Apa kebiasaan buruk yang merusak gigi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Banyak orang menganggap gigi mereka bebas masalah, namun setelah pemeriksaan gigi, mereka menemukan berbagai masalah. Selain itu, kunjungan ke dokter gigi melibatkan biaya yang signifikan—berkisar dari ratusan hingga ribuan pound. Kesehatan gigi bukanlah hal sepele; ini adalah masalah serius bagi semua orang. Pada usia 30, seseorang mungkin memiliki gigi yang mirip dengan gigi orang berusia 50 tahun. Penuaan gigi terutama terkait dengan kebiasaan merusak tertentu, yang menyebabkan penuaan dini pada beberapa individu.. Lalu, apa saja kebiasaan merugikan tersebut?
Kebiasaan 1: Konsumsi berlebihan minuman dingin
Di antara lima bahaya gigi teratas, dingin menempati peringkat pertama. Gigi kita sangat sensitif, terutama rentan terhadap rangsangan dingin.
Banyak orang menikmati makanan dingin di musim panas, namun suhu yang terlalu rendah dapat merusak gigi dengan menyebabkan kontraksi email dan retakan mikro.Bagi mereka yang memiliki kerusakan atau keausan email, mengonsumsi minuman dingin dapat memicu ketidaknyamanan seperti sensitivitas gigi atau nyeri saat gigi terpapar rangsangan dingin. Paparan berkepanjangan pada suhu di bawah 15°C dapat memicu kejang pulpa, yang dalam kasus parah dapat berkembang menjadi pulpitis.
Para ahli menyarankan untuk membatasi minuman es dan menghindari mengunyah es batu langsung dengan gigi. Mereka yang memiliki gigi sensitif sebaiknya memilih air hangat dan menghindari makanan yang terlalu dingin. Kebiasaan Kedua: Menggunakan Tusuk Gigi untuk Membersihkan Gigi "Pelayan, apakah Anda punya tusuk gigi?" – permintaan umum yang sering didengar di restoran.Jangan anggap remeh makanan yang tersangkut di antara gigi sebagai masalah kecil; hal ini memerlukan perhatian. Kejadian ini biasanya disebabkan oleh celah yang terlalu lebar di antara gigi. Meskipun tidak nyaman, banyak orang menggunakan tusuk gigi untuk menghilangkannya. Namun, menusuk gigi dengan tusuk gigi secara sembarangan dapat memicu peradangan ligamen periodontal akut atau abses gusi, menyebabkan nyeri dan pendarahan.
Teknik penggunaan tusuk gigi yang benar sangat penting. Pilih tusuk gigi yang kokoh, tidak mudah patah, dan memiliki permukaan halus. Masukkan tusuk gigi dengan sudut 45 derajat, ujungnya mengarah ke permukaan gigi, dengan tepi samping menyentuh garis gusi. Gosok perlahan sepanjang permukaan gigi menggunakan tepi tusuk gigi.
Pendekatan yang lebih sehat melibatkan penggunaan benang gigi. Tarik benang gigi dengan tegang dan arahkan dengan lembut bolak-balik sepanjang ruang antar gigi. Partikel makanan yang terjebak akan terlepas saat benang bergerak. Setelah membersihkan dengan benang gigi, bilas mulut dengan air untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang tersisa.Jangan menggunakan kekuatan berlebihan untuk menghindari kerusakan gusi.
Kebiasaan Ketiga: Menggunakan Gigi sebagai Alat
Beberapa orang salah percaya bahwa gigi tahan aus karena kekuatannya. Faktanya, gigi sangat rentan terhadap abrasi. Misalnya, orang yang secara rutin memecahkan biji bunga matahari atau makanan bercangkang keras lainnya dengan gigi depan mereka mungkin akan mengembangkan alur di tepi gigi depan tersebut seiring waktu.
Menggunakan gigi untuk membuka botol atau memecahkan kacang walnut dapat menyebabkan retak atau patah pada email gigi. Kasus ringan dapat menyebabkan sensitivitas gigi, sementara kasus parah dapat memicu pulpitis dengan nyeri yang hebat, atau bahkan menyebabkan patah gigi. Ingatlah, gigi hanya memiliki satu masa pakai. Hindari menggunakan gigi untuk tugas di luar mengunyah, karena kebiasaan berbahaya ini menimbulkan kerusakan yang tidak terlihat.Anda mungkin berpikir gigi hanya untuk mengunyah makanan, tetapi gigi sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, perkembangan wajah, dan artikulasi bicara. Oleh karena itu, hargailah gigi Anda dan kembangkan kebiasaan sehari-hari yang baik.
Kebiasaan merusak gigi keempat: Mengonsumsi minuman asam
Suhu dingin menempati urutan pertama, diikuti oleh rangsangan asam. Konsumsi rutin minuman asam (seperti jus lemon) dengan mudah mengekspos gigi pada zat korosif, melarutkan mineral, dan membuat gigi menjadi rapuh dan sensitif.
Oleh karena itu, konsumsi minuman asam secara moderat. Bilas mulut Anda segera setelah minum, dan jika memungkinkan, sikat gigi untuk mengurangi erosi. Pemeriksaan gigi profesional secara teratur juga sangat penting untuk mencegah kerusakan gigi dan penumpukan karang gigi yang memburuk dan menyebabkan peradangan.
Kebiasaan Merusak Gigi Kelima: Mengonsumsi Makanan Lengket
Lebih berbahaya daripada minuman asam adalah makanan lengket.Kita sering mendengar slogan iklan: "Lezat tanpa menempel di gigi." Makanan lengket tidak hanya tidak menyenangkan tetapi juga merusak gigi. Karbohidrat dan gula dalam makanan diuraikan oleh bakteri menjadi asam, menyebabkan kerusakan permanen pada gigi. Semakin lama asam tersebut bersentuhan dengan gigi, semakin besar kerusakannya.
Oleh karena itu, jika Anda mengonsumsi makanan lengket, sebaiknya segera diatasi. Wei Xin mencatat bahwa roti, biskuit cokelat, kue, keripik, dan barang sejenisnya termasuk makanan lengket. Makanan yang kaya karbohidrat dan gula ini sebaiknya diikuti dengan berkumur dan menyikat gigi.
PRE
NEXT