Tiga kebiasaan menstruasi yang paling merugikan kesehatan wanita
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Selama menstruasi, tubuh wanita memiliki daya tahan yang berkurang, dan kelalaian dapat menyebabkan penyakit tertentu. Namun, banyak wanita masih melakukan kesalahan selama menstruasi yang merugikan kesehatan mereka. Di antara kesalahan tersebut, tiga tindakan khususnya merugikan tubuh. Apakah Anda pernah melakukannya?
1. Mengonsumsi Alkohol
Sebelum dan selama menstruasi, fluktuasi hormonal mengurangi aktivitas enzim metabolik pada wanita. Hal ini mengurangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme alkohol, sehingga alkohol tidak dapat dikeluarkan dengan cepat dari aliran darah. Sebaliknya, alkohol berubah menjadi zat asam berbahaya.Untuk menghilangkan zat asam tersebut, hati harus terus memproduksi enzim. Hal ini menambah beban pada hati, meningkatkan risiko disfungsi hati.
Laporan menunjukkan bahwa wanita 50% lebih berisiko mengalami kerusakan hati atau keracunan alkohol saat minum alkohol selama menstruasi. Hal ini karena wanita memiliki kadar enzim yang lebih rendah selama menstruasi. Minum berlebihan memperpanjang efek mabuk dan memperparah dampaknya.Hal ini menjelaskan mengapa minum alkohol selama menstruasi dapat lebih mudah menyebabkan kecanduan dan keracunan alkohol. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari minuman beralkohol saat menstruasi mendekat atau terjadi. Konsumsi anggur secara moderat diperbolehkan, tetapi kelebihan harus dihindari.
II. Konsumsi Teh
Teh tidak cocok untuk dikonsumsi setiap saat, terutama bagi wanita, karena dapat secara bertahap memperburuk kesehatan. Selama menstruasi, darah menstruasi menguras cadangan zat besi dalam tubuh.Oleh karena itu, wanita sebaiknya mengutamakan makanan kaya zat besi seperti bayam, anggur, dan apel. Jika seseorang terbiasa minum teh setelah makan, asam tanat (hingga 50% komposisi teh) dapat menghambat penyerapan zat besi di usus, sehingga mengurangi penyerapannya secara signifikan. Hal ini meningkatkan kemungkinan zat besi dari makanan atau suplemen zat besi membentuk endapan di saluran pencernaan.
III. Aktivitas Seksual
Selama menstruasi, berbagai sistem tubuh mengalami perubahan, terutama: penurunan eksitabilitas korteks yang menyebabkan penurunan resistensi keseluruhan; peluruhan lapisan rahim disertai pendarahan; pembukaan os serviks; dan darah menstruasi yang bersifat alkali menetralkan lingkungan asam vagina, sehingga menurunkan keasaman vagina dan melemahkan fungsi penghalang alaminya.
Melakukan hubungan seksual selama menstruasi dapat menyebabkan konsekuensi buruk berikut:
1. Akibat rangsangan mutual, aktivitas seksual menyebabkan kongesti pada organ reproduksi wanita, mengakibatkan aliran menstruasi yang lebih berat dan periode yang lebih lama.
2. Selain itu, sekresi menstruasi yang masuk ke uretra pria berpotensi menyebabkan uretritis.
3. Jika hubungan seksual terjadi selama menstruasi, sperma dapat bertemu dengan jaringan endometrium yang rusak dan sel darah yang bocor di dalam rahim, atau bahkan masuk ke aliran darah. Hal ini dapat memicu produksi antibodi anti-sperma, yang berpotensi menyebabkan infertilitas yang dimediasi oleh sistem kekebalan.
Oleh karena itu, demi kesehatan fisik dan kesejahteraan reproduksi kedua pasangan, hubungan seksual selama menstruasi tidak dianjurkan dalam keadaan apa pun.
Selama menstruasi, pilihan makanan yang bijak dapat membantu meredakan ketidaknyamanan:
1. Pada fase awal menstruasi, wanita sering mengalami nyeri punggung bawah dan kehilangan nafsu makan. Mengonsumsi makanan yang lezat dan mudah dicerna seperti kurma, mie, atau bubur biji coix dapat bermanfaat.
2. Selama periode menstruasi, prioritaskan makanan yang kaya nutrisi dan mudah dicerna untuk mengganti nutrisi yang hilang. Peningkatan asupan air dan konsumsi sayuran dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, sehingga mengurangi kongesti panggul.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved