Dua belas metode untuk evakuasi kebakaran dan penyelamatan diri
Encyclopedic
PRE
NEXT
Pertama: Kenali lingkungan sekitar dan hafalkan pintu keluar:
Saat berada di lingkungan yang tidak familiar, perhatikan dengan seksama rute evakuasi, pintu keluar darurat, dan lokasi tangga untuk memastikan evakuasi cepat saat darurat.
Kedua: Jaga agar lorong dan pintu keluar tetap bebas hambatan:
Tangga, koridor, dan pintu keluar darurat adalah rute evakuasi vital. Pastikan mereka tetap bebas hambatan setiap saat; jangan pernah menghalangi mereka dengan barang-barang atau mengunci mereka dengan gerbang.
Ketiga, padamkan api kecil untuk membantu orang lain:
Jika api terkendali dan tidak membahayakan nyawa secara langsung, serta peralatan pemadam kebakaran tersedia di dekatnya—seperti alat pemadam api atau hydrant—berusahalah semaksimal mungkin untuk mengendalikan dan memadamkan api.
Keempat, jaga ketenangan dan tentukan arah evakuasi:
Evakuasi cepat memerlukan ketenangan. Segera nilai dan tentukan rute evakuasi; hindari mengikuti kerumunan secara membabi buta, berdesak-desakan, atau berlari panik. Arahkan diri ke area yang terang atau ruang terbuka di luar, dengan tujuan turun ke lantai bawah.
Kelima, hindari area berbahaya dan jangan mempertaruhkan nyawa untuk harta benda:
Saat dalam bahaya, evakuasi segera. Jangan buang waktu berharga untuk mencari atau memindahkan barang berharga karena rasa malu atau keterikatan. Mereka yang sudah dievakuasi tidak boleh kembali ke area berbahaya dan menempatkan diri dalam bahaya.
Keenam, Perlindungan Sederhana: Tutup Hidung dan Merangkak:
Untuk mencegah menghirup asap saat melarikan diri, tutupi hidung Anda dengan handuk atau masker dan merangkak rendah di tanah. Basahi kepala dan tubuh Anda dengan air dingin, atau bungkus diri Anda dengan handuk basah, selimut basah, atau selimut sebelum berlari keluar.
Ketujuh, manfaatkan rute evakuasi; hindari lift:
Selama kebakaran, pilih lorong tangga yang relatif paling aman berdasarkan situasi. Selain tangga, Anda dapat memanfaatkan balkon, ambang jendela, atap, atau area serupa untuk naik ke lokasi aman terdekat. Turunlah menggunakan struktur bangunan yang menonjol seperti pipa air atau penangkal petir. Jangan pernah menggunakan lift.
Kedelapan, turunlah dengan hati-hati menggunakan tali untuk penyelamatan diri:
Bangunan bertingkat tinggi dan bertingkat biasanya dilengkapi dengan perangkat penurunan ketinggian atau tali penyelamatan. Penghuni dapat menggunakan ini untuk dievakuasi dari lantai berbahaya. Jika peralatan tersebut tidak tersedia, tali improvisasi dapat dibuat dari seprai, tirai, atau pakaian. Basahi dengan baik sebelum meluncur dengan hati-hati dari ambang jendela atau balkon ke tempat aman.
Kesembilan, Berlindung di Tempat dan Menunggu Penyelamatan:
Jika pintu terasa panas saat disentuh atau tidak dapat dibuka, tutup jendela dan pintu yang menghadap ke api. Buka yang jauh dari api. Tutup celah pintu dengan handuk atau kain basah, atau tutupi jendela dan pintu dengan selimut yang direndam air. Siram ruangan secara terus-menerus dengan air sambil menunggu penyelamatan.
Kesepuluh, berikan sinyal dengan lembut untuk meminta bantuan:
Mereka yang terjebak oleh asap dan api harus tetap terlihat di balkon atau dekat jendela tempat penolong dapat melihat mereka. Gunakan gerakan atau sinyal halus untuk menarik perhatian.
Kesebelas, Api di Tubuh: Jangan Panik atau Berlari:
Jika Anda menemukan api di pakaian Anda, jangan panik atau berlari, dan jangan mencoba memadamkan api dengan tangan. Segera coba lepaskan pakaian Anda atau berguling di tanah untuk memadamkan api. Melompat ke air, meminta seseorang menuangkan air ke atas Anda, atau menggunakan agen pemadam api adalah metode yang lebih efektif.
Keduabelas, Melompat dari bangunan memerlukan keterampilan, meskipun cedera mungkin terjadi untuk bertahan hidup:
Melompat dari bangunan adalah metode penyelamatan lain, tetapi perhatikan: ini hanya boleh dilakukan jika pemadam kebakaran telah menyiapkan bantalan udara dan mengarahkan lompatan, atau jika bangunan tidak terlalu tinggi (umumnya di bawah lantai keempat), dan melompat adalah satu-satunya alternatif untuk menghindari terbakar hidup-hidup.
PRE
NEXT