Suplementasi kalsium berlebihan berisiko bagi bayi
Encyclopedic
PRE
NEXT
Tahukah Anda bahwa suplementasi kalsium berlebihan dapat membahayakan bayi? Orang tua sering khawatir tentang asupan kalsium yang tidak cukup dan memberikan makanan kaya kalsium secara berlebihan kepada anak-anak, tanpa menyadari bahwa kelebihan kalsium dapat menghambat pertumbuhan. Lalu, apa pendekatan yang benar untuk suplementasi kalsium? Hari ini kita akan membahas metode suplementasi kalsium yang tepat.
Suplementasi kalsium berlebihan menimbulkan risiko serius bagi anak-anak
Para ahli menunjukkan bahwa gejala utama kelebihan kalsium meliputi pembengkakan tubuh, keringat berlebihan, kehilangan nafsu makan, mual, sembelit, dan gangguan pencernaan. Kasus yang parah dapat menyebabkan hiperkalsiuria. Selain itu, asupan kalsium berlebihan pada anak-anak dapat menghambat perkembangan otak dan mengganggu pertumbuhan.Tingkat kalsium darah yang tinggi dapat menyebabkan endapan kalsium di sekitar kornea, mengganggu penglihatan; pada katup jantung, mengganggu fungsi jantung; atau pada dinding pembuluh darah, mempercepat aterosklerosis.
Para ahli menyarankan suplementasi kalsium harus dilakukan di bawah pengawasan medis.Bagi anak-anak yang tidak mengalami defisiensi kalsium yang parah, sumber makanan seperti produk kedelai, susu, dan ikan dapat menyediakan suplemen, ditambah dengan paparan sinar ultraviolet matahari. Berjemur dan aktivitas di luar ruangan merupakan suplemen kalsium alami terbaik, dengan produk susu sebagai sumber makanan yang diutamakan. Bagi yang tidak mengonsumsi susu, yogurt dapat menjadi pengganti. Mencapai asupan kalsium yang cukup melalui nutrisi seimbang tidak hanya mungkin tetapi juga lebih efektif, ekonomis, aman, dan berkelanjutan.
Berapa banyak kalsium yang dibutuhkan anak setiap hari?
0-6 bulan: 300 miligram/hari
6-12 bulan: 400 miligram/hari
1-3 tahun: 600 miligram/hari
4-10 tahun: 800 miligram/hari
11–18 tahun: 1000 mg/hari
Karena anak-anak berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, asupan kalsium dari makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka. Oleh karena itu, selain diet normal, suplemen kalsium diperlukan. Suplemen kalsium harian harus menyediakan 50–60% dari kebutuhan kalsium untuk setiap kelompok usia yang tercantum di atas.
Menjamin Suplementasi Kalsium yang Tepat untuk Bayi: Risiko Asupan Berlebihan
Pemilihan suplemen kalsium yang efektif langsung memengaruhi efektivitas suplementasi. Ahli menyarankan untuk mempertimbangkan tiga faktor utama: sumber kalsium, kandungan kalsium yang cukup, keamanan, dan efisiensi biaya.
Susu sebagai Suplemen Kalsium Optimal
Pedoman Diet untuk Penduduk Tiongkok dari Masyarakat Nutrisi Tiongkok, Bagian 3, menekankan: "Konsumsi secara teratur produk susu, kacang-kacangan, atau turunannya."
Susu dan produk susu lainnya merupakan sumber kalsium terbaik. Kualitas kalsium yang mereka sediakan tidak tertandingi oleh makanan lain atau suplemen farmasi. Selain itu, mereka menyediakan energi, protein berkualitas tinggi, dan vitamin yang esensial untuk aktivitas sehari-hari.Selain protein berkualitas tinggi dan vitamin, produk susu memiliki kandungan kalsium yang tinggi dengan bioavailabilitas yang baik, menjadikannya sumber kalsium alami yang excellent. Susu segar mengandung 63-159 mg kalsium per mililiter, susu bubuk mencapai 216-1239 mg per mililiter, dan yogurt menyediakan 78-212 mg per mililiter.
