Metode Merawat Bayi yang Pilek
Encyclopedic
PRE
NEXT
Ketika bayi terkena flu, mereka sering menunjukkan gejala saluran pernapasan atas seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Namun, karena bayi tidak dapat mengekspresikan ketidaknyamanan mereka, orang tua mungkin tidak menyadari ketidaknyamanan tersebut. Sebaliknya, gejala pencernaan seperti kehilangan nafsu makan, muntah, nyeri perut, dan diare lebih menonjol dan lebih mudah dideteksi oleh ibu.Selain itu, bayi dan anak kecil yang terkena pilek seringkali mengalami demam, dan beberapa bahkan dapat mengalami kejang demam. Ibu dapat menggunakan gejala-gejala ini untuk menentukan apakah anak mereka terkena pilek.Lalu, apa saja metode yang tersedia untuk merawat bayi yang terkena flu?
Cara merawat bayi yang terkena flu
Jika bayi hanya mengalami pilek ringan tanpa gejala lain seperti demam atau diare, perawatan fisik dan pendekatan diet dapat digunakan untuk mengatasinya.
1. Kompres hangat
Basahi handuk dengan air panas dan letakkan di atas hidung bayi. Ganti dengan handuk hangat yang baru setelah dingin, ulangi beberapa kali.Kehangatan menyebabkan mukosa hidung berkontraksi, membuka saluran hidung, dan membantu melarutkan lendir kental agar lebih mudah dikeluarkan. Lakukan gerakan lembut selama kompres. Jika ada kerak hidung, bersihkan terlebih dahulu dengan cotton bud yang dibasahi air. Atau, pijat lembut hidung bayi atau sisi lubang hidung.
2. Rendam kaki dengan air hangat dan tingkatkan asupan air hangat
Sebelum tidur, rendam kaki bayi dalam air hangat. Menambahkan beberapa irisan jahe ke dalam air dapat membantu mengusir pilek. Namun, pastikan air tidak terlalu panas untuk menghindari luka bakar pada bayi. Ganti air saat mulai dingin hingga anak mengeluarkan keringat di dahi. Ajak mereka minum banyak air hangat.Hal ini membantu sirkulasi darah, melarutkan lendir hidung untuk pembersihan yang lebih mudah, dan mempercepat istirahat.
3. Membersihkan sumbatan hidung
Ketika lendir hidung berlebihan menyebabkan hidung tersumbat, orang tua dapat menggunakan aspirator hidung untuk membersihkan lendir. Pastikan satu lubang hidung ditutup sementara yang lain dihisap untuk hasil optimal.Selain itu, aspirator hidung dapat menghilangkan sejumlah besar lendir dan sekresi dalam satu kali penggunaan. Sebelum digunakan, orang tua harus memeriksa adanya lendir kering di saluran hidung. Lakukan gerakan dengan lembut, hindari memasukkan terlalu dalam ke dalam rongga hidung untuk mencegah rasa sakit atau cedera, dan pastikan pembersihan yang menyeluruh setelah setiap penggunaan.
4. Pasta Madu dan Bawang Putih
Obat ini tidak cocok untuk semua bayi; harus dihindari untuk bayi di bawah satu tahun, karena konsumsi madu berisiko menyebabkan keracunan pada bayi di bawah 12 bulan. Namun, anak di atas satu tahun dapat mencobanya. Siapkan pasta bawang putih dan madu dalam jumlah yang sama, aduk rata, lalu larutkan dalam sekitar 80ml air mendidih yang hangat. Berikan satu sendok makan per dosis, hingga 4-6 kali sehari. Ini sangat efektif untuk hidung berair yang terkait dengan influenza.
5. Daun Bawang Putih Rebus
Ramuan ini efektif meredakan hidung tersumbat pada bayi. Potong daun bawang putih menjadi potongan sepanjang jari, rebus dalam sekitar 300ml air hingga mendidih. Jika aroma yang kuat menghalangi konsumsi, tambahkan sedikit gula batu untuk meningkatkan rasa.
6. Meningkatkan suhu ruangan atau menjaga keseimbangan suhu dalam dan luar ruangan
Selama musim perubahan suhu yang tiba-tiba, bayi rentan mengalami hidung berair dan pilek. Karena bayi sangat sensitif terhadap rangsangan lingkungan dan udara, usahakan untuk menjaga keseimbangan suhu dalam dan luar ruangan. Hal ini mencegah bayi mengalami ketidaknyamanan tiba-tiba saat berada di luar ruangan. Jika berada di dalam ruangan, jaga suhu ruangan yang nyaman untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan hidung berair.
7. Uap wajah dan pelembap
Jika Anda memiliki alat uap wajah di rumah, arahkan ke wajah bayi untuk paparan kelembapan dan kehangatan. Uap akan melembapkan saluran hidung mereka, memudahkan pengeluaran lendir secara cepat dan alami. Namun, hindari menempatkan alat uap terlalu dekat dengan bayi untuk menghindari kerusakan pada kulit mereka yang sensitif. Batasi setiap sesi sekitar tiga menit.
PRE
NEXT