Penyakit tidak mengenal gender: Waspadai tujuh penyakit wanita yang dapat memengaruhi pria
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Banyak orang menganggap kanker payudara, osteoporosis, dan vaginitis sebagai "penyakit wanita" karena insidensinya yang jauh lebih tinggi pada perempuan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi-kondisi yang secara tradisional dikaitkan dengan gender ini mulai mempengaruhi pria.
Kondisi Payudara
Pria memiliki puting susu dan jaringan kelenjar susu, sehingga rentan terhadap gangguan payudara. "Yang paling umum adalah hiperplasia payudara, terutama sering terjadi pada masa remaja, pria lanjut usia, dan pria dengan penyakit hati. Jika seorang pria memperhatikan pembesaran payudara unilateral atau bilateral, benjolan yang dapat diraba, atau pembengkakan/nyeri saat bergerak, hiperplasia payudara adalah diagnosis potensial yang memerlukan konsultasi medis.Kanker payudara tidak lagi eksklusif pada wanita, dan kanker payudara pada pria seringkali lebih agresif. Kanker ini biasanya muncul pada usia yang lebih tua, pada stadium yang lebih lanjut, dengan tingkat metastasis kelenjar getah bening yang lebih tinggi, dan hasil pengobatan umumnya lebih buruk dibandingkan pada wanita.
Pendekatan Pengelolaan: Fan Ping merekomendasikan agar pasien dengan hiperplasia payudara melakukan olahraga teratur, menghindari penggunaan suplemen nutrisi secara sembarangan, meminimalkan penggunaan hormon, dan menghindari alkohol, makanan pedas, seafood, dan makanan pemicu lainnya.
Migrain
Secara historis lebih umum terjadi pada wanita, migrain terkait dengan fluktuasi kadar estrogen dan progesteron. Namun, penelitian Amerika menunjukkan sekitar 6% pria mengalami migrain, meningkat menjadi 20% pada mereka dengan lingkar pinggang berlebihan. Kelelahan berulang, kesulitan berbicara, dan menguap yang tidak terkendali merupakan tiga gejala awal yang umum.
Langkah pencegahan: Mengonsumsi secara teratur makanan kaya vitamin B, seperti biji-bijian utuh dan kedelai, dapat meredakan stres dan menenangkan emosi. American Headache Foundation merekomendasikan suplemen magnesium 500–750 miligram per hari, disertai peningkatan konsumsi biji bunga matahari, almond, kacang mete, dan hazelnut, untuk membantu mencegah migrain.Selain itu, olahraga seperti jogging, bersepeda, dan berenang dapat menjadi obat yang efektif.
Vaginitis Kandidiasis
Sekitar setengah dari pria yang melakukan kontak seksual dengan wanita yang menderita vaginitis kandidiasis akan terinfeksi. Kondisi serupa meliputi vaginitis kandidiasis, trikomoniasis, vaginosis bakteri, dan lebih dari dua puluh penyakit lainnya. Infeksi ini dapat menyebar berulang kali antara pasangan, fenomena yang disebut "efek ping-pong".
Pendekatan Pengelolaan: Jika salah satu pasangan mengalami infeksi urogenital, pasangan lainnya harus segera mencari pertolongan medis. Hubungan seksual harus dihindari hingga infeksi sembuh, atau kondom harus digunakan secara konsisten. Selain abstinensi seksual, barang-barang rumah tangga harus dipisahkan—termasuk baskom, bak mandi, handuk, jubah mandi, dan seprai.
Osteoporosis
Bagi pria, tulang juga merupakan "area berisiko tinggi". Profesor Xu Ling, Ketua Cabang Osteoporosis dan Penyakit Mineral Tulang Asosiasi Medis Tiongkok, mencatat: "Secara tradisional, osteoporosis dianggap sebagai 'penyakit wanita'. Faktanya, pria sama rentannya, dan tingkat kecacatan dan kematian yang disebabkan olehnya bahkan lebih tinggi daripada pada wanita."Merokok dan konsumsi alkohol secara rutin dapat mengurangi kepadatan tulang, berpotensi memicu osteoporosis. Selain itu, riwayat keluarga, rheumatoid arthritis, dan penggunaan jangka panjang kortikosteroid juga menjadi faktor risiko.
