Asal Usul Tahun Baru: Apakah Mengacu pada Malam Tahun Baru atau Hari Pertama?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Banyak teori mengenai asal-usul Festival Musim Semi, beberapa di antaranya cukup representatif:
Teori Pertama:
Legenda menyebutkan Festival Musim Semi berasal dari upacara persembahan, upacara shamanistik, atau sebagai festival untuk roh-roh. Teori yang paling diterima secara luas menelusuri asal-usulnya hingga era Kaisar Shun.Lebih dari dua milenium yang lalu, setelah naik tahta, Shun memimpin rakyatnya dalam upacara persembahan kepada Langit dan Bumi. Sejak saat itu, hari tersebut diperingati sebagai awal tahun. Ini dikatakan sebagai asal mula Tahun Baru Imlek, yang kemudian disebut Festival Musim Semi.
Cerita Kedua:
Pada zaman kuno, seekor binatang raksasa bernama "Nian" berkeliaran di daratan. Dengan wajah yang mengerikan, ia merusak tanaman, menakuti penduduk, dan melakukan segala kejahatan yang dapat dibayangkan.Binatang ini tinggal di dasar laut sepanjang tahun, hanya muncul pada malam Tahun Baru. Seiring waktu, orang-orang menemukan bahwa ia takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara keras. Kabar ini menyebar dengan cepat, mendorong pembuatan kembang api dalam jumlah besar untuk mengusir monster tersebut. Hari ini pun ditetapkan sebagai perayaan Tahun Baru.
Apakah Tahun Baru merujuk pada malam Tahun Baru atau hari pertama bulan lunar?
Tahun Baru mencakup baik malam Tahun Baru maupun hari pertama bulan lunar.
Periode Tahun Baru melampaui satu hari. Menurut adat tradisional, perayaan ini dimulai dengan Tahun Baru Kecil pada hari ke-23 atau ke-24 bulan ke-12 kalender lunar dan berlanjut hingga malam Festival Lentera pada hari ke-15 bulan ke-1 kalender lunar, atau alternatifnya hingga hari ke-19 bulan ke-1 kalender lunar. Perayaan yang hampir sebulan ini dikenal sebagai "merayakan Tahun Baru". Ini merujuk pada perayaan "Festival Tahun Baru", yang kini umumnya disebut "Festival Musim Semi".Perayaan Festival Musim Semi berpusat pada menyambut tahun baru, menghormati dewa-dewa dan leluhur, mengusir roh jahat dan bencana, serta menyambut berkah dan kemakmuran. Perayaan ini kaya akan bentuk, ceria, dan penuh kegembiraan, dipenuhi dengan cita rasa khas Tahun Baru, dan mewakili esensi warisan budaya tradisional Tiongkok.
Tradisi Tahun Baru
Makan Malam Tahun Baru
Makan malam Tahun Baru, yang juga dikenal sebagai makan malam reuni atau pesta keluarga, adalah tradisi tradisional yang merujuk pada makan malam keluarga pada malam Tahun Baru Imlek. Bagi keluarga Tionghoa, makan malam ini melambangkan reuni dan mewakili makan malam paling mewah dan penting sepanjang tahun.
Memberikan Uang Tahun Baru
Tradisi memberikan uang Tahun Baru adalah kebiasaan penting lainnya dalam Festival Musim Semi. Biasanya diberikan oleh orang tua kepada anggota keluarga yang lebih muda, praktik ini berasal dari keyakinan bahwa anak-anak rentan terhadap roh jahat. Dikatakan bahwa uang tersebut dapat mengusir pengaruh jahat, memastikan penerima menikmati tahun yang aman dan damai di depan. Gestur ini juga menyampaikan kasih sayang dan kepedulian orang tua terhadap generasi muda.
Menghias dengan Dekorasi Merah
Praktik menempelkan kaligrafi Festival Musim Semi, karakter 'Kebahagiaan' (福), dewa pintu, dan potongan jendela secara kolektif disebut 'menghias dengan dekorasi merah'. Elemen merah yang cerah ini, yang melambangkan kegembiraan dan perayaan, secara bersama-sama membentuk tradisi ini. Tradisi ini mencerminkan keyakinan rakyat sambil memperkuat suasana perayaan.
Menjaga Jaga Malam Tahun Baru
Menjaga jaga malam Tahun Baru, yang juga dikenal sebagai "menerangi kekosongan", "menjaga api Tahun Baru", atau "menerangi tahun", adalah salah satu adat istiadat rakyat selama Festival Musim Semi.Pada Malam Tahun Baru, tradisi ini terutama melibatkan menyalakan "api penjaga tahun" atau "api pengawas tahun." Setiap ruangan harus tetap terang benderang sepanjang malam saat keluarga berkumpul untuk menyambut tahun baru. Praktik ini juga dikenal sebagai "menerangi kekosongan," dan dikatakan bahwa melakukannya akan memastikan kekayaan rumah tangga melimpah di tahun yang akan datang.
Mengapa mengenakan pakaian baru selama Tahun Baru?
Karena Festival Musim Semi adalah acara yang penting, mengenakan pakaian baru melambangkan perpisahan dengan yang lama dan menyambut yang baru. Hal ini juga melambangkan harapan untuk mengusir roh jahat, menghindari malapetaka, dan mengundang berkah serta keberuntungan.Selain itu, pembersihan mendalam sebelum festival bertujuan untuk menyajikan rumah dalam keadaan yang diperbarui. Secara historis, keluarga dengan sumber daya terbatas jarang mengganti pakaian, dan pakaian baru hanya disimpan untuk acara festival.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved