Kebiasaan Membaca untuk Bayi: Hindari Merusak Penglihatan Anak Anda
Encyclopedic
PRE
NEXT
Kebiasaan Membaca untuk Anak-Anak: Melindungi Penglihatan Anak (Jaringan Kesehatan Masyarakat)
1. Kertas yang Terlalu Putih
Bahan cetakan yang dicetak pada kertas putih cerah terlihat menarik secara visual dengan cetakan yang indah, namun dapat menyebabkan ketegangan mata yang signifikan saat membaca.
Baik saat membaca buku maupun menonton televisi, kontras yang berlebihan dapat berdampak buruk pada penglihatan.
Kertas yang terlalu putih tidak hanya meningkatkan kontras warna tetapi juga memantulkan cahaya secara intens, merangsang saraf optik secara berlebihan dan menyebabkan kelelahan visual. Itulah mengapa pencahayaan diperlukan saat menonton televisi – untuk mengurangi kontras. Jika kertas terlihat terlalu terang atau mata terasa lelah dalam sepuluh menit pertama membaca, warna kertas jelas tidak sesuai.
2. Silau Berlebihan
Buku anak-anak berkualitas memiliki warna lembut dan alami dengan silau minimal.
Refleksi yang intens memaksa mata untuk mengalami stimulasi berlebihan, menyebabkan otot siliaris berkontraksi dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan kelelahan mata cepat dan dapat menyebabkan miopia akomodatif fungsional seiring waktu.
3.Warna yang terlalu mencolok
Penglihatan anak-anak membutuhkan stimulasi, tetapi merupakan kesalahpahaman serius untuk menganggap bahwa warna-warna cerah saja dapat memberikan stimulasi tersebut. Jika anak-anak terbiasa dengan warna-warna yang terlalu jenuh dan mencolok, kemampuan mereka untuk membedakan warna alami akan berkurang. Hal ini serupa dengan memberi anak makanan yang terlalu asin, yang dapat meredam kepekaan mereka terhadap rasa. Oleh karena itu, bayi baru lahir tidak perlu diperlihatkan buku berwarna-warni; buku hitam-putih sudah cukup pada awalnya.
Warna kertas buku yang tersedia di pasaran saat ini sangat bervariasi. Meskipun warna-warna cerah seperti merah dan hijau mungkin menarik perhatian pembaca, paparan yang berkepanjangan dapat menyebabkan ketegangan mata. Oleh karena itu, warna-warna lembut seperti kuning pucat atau pink muda lebih disarankan untuk kertas buku, karena dapat mengurangi kelelahan mata saat membaca.
4. Ilustrasi yang terlalu detail
Meskipun orang dewasa mungkin menghargai seni yang rumit, buku anak-anak sebaiknya menghindari gambar yang terlalu kompleks atau detail halus. Demikian pula, teks tidak boleh terlalu kecil, karena hal ini memaksa anak-anak untuk memaksa mata mereka. Mereka mungkin secara tidak sadar melebarkan mata dan mendekatkan diri ke buku, yang dapat berdampak buruk pada penglihatan mereka seiring waktu.
Secara medis, perkembangan penglihatan anak masih belum matang setelah lahir, dan terus berlanjut hingga sekitar usia lima tahun. Baru pada usia tersebut, ketajaman penglihatan normal biasanya mencapai 0,8 hingga 1,0. Selama periode ini, melindungi penglihatan anak sangat penting. Karena mata mereka masih berkembang, mereka tidak boleh terpapar detail yang terlalu rumit. Oleh karena itu, teks yang lebih besar dan ilustrasi yang lebih sederhana lebih disarankan.
5. Bau yang tidak biasa
Cium buku tersebut. Beberapa penerbit menambahkan bahan kimia selama proses produksi untuk meningkatkan penampilan dan tekstur – membuat buku terlihat lebih menarik atau terasa lebih autentik (misalnya, halaman yang meniru tekstur cangkang). Jika bahan-bahan ini tidak ramah lingkungan, mereka dapat membahayakan kesehatan anak.Secara umum, bahan berbahaya mengeluarkan bau yang menyengat. Sebelum membeli, cium buku tersebut; jika baunya tidak sedap, hindari membelinya. 6. Halaman yang terlalu kaku atau tipis Periksa ikatan buku. Halaman buku bersampul lunak tidak boleh terlalu kaku atau tipis, karena hal ini meningkatkan risiko melukai tangan anak.Buku hardcover sebaiknya memiliki sudut yang bulat atau dilindungi, karena sudut tajam dapat menyebabkan cedera. Ringkasan Editor: Saat memilih buku untuk anak-anak, warna kertas, kilap, nuansa, dan ilustrasi sangat penting. Mengabaikan aspek-aspek ini berisiko merusak penglihatan anak-anak. Orang tua harus waspada untuk mencegah kerusakan penglihatan akibat pilihan yang tidak tepat.
PRE
NEXT