Langkah Pencegahan: Konsumsi secara teratur produk susu kaya kalsium dan sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kale. Makan ikan setidaknya sekali seminggu.Paparan sinar matahari selama 15–45 menit setiap hari dianjurkan untuk merangsang produksi vitamin D. Pria di atas 40 tahun disarankan untuk menjalani pemeriksaan kepadatan tulang secara tahunan di fasilitas medis.
Depresi
Meskipun sering dianggap sebagai kondisi psikologis yang dominan pada wanita, pria sebenarnya paling terdampak oleh depresi.Ketika merasa tertekan, pria tidak meluapkan perasaannya seperti wanita, melainkan menyembunyikan perasaannya lebih dalam, sehingga depresi lebih sulit dideteksi. Bahkan ketika menyadari kondisinya, mereka umumnya enggan mencari bantuan atau pengobatan. Data menunjukkan hanya sepertiga pria yang mencari perawatan medis. Mereka lebih cenderung beralih ke alkohol untuk menghilangkan rasa sakit, dengan tingkat bunuh diri empat kali lebih tinggi daripada wanita.
Strategi penanggulangan: Asosiasi Psikologi Amerika telah menyusun daftar periksa self-help untuk pria:
1. Hindari menyalahkan diri sendiri. Depresi tidak menandakan kelemahan; itu hanyalah gangguan psikologis ringan. Ketika merasa sedih, berbagi dengan teman atau keluarga yang dipercaya.
2. Sederhanakan hidup Anda.Memaksakan diri untuk menangani banyak tugas atau terburu-buru menyelesaikan pekerjaan dapat membuat Anda merasa kewalahan dan semakin putus asa.
3. Ikuti aktivitas yang Anda kuasai dan nikmati.
4. Waspadai tanda-tanda kambuh. Perhatikan dengan seksama jika Anda mengalami bangun pagi-pagi, nafsu makan berkurang, mudah marah, atau rasa apatis terhadap segala hal.
Sindrom Menopause
Pria juga mengalami menopause. Statistik menunjukkan bahwa hampir 40% pria berusia 40–70 tahun mengalami gejala menopause. Karena kompleksitas dan keragaman gejala, serta keunikan konsep "menopause pria," banyak pasien sering mencari pengobatan di departemen yang salah. Misalnya, beberapa mengunjungi klinik gigi untuk pengelupasan mukosa mulut, atau berkonsultasi dengan neurologi untuk detak jantung tidak teratur dan penurunan memori.
Langkah pencegahan: Penelitian Jepang menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat menunda onset menopause. Selain itu, individu di atas usia paruh baya dapat memperoleh manfaat dengan mengonsumsi lima jenis makanan dalam diet harian mereka: biji coix, kedelai, ubi jalar Cina, akar burdock, dan madu. Biji coix dan ubi jalar Cina dapat dimasak menjadi bubur dengan ubi jalar untuk sarapan. Mengonsumsi secangkir royal jelly setiap pagi, yang diberi rasa dengan serbuk sari dan madu, juga direkomendasikan.Pastikan tidur yang cukup dan jaga pikiran yang optimis dan seimbang. Varises Secara klinis, varises lebih umum terjadi pada wanita, terkait dengan struktur panggul yang lebih lebar, kelengkungan pembuluh darah yang berlebihan, dan kongesti vena panggul selama menstruasi, kehamilan, dan menopause. Namun, ketika pria mengalami varises, gejalanya cenderung lebih parah.Hal ini karena rambut kaki yang tebal sering menyembunyikan gejala, sehingga mereka mengabaikan kondisi tersebut dan menunda pengobatan. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 10–15% pria mengalami varises betis dengan tingkat keparahan yang bervariasi setelah usia 40 tahun.
Strategi pengelolaan: Pria sebaiknya menghindari berdiri atau duduk dalam waktu lama; kontraksi dan relaksasi berulang otot betis dapat membantu memperlancar aliran darah;Kenakan kaus kaki kompresi yang sesuai untuk memberikan tekanan lembut pada pembuluh darah permukaan, sehingga mengurangi tekanan vena; hindari mandi kaki panas atau sauna, karena suhu tinggi dapat melebarkan pembuluh darah kaki dan mengganggu sirkulasi; obati secara aktif kondisi yang meningkatkan tekanan abdomen, seperti sembelit atau penyakit paru kronis. Terakhir, menjaga berat badan sehat dan menghindari obesitas juga dapat mencegah varises.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved