Ciri-Ciri Individu yang Cemas: Analisis Gejala Kecemasan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Gangguan kecemasan, yang juga dikenal sebagai neurosis kecemasan, adalah bentuk paling umum dalam kategori gangguan neurotik, yang ditandai terutama oleh pengalaman kecemasan. Gangguan ini muncul dalam dua bentuk: kecemasan kronis (kecemasan umum) dan serangan kecemasan akut (gangguan panik).
Orang yang mengalami kecemasan mengalami ketegangan mental yang berkepanjangan, merasa takut dan gelisah terhadap lingkungan sekitar, dengan kesulitan untuk rileks. Hal ini sering disertai dengan gangguan tidur seperti insomnia, bangun sering, dan mimpi buruk.Insomnia dapat dikelola sendiri dengan terapi Morita. Saat tidak bisa tidur, tutup mata dan biarkan pikiran Anda berkeliaran secara bebas hingga rasa kantuk muncul. Melanjutkan pendekatan ini selama sekitar satu minggu mungkin dapat meredakan gejala. Di bawah ini, kami uraikan manifestasi gejala kecemasan untuk pertimbangan Anda.
Kekhawatiran Berlebihan. Kekhawatiran yang terus-menerus dan tidak beralasan tentang penyakit serius, perselingkuhan pasangan, pencurian, atau kecelakaan keluarga dapat menyebabkan gelisah, kegelisahan mental, berjalan-jalan tanpa tujuan, dan kesulitan berkonsentrasi. Terapi kognitif diri mungkin membantu. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah peristiwa-peristiwa ini benar-benar terjadi? Karena belum terjadi, mengapa khawatir tentang hal-hal yang belum terjadi?"
Insomnia
Kecemasan kronis menyebabkan ketegangan mental yang persisten, rasa takut terhadap lingkungan sekitar, dan kesulitan rileks. Hal ini sering kali manifestasi sebagai gangguan tidur, termasuk insomnia, sering terbangun, dan mimpi buruk. Untuk insomnia, coba terapi Morita untuk regulasi diri: ketika tidak bisa tidur, tutup mata dan biarkan pikiran berkeliaran bebas hingga rasa kantuk datang. Lakukan selama sekitar seminggu, dan gejala seharusnya mereda.
Tegangan Fisik
Individu yang cemas sering menunjukkan ekspresi wajah tegang, alis berkerut, dan wajah yang tegang. Mereka juga dapat mengalami sesak dada, detak jantung yang cepat, dan telapak tangan berkeringat. Tegangan fisik ini dapat memperburuk perasaan cemas. Tanpa intervensi tepat waktu, hal ini sering membentuk siklus yang berulang.
Muntah berulang dan pingsan
Serangan kecemasan akut seringkali disertai dengan panik, mual, muntah, dan pingsan. Gejala-gejala ini sulit dibedakan dari penyakit fisik, seringkali menyebabkan diagnosis yang salah di ruang gawat darurat, seperti serangan jantung. Jika gejala-gejala ini berulang tanpa bukti penyakit fisik, gangguan kecemasan harus dipertimbangkan sebagai penyebab kemungkinan, sehingga memerlukan konsultasi medis segera.
PRE
NEXT