Hati-hati! Hindari berenang dalam 16 kondisi berikut
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Berenang adalah metode yang sangat baik untuk mengasah kemauan dan melatih tubuh, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Hindari berenang sebelum atau setelah makan. Berenang dalam keadaan perut kosong dapat mengganggu nafsu makan dan fungsi pencernaan, serta dapat menyebabkan pusing atau kelelahan selama berenang. Berenang dalam keadaan perut penuh juga dapat mengganggu pencernaan, berpotensi menyebabkan kram perut, muntah, atau nyeri perut.
2. Hindari berenang segera setelah olahraga berat
Berenang langsung setelah aktivitas fisik yang intens dapat memberikan beban tambahan pada jantung. Penurunan suhu tubuh yang tiba-tiba dapat melemahkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko terkena pilek, faringitis, dan penyakit serupa.
3. Hindari berenang saat menstruasi
Berenang saat menstruasi memungkinkan patogen masuk ke rahim dan tuba falopi, berpotensi menyebabkan infeksi yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, pendarahan berlebihan, atau menstruasi yang berkepanjangan.
4. Hindari berenang di perairan yang tidak familiar
Saat berenang di perairan alami, jangan masuk ke air secara terburu-buru. Hindari berenang di area dengan lingkungan atau kondisi bawah air yang kompleks untuk mencegah kecelakaan.
5. Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan saat berenang
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan luka bakar matahari atau dermatitis akut, yang juga dikenal sebagai luka bakar matahari. Untuk mencegah luka bakar matahari, gunakan payung untuk berteduh setelah keluar dari air, istirahat di area yang teduh, tutupi kulit yang terpapar dengan handuk, atau oleskan tabir surya pada area yang terpapar.
6. Hindari berenang tanpa latihan pemanasan
Suhu air biasanya lebih rendah dari suhu tubuh. Oleh karena itu, latihan pemanasan harus dilakukan sebelum masuk ke air untuk mencegah ketidaknyamanan.
7. Hindari makan segera setelah berenang
Disarankan untuk beristirahat sebentar sebelum makan setelah berenang. Makan langsung setelah berenang dapat memberikan beban tiba-tiba pada sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal seiring waktu.
8. Hindari sesi berenang yang terlalu lama
Kulit umumnya mengalami tiga tahap respons terhadap rangsangan dingin.
Tahap Satu: Saat masuk ke air, rangsangan dingin menyebabkan pembuluh darah kulit menyempit, menyebabkan kulit pucat.
Tahap Dua: Setelah beberapa waktu di air, aliran darah perifer melebar, mengubah warna kulit dari pucat menjadi merah muda saat kehangatan menggantikan rasa dingin awal.
Tahap Ketiga: Paparan yang berkepanjangan menyebabkan kehilangan panas melebihi produksi panas, menyebabkan kulit merinding dan gemetar.
Ini menandai fase kritis untuk berenang di musim panas, sehingga perlu segera keluar dari air.
Sesi berenang sebaiknya tidak melebihi 1,5–2 jam.
9. Hindari berenang jika Anda memiliki riwayat epilepsi
Baik mengalami kejang grand mal maupun petit mal, kehilangan kesadaran sementara selama serangan dapat berakibat fatal jika terjadi saat berenang.
10. Hindari berenang jika Anda menderita hipertensi
Terutama pada kasus hipertensi refraktori yang resisten terhadap obat, berenang berpotensi memicu stroke dan harus dihindari secara ketat.
11. Individu dengan kondisi jantung sebaiknya menghindari berenang
Mereka yang menderita penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner berat, penyakit katup jantung rematik, atau aritmia signifikan sebaiknya menghindari berenang.
12. Hindari berenang dengan otitis media
Baik kronis maupun akut, otitis media dapat memperburuk kondisi saat air masuk ke telinga tengah yang meradang, berpotensi menyebabkan infeksi intrakranial.
13. Hindari berenang dengan konjungtivitis akut
Virus penyebab kondisi ini menyebar dengan sangat cepat dan luas di kolam renang.Selama musim epidemi, bahkan orang sehat sebaiknya menghindari kolam renang. 14. Hindari berenang dengan kondisi kulit tertentu Kondisi seperti berbagai jenis tinea (kurap) dan dermatitis alergi tidak hanya dapat memicu urtikaria (biduran) atau dermatitis kontak, tetapi juga memperburuk gejala yang sudah ada. 15. Hindari berenang setelah mengonsumsi alkohol Berenang setelah minum alkohol dapat menguras cadangan glukosa tubuh, berpotensi menyebabkan hipoglikemia.Selain itu, alkohol menghambat fungsi hati normal, menghalangi konversi dan penyimpanan glukosa, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. 16. Hindari mengabaikan kebersihan setelah berenang Setelah berenang, segera lap sisa air dengan handuk kering yang lembut. Gunakan tetes mata kloramfenikol atau asam borat dan bersihkan sekresi hidung. Jika air masuk ke telinga, gunakan teknik "lompatan sisi yang sama" untuk mengeluarkannya.Selanjutnya, lakukan beberapa latihan relaksasi dan pijat anggota tubuh, atau beristirahat di bawah sinar matahari selama 15–20 menit untuk mencegah kekakuan otot dan kelelahan.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved