkembangan semata, sehingga melewatkan jendela pengobatan yang optimal.
Para ahli menekankan bahwa mengandalkan usia kronologis saja untuk menilai perkembangan anak sangat tidak dapat diandalkan. Usia hanyalah "jam", sedangkan usia tulang adalah tolok ukur sebenarnya untuk mengukur pertumbuhan.Pertumbuhan tinggi badan manusia terutama bergantung pada pertumbuhan skeletal. Setelah lempeng epifisis menutup, kebanyakan individu berhenti tumbuh lebih tinggi. Biasanya, lempeng ini menutup setelah gadis mencapai usia tulang 14 dan laki-laki mencapai usia tulang 16. Oleh karena itu, jendela waktu optimal untuk mengobati postur pendek adalah sebelum penutupan lempeng epifisis. Orang tua yang khawatir tentang kemungkinan keterlambatan perkembangan harus mencari penilaian usia tulang di rumah sakit.
2. Penundaan pengobatan
Banyak orang tua, setelah menyadari kurangnya pertambahan tinggi pada anak mereka, mengaitkannya dengan kekurangan gizi dan membeli berbagai suplemen peninggi badan, sehingga melewatkan jendela pengobatan optimal. Pada kenyataannya, suplemen-suplemen tersebut di pasaran sebagian besar hanyalah trik pemasaran tanpa bukti keefektifan yang terbukti. Selain itu, mengonsumsi suplemen yang mengandung bahan tambahan ilegal dapat menyebabkan pubertas dini, yang berdampak negatif pada potensi tinggi badan.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan postur tubuh pendek pada anak, seperti kekurangan hormon pertumbuhan atau lahir dengan berat badan rendah untuk usia kehamilan. Pengobatan utama melibatkan suplementasi hormon pertumbuhan. Namun, beberapa orang tua khawatir tentang efek samping potensial hormon terhadap kesehatan anak mereka, sehingga penundaan pengobatan sering terjadi pada anak-anak dengan postur tubuh pendek. Semakin lama pengobatan dimulai, semakin sempit jendela pertumbuhan. Hanya melalui intervensi dini, tinggi badan anak dapat dimaksimalkan untuk mencapai tingkat normal.Hormon pertumbuhan yang diberikan dalam dosis yang tepat dapat meningkatkan tinggi badan tanpa efek samping kesehatan.
Pengingat: Pantau laju pertumbuhan anak Anda
Pertumbuhan lambat adalah gejala stature pendek. Orang tua disarankan untuk secara rutin memantau laju pertumbuhan anak, mengukur tinggi badan pada interval tertentu untuk mendeteksi masalah sejak dini dan melakukan intervensi tepat waktu.
PRE
NEXT