Masalah fisik apa yang timbul akibat kekurangan tidur kronis?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Sleeping Beauty, Sleeping Beauty—kecantikan lahir dari tidur! Bagi wanita yang menginginkan kilau yang cerah dan memikat, tidak ada yang melebihi pentingnya tidur. Penelitian menunjukkan bahwa wanita menghabiskan ribuan hingga ratusan ribu pound setiap tahun untuk kosmetik dan perawatan kulit. Namun, pada kenyataannya, bahkan perawatan kulit dan makeup terbaik pun tidak dapat menandingi manfaat delapan jam tidur setiap malam.Lagi pula, regulasi internal lebih langsung dan efektif daripada nutrisi eksternal. Kurang tidur akan secara signifikan merusak kesehatan dan kecantikan Anda. Lalu, apa saja masalah yang dapat timbul dari sering begadang?
Tidak bisa begadang tapi tetap mengalami tidur yang buruk? Kurang tidur juga menyebabkan masalah serius. Selain kantuk di siang hari dan lingkaran hitam di bawah mata, tidur yang buruk membawa sejumlah masalah lain. Berikut 12 masalah kesehatan yang terkait dengan begadang.
1. Penambahan berat badan mendadak Banyak orang mengira bahwa istirahat yang lama saat tidur membuat seseorang rentan mengalami penambahan berat badan. Faktanya, kurang tidur mempercepat penambahan berat badan. Kurang tidur mengurangi sekresi leptin, yang menghambat pembakaran lemak. Hal ini juga meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan berkalori tinggi, yang menyebabkan penambahan berat badan dengan cepat.Oleh karena itu, bahaya utama kurang tidur adalah kenaikan berat badan!
2. Penurunan Libido Pada pria, tidur kurang dari lima jam selama tujuh hari berturut-turut secara signifikan menurunkan kadar testosteron, yang secara signifikan mengurangi hasrat seksual. Wanita juga mengalami masalah serupa akibat kurang tidur.
3. Mood Rendah Penelitian klinis menunjukkan bahwa individu yang tidur nyenyak di malam hari mempertahankan keadaan emosional yang lebih positif. Sebaliknya, mereka yang memiliki kualitas tidur buruk sering mengalami penurunan kinerja kerja keesokan harinya.Mereka sering terjebak dalam keadaan kesedihan dan kekhawatiran.
4. Lupa Semakin sedikit seseorang tidur, semakin rentan mereka mengalami lupa, dengan risiko meningkat untuk mengembangkan penyakit Alzheimer di usia tua. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa lupa semakin sering terjadi pada individu yang lebih muda. Untuk menghindari krisis pertengahan usia yang dini, sebaiknya hindari begadang secara rutin.
5. Sakit kepala Kurang tidur yang berkepanjangan membuat otak berada dalam keadaan kekurangan pasokan darah untuk periode yang lama.Jangan remehkan kondisi ini, karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen lokal, yang membuat beberapa orang mengalami sakit kepala.
6. Rentan terhadap pilek Jika Anda sering terkena pilek atau sakit saat orang di sekitar Anda tetap sehat, waspadalah—kurang tidur mungkin menjadi penyebabnya. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidur kurang dari 7 jam sehari selama dua minggu berturut-turut memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk terkena pilek dibandingkan mereka yang tidur 7 jam atau lebih.
7. Toleransi nyeri berkurang Studi menunjukkan bahwa kurang tidur di malam hari meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri sambil mengurangi toleransi. Cedera ringan seperti luka kecil atau pendarahan ringan dapat terasa sangat menyakitkan.
8. Fungsi kognitif terganggu Kurang tidur mengganggu retensi memori dan pemrosesan kognitif. Hal ini juga dapat menyebabkan rentang perhatian yang berkurang dan kesulitan berkonsentrasi.
9. Risiko kondisi kronis meningkat Meskipun kurang tidur terkait dengan kondisi kronis seperti hipertensi dan diabetes, hal ini juga meningkatkan risiko mengembangkan penyakit Alzheimer di usia lanjut.
7. Penurunan toleransi rasa sakit Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur di malam hari meningkatkan sensitivitas terhadap rasa sakit sambil mengurangi toleransi. Cedera ringan seperti luka gores di jari atau pendarahan ringan dapat terasa sangat menyakitkan.Meskipun tidak ada penelitian China yang secara langsung menghubungkan kurang tidur dengan iritabilitas, kurang tidur memang memperkuat emosi negatif tersebut.
9. Reaksi Lambat Apa? Kurang tidur memang dapat melemahkan refleks Anda, memperlambat fungsi otak, dan membuat Anda bereaksi setengah detik lebih lambat dari orang lain. Selain itu, sulit untuk fokus pada tugas, dengan perhatian Anda secara tidak sadar beralih ke hal lain.
10. Ucapan yang Tidak Jelas Mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi begadang benar-benar menyebabkan ucapan yang tidak jelas. Ini bukan hiperbola: setelah 36 jam berturut-turut tanpa tidur, laju bicara secara nyata melambat, kata-kata diulang secara tidak sadar, dan bicara dapat tiba-tiba terhenti seolah-olah otak kosong.
11. Masalah Pencernaan Malam tanpa tidur sering memicu masalah pencernaan seperti diare, gangguan pencernaan, dan sembelit.Gejala-gejala ini terkadang tidak disebabkan oleh faktor diet, melainkan oleh kurang tidur.
12. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil Selama tidur dalam, tubuh mengurangi produksi urine. Namun, begadang dan mengurangi waktu tidur menyebabkan buang air kecil berlebihan di malam hari, sehingga memerlukan kunjungan sering ke toilet.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved