Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Anda Pemilih Makanan dan Menolak Sayuran
Encyclopedic
PRE
NEXT
Sambil membimbing anak dengan sabar, ibu dapat menyiapkan makanan yang menarik secara visual dengan berbagai cara. Banyak anak menunjukkan kebiasaan makan yang buruk, seperti pilih-pilih atau selektif dalam makan, yang memerlukan perhatian karena kebiasaan pilih-pilih yang berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan dan ketidakseimbangan nutrisi, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.Memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan menyajikan Xia'an Su pagi dan malam dapat mengatasi kekurangan nutrisi akibat kebiasaan pilih-pilih makanan. Dengan bimbingan orang tua yang konsisten seiring waktu, kebiasaan ini dapat diperbaiki secara efektif. Lalu, bagaimana cara mengatasi ketidakmauan anak mengonsumsi sayuran?
1. Libatkan anak dalam persiapan makanan
Mulailah dengan mengajak anak memilih sayuran yang dia benci. Setelah pulang, biarkan dia menyiapkan sayuran tersebut.Dengan cara ini, saat makanan siap, anak Anda akan tertarik pada hidangan yang mereka bantu siapkan, merasa bangga telah membantu Ibu di dapur, dan lebih mungkin untuk memakannya. Setelah memasak sayuran, Ibu juga dapat secara sadar melibatkan anak dalam tugas-tugas kecil, seperti meminta anak yang lebih besar membantu menyajikan hidangan, sehingga mereka terbiasa mencium aroma sayuran. Hal ini membantu menumbuhkan keinginan mereka untuk mencoba sayuran baru.
2. Berkreasi dengan Sayuran
Untuk membantu anak yang tidak suka sayuran menerima sayuran hijau, ibu harus bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda.Sebagian besar anak menyukai makanan yang diisi. Untuk anak-anak yang sangat menolak sayuran, ibu harus kreatif dalam metode memasak. Cobalah memarut sayuran akar seperti wortel menjadi irisan atau menghaluskannya menjadi pasta. Campurkan ini ke dalam daging cincang untuk membuat dumpling kecil,bakso kecil, kue gurih, atau bakso. Atau, campurkan sayuran ke dalam daging cincang untuk burger atau hidangan lain. Bukan hanya si kecil yang akan menyukainya, tetapi mereka juga akan lebih terbuka secara psikologis. Orang dewasa pun menemukannya sama enaknya.Pertama, bicarakan hal yang sangat menarik dengan anak Anda secara santai, hindari menyebut sayuran. Jika harus menyebutnya, batasi pada komentar seperti, "Ini rasanya benar-benar lezat! Bisakah kamu menebak bagaimana cara memasaknya?" Ini memicu permainan tebak-tebakan yang tak ada habisnya, menciptakan kesenangan dan kenangan yang menyenangkan. Akibatnya, mereka tidak akan menganggap makan sayuran yang tidak disukai sebagai tugas yang membosankan.
4. Habiskan piring sayuran sebelum makanan favorit
Jika anak Anda menolak sayuran di meja makan, letakkan makanan favoritnya di piring kecil dan katakan mereka hanya boleh memakannya setelah sayuran habis. Biasanya, karena ingin mencicipi makanan favoritnya, mereka akan menghabiskan sayuran yang tidak disukai.Pendekatan ini membantu anak-anak secara bertahap menyadari bahwa sayuran yang tidak disukai sebenarnya tidak seburuk yang mereka kira, sehingga menumbuhkan apresiasi yang semakin besar terhadapnya.
5. Berikan dorongan segera untuk usaha yang baik
Saat memperkenalkan sayuran yang tidak disukai atau belum pernah dicoba oleh anak, dorong mereka untuk mencicipi sedikit. Bahkan jika mereka hanya mencicipi sedikit, ini membantu mereka menemukan rasa baru yang mungkin mereka sukai. Ibu sebaiknya selalu memuji dan mendorong anak-anak segera saat mereka berusaha, idealnya disertai dengan hadiah kecil sebagai kejutan untuk membuat pengalaman tersebut lebih berkesan.Setelah beberapa hari, mintalah anak Anda untuk mencoba sedikit lebih banyak, secara bertahap meningkatkan jumlahnya untuk membantu mereka menerima sayuran. 6. Ganti sayuran matang dengan alternatif mentah Beberapa anak tidak menyukai sayuran matang seperti tumis atau sup, tetapi menyukai opsi mentah seperti tomat, lobak air, atau mentimun. Untuk sayuran yang bisa dimakan mentah ini, siapkan sebagai salad dingin.Jika anak tidak menyukai sayuran matang, tawarkan alternatif mentah ini dengan moderasi. 7. Menumbuhkan rasa ingin tahu Tempelkan stiker lucu di bawah piring sayuran yang tidak disukai. Katakan pada anak bahwa menyelesaikan piring akan mengungkapkan rahasia yang tersembunyi di bawahnya.Ini akan memicu rasa penasaran mereka, mendorong mereka untuk mencoba makanan meskipun awalnya enggan. Dengan rutin menggunakan trik seperti ini, anak-anak akan dengan senang hati mengonsumsi sayuran tanpa menyadarinya.
8. Mainkan permainan perang
Jika anak Anda menyukai permainan perang pura-pura, ubah sayuran yang tidak disukai menjadi musuh saat makan, dan dorong mereka untuk "mengeliminasi" musuh-musuh ini. Ini akan langsung memicu antusiasme mereka.Ibu dapat menceritakan kisah seputar sayuran: potongan ini adalah komandan musuh. Setelah dikalahkan, kita akan menyerbu benteng mereka—sup. Habiskan sayuran ini dan kemenangan ada di tanganmu. Anak kecilmu akan dengan antusias menyantap makanannya untuk meraih kemenangan. Ingat untuk mengganti permainan secara teratur agar tidak bosan.
9. Balok bangunan untuk meningkatkan motivasi
Bayi menyukai menumpuk balok. Jadi, untuk setiap suapan yang diambil, ibu memberikan satu balok. Setelah selesai, balok-balok yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membangun kastil—cara yang bagus untuk mendorong konsumsi sayuran.
10. Orang tua sebagai teladan
Berikan contoh selama makan, makan banyak sayuran dengan antusias, dan tunjukkan kesenangan. Hindari membicarakan makanan yang tidak disukai atau menunjukkan ketidaksukaan terhadap sayuran tertentu di depan anak, karena hal ini dapat menyesatkan mereka.
PRE
NEXT