Kecantikan saat menstruasi: Manfaatkan momen yang tepat untuk memaksimalkan upaya kecantikan Anda
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Perubahan Internal: Tingkat sekresi hormon menurun dengan cepat, suhu tubuh turun, dan kadar estrogen dan progesteron dalam darah berkurang secara bertahap hingga aktivitas minimal. Fokus Utama: Hidrasi kulit, mengatasi lingkaran hitam di bawah mata. Penyebab: Kehilangan darah selama menstruasi menyebabkan kelelahan fisiologis dan kerentanan, seringkali membuat lingkaran hitam di bawah mata menjadi lebih terlihat.Secara bersamaan, penurunan suhu tubuh seringkali memperkuat tekanan detoksifikasi. Jika limbah tubuh tidak dikeluarkan dengan cepat, kulit mungkin terlihat kusam dan tidak bercahaya. Oleh karena itu, fokus utama pada fase ini tetap pada "pemenuhan nutrisi".
Fase Folikuler
Waktu Ideal untuk Mencoba Produk Perawatan Kulit Baru
Durasi: Hari ke-5 hingga ke-14 siklus menstruasi, berlangsung sekitar 10 hari
Perubahan Tubuh: Sekresi hormonal meningkat, kadar estrogen dalam darah secara bertahap naik, dan metabolisme tubuh menjadi lebih aktif.
Pertimbangan Utama: Fase folikuler adalah saat kondisi kulit berada pada puncaknya. Pada tahap ini, aktivitas hormonal yang meningkat dan kadar estrogen serta progesteron yang terus naik dalam darah mendukung regenerasi kulit yang seimbang. Kulit yang ternutrisi dengan baik tampak sangat halus, cerah, dan bercahaya. Karena kulit relatif tahan lama pada masa ini, ini adalah periode ideal untuk bereksperimen dengan rutinitas perawatan kulit baru.
Fase Luteal
Jaga kebersihan untuk mencegah "minyak dan jerawat"
Durasi: Dimulai 15 hari setelah menstruasi, berlangsung sekitar 14 hari
Perubahan fisiologis: Sekresi estrogen berkurang sementara sekresi androgen meningkat; secara bersamaan, aktivitas estrogen menurun dan aktivitas progesteron meningkat secara bertahap.Di bawah pengaruh progesteron yang diproduksi setelah ovulasi, ketidakseimbangan hormonal menjadi jelas.
Ciri Utama: Androgen mendominasi fase ini, menyebabkan kulit mengalami stres yang signifikan. Di bawah pengaruh androgen, produksi sebum meningkat, pori-pori membesar, dan efek progesteron yang semakin kuat menyebabkan keratinisasi menebal secara progresif. Hal ini sering menyebabkan jerawat dan komedo yang terkonsentrasi.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved