Apa penyebab masalah pencernaan yang persisten? Pelajari beberapa metode untuk meredakannya
Encyclopedic
PRE
NEXT
Gangguan fungsi gastrointestinal tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan yang sering terjadi tetapi juga menyebabkan malabsorpsi nutrisi, yang mengakibatkan penurunan kesehatan fisik secara keseluruhan.Lalu, apa yang menyebabkan gangguan pencernaan yang sering?
Apa yang menyebabkan gangguan pencernaan yang sering?
1. Penyebab dasar
Kita semua pernah mengalami gangguan pencernaan sesekali, seringkali terkait dengan kebiasaan makan: makan berlebihan, mengonsumsi makanan berlemak, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat penghilang rasa sakit secara berlebihan dapat berkontribusi.
2. Infeksi Helicobacter pylori
Diketahui bahwa Helicobacter pylori erat terkait dengan gangguan gastrointestinal, dan gangguan pencernaan juga dapat disebabkan oleh infeksi ini.
3. Gangguan Motilitas Gastrointestinal
Gangguan motilitas gastrointestinal merupakan penyebab utama gangguan pencernaan. Gejala umum meliputi motilitas abnormal pada bagian proksimal lambung dan antrum lambung, penundaan pengosongan lambung, serta ketidakkoordinasian gerakan pilorus-duodenum.
4. Faktor Diet
Konsumsi berlebihan makanan kaya protein dan kalsium dapat menyebabkan sembelit karena sifat alkali yang tinggi, sehingga berkontribusi pada gangguan pencernaan.
5. Faktor Psikologis
Keadaan tegang, cemas, depresi, atau kegembiraan berlebihan yang berkepanjangan dapat dengan mudah memicu gangguan gastrointestinal, menyebabkan disfungsi pencernaan.
Tips untuk meredakan kembung dan gangguan pencernaan
1. Posisi berlutut dan membungkuk ke depan
Letakkan matras yoga di lantai dan berlutut di atasnya, pastikan kedua lutut dan jari kaki menyentuh tanah sepenuhnya.
Jaga tubuh bagian atas tetap tegak dengan lengan menggantung secara alami di sisi tubuh. Turunkan tubuh secara perlahan hingga berat badan sepenuhnya bertumpu pada pergelangan kaki.
Letakkan tangan dengan lembut di lutut dan pertahankan pernapasan normal.
Tahan posisi ini selama 30 detik, lalu rileks dan condongkan tubuh bagian atas ke depan.
Ulangi 3–5 kali. Ini membantu menghilangkan kembung, meredakan kejang saluran pencernaan dan diare, serta menguatkan otot paha.
2. Push-Up Telungkup
Letakkan matras yoga di atas tempat tidur atau lantai. Ambil posisi telungkup dengan tubuh rileks sepenuhnya, dahi menyentuh tanah, kaki terentang, dan lengan ditekuk selebar bahu. Jaga siku dekat tubuh dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Dukung tubuh Anda dengan tangan, angkat kepala dan dada sambil menjaga kaki tetap menempel di tanah hingga Anda merasa dada dan perut sepenuhnya mengembang.
Tahan selama sekitar 10 detik, lalu ulangi gerakan ini 3–5 kali. Latihan ini memberikan sedikit kelegaan dari kembung dan sembelit, sekaligus memperkuat otot punggung dan memperbaiki postur tulang belakang.
3. Standing Knee Bend
Berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu secara alami. Letakkan tangan dengan ringan di lutut dan bungkukkan tubuh sedikit ke depan. Tarik napas dalam-dalam, lalu saat menghembuskan napas, kontraksikan otot perut secara perlahan.
Biarkan otot perut menarik ke dalam, hindari tegangan berlebihan—usahakan usaha yang nyaman dan tidak menyakitkan.
Tahan selama 5–20 detik, lalu hembuskan napas sepenuhnya untuk melepaskan tekanan paru-paru dan rileks otot. Ulangi 4–7 kali untuk meredakan gangguan pencernaan dan sembelit secara efektif.
4. Pijatan Perut
Duduk di kursi, letakkan tangan kiri di atas tangan kanan. Tarik napas, angkat dada, dan dorong tubuh bagian atas ke depan dengan kuat sambil sedikit membungkuk ke belakang. Hembuskan napas, tarik dada ke dalam, bungkuk ke depan, dan tekan tangan dengan kuat ke perut. Lakukan 20–30 repetisi per sesi, sesuaikan intensitas sesuai kemampuan. Latihan ini menggabungkan kontraksi otot perut dengan pijatan organ dalam untuk merangsang fungsi pencernaan.
Alternatifnya, letakkan kedua tangan tumpang tindih di atas pusar dan pijat perut dengan gerakan melingkar (atas, bawah, kiri, kanan) 100–200 kali.
5. Berkumur dan Menelan Air Liur
Dengan mulut tertutup, gunakan lidah untuk menggosok tepi gigi 12 kali naik turun. Kemudian kembungkan pipi seolah-olah berkumur. Setelah air liur memenuhi mulut, telan perlahan.
6. Memijat Betis
Genggam otot betis bagian dalam dengan kedua tangan, jempol dan jari berlawanan. Tekan dengan kuat untuk memijat area tersebut hingga terasa nyeri yang jelas.
6. Memijat Betis
Genggam otot betis bagian dalam dengan tangan, jempol dan jari saling berlawanan. Berikan tekanan sedang hingga terasa sensasi nyeri yang jelas.
Mulai memijat ke atas dari bagian bawah, lalu balik arah, lakukan 15–30 repetisi di setiap arah. Ulangi 1–3 kali sehari.
7. Naik tangga
Gunakan tangga untuk berolahraga. Mulailah naik satu langkah sekaligus, secara bertahap meningkat menjadi dua langkah sekaligus. Lakukan ini selama sekitar 10 menit, ulangi tiga kali sehari.
Tingkatkan kecepatan dari lambat ke cepat, bertujuan untuk intensitas olahraga yang meningkatkan detak jantung hingga sekitar 120 detak per menit.
PRE
NEXT