Apa yang harus dikonsumsi selama kehamilan awal? 6 kelompok makanan yang direkomendasikan untuk trimester pertama
Encyclopedic
PRE
NEXT
Apa yang harus dimakan selama kehamilan awal? Secara umum, diet kehamilan awal merujuk pada tiga bulan pertama kehamilan. Periode ini sangat penting; mengabaikannya dapat menyebabkan keguguran atau malnutrisi janin. Oleh karena itu, diet sangat penting. Lalu, apa yang termasuk dalam diet kehamilan awal? Mari kita bahas detailnya di bawah ini!
Apa yang sebaiknya dikonsumsi selama kehamilan awal?
Periode kehamilan awal bertepatan dengan diferensiasi sel embrio, proliferasi, dan pembentukan sistem organ utama – fase paling kritis dalam perkembangan janin. Khususnya antara minggu ke-3 dan ke-9 kehamilan, berbagai faktor buruk dapat menyebabkan malformasi janin atau cacat bawaan (kelainan). Selain itu, beberapa bahan tambahan makanan dan kontaminan memiliki toksisitas embrio. Oleh karena itu, perhatian yang cermat terhadap semua aspek sangat penting pada tahap ini.
1. Selama kehamilan awal, aktivitas hormonal dari plasenta di dalam rahim seringkali menyebabkan penurunan fungsi gastrointestinal. Sebagian besar ibu hamil mengalami mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan, terutama terasa di pagi hari dan setelah makan. Banyak calon ibu khawatir tentang perkembangan bayi mereka dan memaksa diri untuk makan berbagai makanan, hanya untuk muntah kembali.
2. Sebenarnya, tidak perlu terlalu khawatir tentang perkembangan bayi selama kehamilan awal. Pendekatan makan secara alami; apa pun yang Anda inginkan boleh dikonsumsi, baik itu bubur atau acar kubis.
4. Saat makan, pisahkan makanan padat dan cair. Setelah selesai makan utama, tunggu sebentar sebelum minum air atau sup. Selain tiga kali makan utama, konsumsi dua hingga tiga camilan kecil. Usahakan makan dalam porsi kecil dan sering untuk meminimalkan muntah. Jika muntah setelah makan, istirahat sebentar sebelum makan lagi, dan ganti apa yang hilang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.
Apa yang baik dikonsumsi selama kehamilan awal? Makanan yang direkomendasikan
1. Makanan selama kehamilan awal sebaiknya sederhana, ringan, dan mudah dicerna
Untuk menyesuaikan selera ibu hamil dan meningkatkan nafsu makan, masakan dapat ditambahkan sedikit rasa asam, pedas, atau manis untuk memperbaiki penampilan, aroma, dan rasa makanan. Gunakan minyak dan bumbu yang kuat secukupnya.
2. Tingkatkan asupan makanan kaya protein
Meskipun pertumbuhan embrio relatif lambat pada awal kehamilan, tubuh telah mulai menyimpan protein. Pada bulan pertama kehamilan, embrio membutuhkan 0,6 gram protein per hari. Karena embrio awal tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk sintesis asam amino dan tidak dapat memproduksi asam amino esensialnya sendiri, asam amino ini harus disuplai oleh ibu. Oleh karena itu, asupan protein berkualitas tinggi yang cukup harus diperoleh melalui diet selama awal kehamilan.
3. Tingkatkan konsumsi seafood
Untuk memastikan asupan yodium dan seng yang cukup, ibu hamil disarankan mengonsumsi seafood seperti udang, rumput laut, atau laver setidaknya sekali seminggu.
4. Tingkatkan asupan susu dan produk susu
Susu tidak hanya kaya protein tetapi juga mengandung asam amino esensial, kalsium, fosfor, dan unsur mikro lainnya, serta vitamin A dan D.Jika susu tidak disukai, alternatif seperti yogurt, es krim, atau susu kedelai dapat digunakan.
5. Tingkatkan asupan makanan sereal
Konsumsi harian makanan sereal tidak boleh kurang dari 150 gram, dengan variasi sebagai kunci. Gabungkan secara teratur sereal olahan dan sereal utuh, pilih beras dan tepung yang diolah secara moderat untuk memastikan nutrisi yang komprehensif dan meningkatkan nilai gizi protein dalam diet.
6. Tingkatkan asupan sayuran dan buah-buahan
Prioritaskan sayuran berdaun hijau dan sayuran berwarna lainnya, yang harus构成 dua pertiga dari asupan sayuran seorang wanita hamil. Pilih sayuran dan buah-buahan segar untuk memastikan pasokan vitamin C yang cukup.
Pertimbangan diet selama trimester awal kehamilan:
1. Hindari makanan berlemak, digoreng, pedas, atau makanan lain yang sulit dicerna dan sangat merangsang untuk mencegah keguguran akibat gangguan pencernaan atau sembelit.
2. Saat makan, sebaiknya konsumsi makanan padat dan cair secara terpisah. Tunggu sebentar setelah selesai makan sebelum minum air atau sup.
3. Hindari tidak makan sepanjang hari. Perut kosong sering menyebabkan mood buruk, mual, dan muntah, jadi sediakan camilan yang mudah diakses.
4. Muntah dapat menyebabkan kehilangan cairan dan kelelahan, sehingga memerlukan rehidrasi segera. Wanita hamil yang mengalami muntah parah disarankan untuk segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan cairan intravena dan dukungan nutrisi.
Apa yang baik dikonsumsi selama kehamilan awal? Ringkasan di atas mencakup pertimbangan utama. Ibu hamil kini seharusnya sudah memahami prinsip-prinsip diet ini. Mengutamakan nutrisi dan perawatan yang tepat akan melindungi kesehatan ibu dan bayi. Semoga sehat selalu!
PRE
NEXT