Produk susu lainnya seperti susu beraroma, susu bubuk utuh dengan tambahan gula, susu bubuk tinggi kalsium, dan krim juga mengandung kalsium yang cukup tinggi. Bayi, anak-anak, dan remaja sebaiknya mengonsumsi jumlah harian yang cukup dari susu dan produk susu.Selain itu, produk susu kaya akan vitamin A dan riboflavin, nutrisi yang seringkali kurang dalam diet masyarakat China. Mengingat nilai gizi yang tinggi, negara-negara maju mengklasifikasikan produk susu sebagai kelompok makanan tersendiri, yang esensial untuk dikonsumsi setiap hari sebagai sumber utama kalsium, fosfor, dan vitamin A, D, dan B2.
Saat mengonsumsi suplemen kalsium, pertimbangan berikut tidak boleh diabaikan:
1. Suplemen kalsium harus disertai dengan vitamin D
Vitamin D secara efektif meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh, berperan sebagai kunci dalam metabolisme kalsium. Anak-anak memerlukan 400 Unit Internasional (IU) vitamin D setiap hari. Karena tubuh dapat mensintesis vitamin D sendiri, orang tua disarankan untuk mengekspos anak-anak pada sinar matahari yang cukup; alternatifnya, suplemen kalsium yang mengandung vitamin D dapat dipilih.
2. Hindari suplemen kalsium yang mengandung fosfor
Kalsium dan fosfor adalah unsur utama dalam pembentukan tulang, dengan hubungan yang sangat saling bergantung. Perbandingan kalsium dan fosfor dalam tubuh harus seimbang. Asupan fosfor yang berlebihan menyebabkan pembentukan fosfat kalsium yang tidak larut, yang diekskresikan dari tubuh.Hal ini secara tidak terhindarkan menyebabkan kehilangan kalsium. Karena sumber makanan dan air, asupan fosfor pada populasi Tionghoa sudah jauh melebihi batas yang direkomendasikan. Terutama pada masa bayi dan anak-anak, kelebihan fosfor dapat menyebabkan serangkaian konsekuensi serius. Ahli gizi Tionghoa dengan tegas menyarankan: dalam keadaan apa pun, bayi atau anak-anak tidak boleh diberikan suplemen kalsium yang mengandung fosfor!
3. Magnesium mempengaruhi penyerapan kalsium
Kalsium dan magnesium adalah ion divalen, dan penyerapan keduanya dalam tubuh saling bersaing.Bagi bayi dan anak-anak, asupan magnesium dari makanan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tanpa suplemen. Kelebihan magnesium tidak hanya mengganggu penyerapan kalsium tetapi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan sembarangan suplemen kalsium yang mengandung magnesium.
Menjamin Asupan Kalsium yang Tepat untuk Bayi: Risiko Suplementasi Berlebihan
4. Pengurangan Asupan Garam dalam Diet Memudahkan Penyerapan Kalsium
Penelitian terbaru menunjukkan adanya persaingan antara kalsium dan natrium selama reabsorpsi tubulus ginjal. Asupan natrium yang tinggi mengurangi penyerapan kalsium.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan garam harian di bawah 6g untuk individu Tionghoa, dengan tingkat yang lebih rendah disarankan untuk bayi dan anak-anak. Keluarga yang menyukai makanan asin sebaiknya mengontrol ketat asupan garam dalam diet anak-anak untuk memastikan penyerapan dan pemanfaatan kalsium yang optimal.Kacang-kacangan dan tepung yang belum difermentasi mengandung fitat; sayuran tertentu (seperti bayam, rebung, edamame, kacang air, dan bawang) mengandung asam oksalat, yang dapat mengikat kalsium untuk membentuk senyawa yang tidak larut, sehingga mengganggu penyerapan kalsium. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan dengan tepat saat memberikan suplemen kalsium.
Poin di atas menjelaskan risiko yang terkait dengan suplementasi kalsium berlebihan pada bayi. Kami harap informasi ini bermanfaat. Semoga Anda sehat selalu.
PRE
NEXT